Perjuangan Klub Basket Kursi Roda Otodidak di Yogya Menembus Pentas Internasional
Semua foto oleh penulis
Menembus Batas

Perjuangan Klub Basket Kursi Roda Otodidak di Yogya Menembus Pentas Internasional

Empat anggota klub dari Bantul itu berhasil menembus timnas basket kursi roda Indonesia yang baru terbentuk tahun ini, menantang tim asal negara-negara Asia lainnya.
4.7.18

Kuntoro bergerak amat lincah menghindari kepungan empat orang yang mengejarnya sembari membawa bola di atas kursi roda. Tak berapa lama, bola ia lempar ke keranjang. Masuk. Giliran selanjutnya diperoleh Arifin. Kuntoro membayangi selama Arifin membawa bola, menuju ke bawah keranjang.

Itulah pemandangan rutin tim basket kursi roda saat berlatih di Lapangan Tenis Gedung Olahraga Bantul, Yogyakarta. Sepuluh pemain menggelar sparring mengasah kerja sama, latihan melempar bola, serta mengoper satu sama lain. Semua aktivitas tadi mereka lakukan sembari mengendalikan laju kursi roda.

Semua pemain berdomisili asal Yogya. Haryanto adalah pendirinya. Pada 2004, ide mendirikan tim basket kursi roda tercetus pertama kali. Haryanto dan satu kawan yang mencetuskan gagasan tersebut tengah bekerja di Pusat Rehabilitasi Yakkum, yayasan kesehatan setempat yang mendampingi para difabel.


Tonton dokumenter VICE mengenai atlet renang difabel yang inspiratif asal Yogyakarta:


Tim ini dimulai dengan semangat untuk mengisi aktivitas dan memberi kegiatan positif bagi para tuna daksa. Apalagi basket kursi roda adalah cabang olahraga difabel yang relatif baru dikenal di Indonesia. "Tidak ada pelatih resminya," kata Haryanto. "Kami belajar otodidak kemudian baca buku [soal aturan basket kursi roda] dan lihat di youtube."

Kiprah Kuntoro dan kawan-kawan rutin berlatih di Bantul rupanya membuahkan hasil. Saat berpartisipasi di Bali Cup 2017, turnamen khusus untuk atlet basket kursi roda, anak-anak Yogya berhasil meraih juara II. Klub mereka pun pada akhir tahun lalu diundang mengikuti seleksi untuk persiapan Para Asian Games 2018 yang digelar Agustus. "Sekarang dari tim kami yang berkontribusi untuk pelatnas asian paragames sebanyak empat atlet," kata Haryanto.

Masih panjang jalan bagi atlet-atlet ini untuk lebih unjuk gigi di kancah internasional. Namun jika modal semangat dan latihan rutin sudah berhasil membawa para atlet difabel asal Yogya ini meraih prestasi di Bali Cup, maka sangat mungkin dengan latihan intensif, mereka dapat melaju lebih jauh di masa mendatang.

Berikut foto-foto yang diambil kontributor VICE Eko Susanto, ketika para atlet basket kursi roda melakoni latihan di Bantul.

Kuntoro (baju merah) saat dikepung rekan satu timnya dalam sesi latihan di Bantul.

Arifin berlatih mendribble bola

Sukirman di tengah rehat latihan.

Anggota klub yang berlatih siang itu berpose bersama.


Seri artikel dan dokumenter #MenembusBatas adalah kolaborasi VICE X Rexona untuk meningkatkan kesadaran publik terhadap hak-hak difabel di negara ini