Suriah

Kami Mengikuti Tur Propaganda Tentara Rusia di Suriah

Dalam dokumenter terbaru VICE, pejabat militer Rusia ingin meyakinkan dunia kalau rezim Assad di Suriah baik-baik saja dan rakyat kini bahagia. Padahal, berbagai masalah masih menggelayuti negara itu.
9.12.19

Kerumunan wartawan asing berkumpul di luar Damaskus. Dipandu segelintir jenderal dari Tentara Arab Suriah dan Militer Rusia, mereka berkeliling melihat-lihat keadaan sekitar Suriah.

Kemunculan aliansi khusus Suriah-Rusia di tengah jurnalis internasional adalah pemandangan aneh, tetapi tur propaganda yang diselenggarakan Kementerian Informasi Rusia menjadi satu-satunya cara bisa masuk ke wilayah kekuasaan Presiden Bashar Assad.

Kami sepakat mengikutinya supaya bisa menyaksikan langsung suasana di Suriah. Hikmah dari tur ini yaitu kami bisa memahami propaganda Rusia terhadap Suriah.

Moskow adalah sekutu terkuat rezim. Mereka menyediakan jet untuk mengebom benteng-benteng pemberontak. Tak hanya itu, mereka juga mengirim pasukannya untuk mendukung tentara Arab Suriah dan melindungi Assad dari sanksi internasional PBB.

Iklan

Sebelum Angkatan Udara Rusia membantu rezim Suriah pada 2015, Assad hampir kehilangan semuanya. Proses perebutan kekuasaan Assad menewaskan ribuan warga sipil. Kini tinggal tersisa Provinsi Idlib yang berada di bawah kendali Hayat Tahrir al-Sham (HTS). Sekitar tiga juta warga sipil terperangkap di sana.

Buzzer Rusia dan Suriah menyediakan wisata disinformasi untuk membenarkan serangan udara di Idlib. Ketika ditanyakan soal keamanannya, seorang jenderal mengatakan “sama sekali tak ada terorisme di sini.”

Padahal, Masyarakat Medis Suriah Amerika melaporkan kamp pengungsian dan rumah sakit bersalin di Idlib habis dihantam rudal Suriah dua minggu lalu.

Serangan ini menelan 16 jiwa, termasuk tujuh anak kecil dan tiga perempuan. Tonton video dokumenter kami tentang propaganda Rusia di Suriah lewat tautan di awal artikel.

Artikel ini pertama kali tayang di VICE News