Basket

Jangan Sewot Fans NBA, Terulangnya Laga Final Cavaliers VS Warrios Justru Harus Terjadi

“Ah, GSW lawan Cavaliers lagi, males nonton ah!” Padahal dijamin kamu bakal tetap streaming rematch keempat berturut-turut dua tim luar biasa itu.
01 Juni 2018, 5:30am
Stephen Curry menghadang LeBron James di laga pertama Final NBA 2018, Oracle Arena. Laga game 1 dimenangkan GSW. Foto oleh Kelley L. Cox/USA Today/via Reuters.

Di Game 1 Final NBA Playoff 2018 akan berlangsung Jumat (1/6) pagi waktu Indonesia, kita kembali disuguhkan pertemuan yang itu-itu lagi: Golden State Warriors melawan Cleveland Cavaliers—lagi, untuk keempat kalinya berturut-turut. Berdasarkan suara-suara fans basket yang terdengar di Internet, banyak yang kecewa melihat terulangnya pertarungan dua klub terrsebut. Mayoritas menganggap Cavaliers yang kelewat bergantung sama LeBron James tidak akan bisa melawan kolektif GSW yang memiliki empat All-Star. Ini opini yang wajar dan bahkan sudah diduga. Hasil akhir game ke-1 pagi tadi sekilas membuktikan kebenaran asumsi itu: GSW unggul 124-114 via overtime.

Setelah dua duel final pertama GSW dan Cavaliers saling berbagi trofi, tahun kemarin kedatangan Kevin Durant ke Golden State—yang didaulat banyak orang sebagai pemain terbaik kedua dunia—membuat kompetisi berat sebelah dan Warriors memenangkan seri dengan mudah 4-1. Lha, tahun ini Cavaliers komposisi pemainnya tidak bisa dibilang lebih baik, terutama dengan absennya Kyrie Irving yang bisa dengan mudah mencetak 30 poin setiap malam, lantas GSW pasti menang mudah dong?

Bisa iya, bisa tidak.

Di atas kertas mungkin mudah saja untuk langsung menganggap LeBron dan rekan-rekan di Cavaliers tidak punya peluang, tapi kita semua tahu tim manapun yang memiliki “The King” SELALU berpeluang untuk menjadi juara, dan Cavaliers tahun ini tidak bisa dikecualikan. Ya memang, tahun ini LeBron tidak disokong rekan setim yang “wah” dibanding tahun-tahun sebelumnya. Namun jangan lupa, performa 'King James' di playoffs tahun ini merupakan salah satu yang terbaik sepanjang karirnya—dengan rata-rata 34 poin per game, 8.8 asisst per game, dan 9.2 rebound per game. Jangan lupakan juga tembakan-tembakan _clutch_-nya yang memenangkan beberapa pertandingan sebelum seri ini.


Tonton dokumenter VICE Sports tentang laga derby basket yang keras dan kental aroma politik sektarian di Libanon:


Namun di luar itu, masih banyak beberapa narasi dan fakta-fakta lain yang membuat pertemuan keempat Golden State Warriors dan Cleveland Cavaliers ini sangat layak disimak. Berikut di antaranya:

Kemungkinan Besar ini Duel Terakhir GSW vs Cavaliers di Era ini

Tentunya semua tahu bahwa kontrak James dengan Cavaliers akan berakhir tahun ini, dan sama sekali belum ada kejelasan keputusan apa yang akan diambil pemain basket terbaik dunia tersebut (dan memang dia selalu melakukannya di menit-menit terakhir, menambah ketegangan).

Banyak rumor yang beredar tentang destinasi dia berikutnya, entah itu Philadelphia 76ers, LA Lakers, atau yang paling hot baru-baru ini, Houston Rockets. Tentu bisa saja LeBron memutuskan memperpanjang kontrak sama Cleveland. Cuma, mengingat hubungannya yang rapuh dengan pemilik klub, Dan Gilbert, terutama sesudah dilegonya Kyrie Irving, rasanya sulit melihat ini menjadi kenyataan.

GSW Agak Rentan Tahun Ini

Ah yang bener aja lo? 4 All-Star GSW masih sehat semua woy! Bagi mereka yang mengikuti jejak Warriors tahun lalu dan tahun ini pasti bisa melihat perbedaannya, dan ini terlepas dari statistik semata (rekor playoffs mereka tahun ini 12-5, bandingkan dengan 16-1 tahun lalu) Tahun ini, baik di musim regular maupun playoffs, beberapa kali terlihat Warriors bermain sangat ceroboh, kurang bersemangat, tidak fokus, dan seperti tidak peduli.

Sejauh ini mereka masih tertolong berkat penampilan Quarter 3 mereka yang terkenal tidak kenal ampun, membantu mereka menutup defisit paruh babak pertama. Tapi siapa yang tahu apa yang akan terjadi nanti? Bagaimana kalau beberapa kali di Quarter 3 melawan LeBron, mereka malah kentang dan tidak bisa mengejar hingga akhir pertandingan?

Plus, jangan lupa beberapa kali di playoffs ini mereka kerap terlalu mengandalkan permainan satu-lawan-satu Kevin Durant, menyebabkan aliran bola stagnan dan mudah ditebak, jauh dari gaya permainan GSW yang dikenal mengalir dan ramah operan. Kalau ini semua belum cukup, jangan lupa bahwa Andre Iguodala—final MVP 2015 yang peran utamanya adalah menjaga LeBron—masih cedera dan dipastikan tidak bermain minimal di game pertama.

Laga Final Ini Skenario Klasik Superteam Melawan Superplayer

Sama seperti Thanos yang dalam perjalanannya mencari batu permata harus menghadapi segerombolan musuh-musuh tangguh dari kolektif The Avengers—yang secara individual lebih lemah dari dirinya—LeBron James harus seorang diri menghadapi kumpulan superstar NBA di GSW: 2x MVP dan penembak jarak jauh terbaik NBA sepanjang masa Steph Curry, 1x MVP Kevin Durant dan pemain terbaik dunia setelah LeBron, raja catch-and-shoot 3 poin dan salah satu pemain two-way terbaik, Klay Thompson, dan mantan Defensive Player of The Year, Draymond Green.

Kini tidak ada lagi Kyrie Irving yang akan membantu LeBron mempenetrasi pertahanan lawan sementara LeBron mengambil nafas, semua harus dia lakukan seorang diri. Dan mengingat bagaimana NBA terobsesi dengan narasi bahwa pemain terbaik harus selalu bisa membawa timnya menang, tidak peduli seperti apa tantangannya, ini bisa jadi ujian terbesar LeBron James sepanjang karirnya.