Kecanduan

Mungkinkah Kita Ketagihan Pakai Pelembap Bibir?

Pakar adiksi dan ahli dermatologi mendiskusikan topik ketergantungan lip balm. Apakah hanya mitos atau memang sudah menjadi masalah kesehatan serius? Ini kesimpulannya
5.3.18
Ilustrasi oleh Ben Thomson.

Artikel ini pertama kali tayang di Broadly.

Apakah kalian termasuk orang yang selalu menyediakan pelembap bibir alias lip balm di tas? Apakah kalian akan mengoleskan lip balm setiap kali bibir mulai terasa kering dan pecah-pecah? Pernahkah kalian merasa kelimpungan tiap kali lupa membawa lip balm? Mitos mengatakan bahwa kalian mungkin saja ketergantungan lip balm. Tapi, benarkah kita bisa ketagihan?

Iklan

Karena penasaran, saya pun menghubungi Anjali Mahto, seorang ahli dermatologi dan juru bicara British Skin Foundation. “Lip balm tidak mengandung komposisi yang bisa menyebabkan ketergantungan fisiologis. Kebiasaan bisa adiktif, tapi komposisi lip balm tidak adiktif,” ujarnya. Namun, meskipun kecanduan lip balm bukan merupakan masalah kesehatan, “Masih ada kemungkinan seseorang menjadi ketergantungan psikis terhadap lip balm.”

Selanjutnya, saya bertanya kepada seorang terapis adiksi, Beth Burgess, yang menulis The Happy Addict. Bagaimana seseorang bisa sampai ketergantungan psikis terhadap lip balm? “Secara patologis, ketika seseorang kecanduan, mereka mendapatkan suntikan hormon dopamin, zat kimia yang dihasilkan oleh otak. Apabila kadar dopamin menurun, maka pecandu akan melakukan ulang agar mereka merasa puas atau senang.”

Menurut Burgess, beberapa penelitian ilmiah menunjukkan pada saat seseorang melakukan sesuatu untuk pertama kali dan mereka menyukainya, otak merekam perasaan tersebut dan akhirnya membuat mereka ingin melakukan atau merasakannya berulang kali. Itu berarti orang bisa ketagihan apa pun yang membuat mereka senang, termasuk lip balm.

Apabila kamu memakai lip balm berulang kali bukan karena ingin mengatasi bibir pecah-pecah, itu pertanda sistem dopaminmu terganggu, dan sering disebut sebagai “sifat adiktif.” Sama seperti orang yang terlalu banyak meminum alkohol dan tidak kecanduan minum, ada orang yang terlalu sering memakai lip bal tanpa mengakibatkan kecanduan. Masalahnya, penggunaan berlebihan dan kecanduan berbeda tipis.

Lalu, bagaimana caranya mengetahui kamu hanya suka lip balm, atau sudah kecanduan? “Secara klinis, kecanduan digambarkan sebagai hubungan patologis dengan substansi atau perilaku yang mengubah cara Anda dalam merasakan sesuatu,” kata Nicky Walton-Flynn, seorang psikolog adiksi dan pendiri Addiction Therapy London. “Anda tidak bisa berhenti melakukannya. Dalam hal lip balm, kebiasaan yang mengubah pikiran Anda.”

Kebiasaan memoleskan lip balm berulang kali bisa mengembangkan sifat adiktif, karena dapat menenangkan kecemasan di masa sulit, sama seperti orang yang merokok saat sedang gugup. “Misalnya, seorang anak memiliki keluarga yang bermasalah dan mereka mendapat hadiah lip balm beraroma harum dan manis yang membuat mereka nyaman, maka otak mereka akan mengaitkan lip balm dengan perasaan nyaman. Setelah itu, mereka akan sering-sering mengoles lip balm,” kata Burgess menjelaskan kondisi mereka yang kecanduan pelembap bibir.

“Kebiasaan bekerja sebagai penenang. Kebiasaan ini membuat seseorang berpikir, ‘Saya tidak tahan dengan bibir pecah-pecah. Saya tidak mau bibir saya sampai pecah-pecah,’” kata Walton-Flynn.

Jadi, bagaimana caranya menghilangkan ketagihan sama pelembap bibir? Nicky menyarankan untuk tidak membawa lip balm saat bepergian, seperti pecandu alkohol yang harus menghindari bar. “Kalau begitu, saya akan melakukan pendekatan terapeutik. Saya akan bertanya: Apa yang akan terjadi kalau Anda tidak membawa lip balm? Apa perasaan Anda? Apa yang Anda takutkan?” katanya. Untuk mengatasi perasaan gelisah karena tidak membawa lip balm, dia menyarankan untuk menemukan cara alternatif. Misalnya seperti perokok yang disarankan mengunyah permen karet untuk mengurangi kecanduan.

Tapi, bukan berarti kita harus berhenti memakai lip balm. Mahto mengingatkan bahwa lip balm sangat berguna untuk mencegah bibir kering saat musim dingin. Selain itu, lip balm juga bisa menjadi pelindung dari matahari dan meredakan gejala luka infeksi bibir.

Seperti yang diutarakan Walton-Flynn, “Anda tidak akan mati jika kecanduan memakai lip balm.”