Satwa Langka

Orangutan Albino Langka Diselamatkan Di Hutan Kalimantan

Penyayang binatang optimis spesies albino ini masih ada banyak di tengah hutan Borneo.
2.5.17
Foto oleh Borneo Orangutan Survival Foundation.

Seekor orangutan betina albino yang sangat langka berhasil diselamatkan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah dan LSM Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF) akhir pekan lalu. Hewan itu sempat dikurung dua hari oleh petani Desa Tenggirang, Kabupaten Kapuas.

Orangutan albino itu dilaporkan tidak memiliki pigmen pada rambut dan kulit serta penglihatan yang buruk. Juru bicara BOSF Nico Hermanu mengatakan penyelamatan tersebut didasari laporan Kapolsek Kapuas Hulu. Kapolsek mengatakan ada seekor orangutan yang dikurung setelah melintas di pekarangan warga setempat. Nico menampik laporan adanya penganiayaan terhadap orangutan langka tersebut.

Iklan

"Tidak ada bekas penganiayaan atau penyiksaan," kata Nico kepada VICE Indonesia. "Orangutan tersebut dalam keadaan lemah tapi secara keseluruhan sehat. Memang ada perilaku sedikit liar."

Orangutan langka tersebut saat ini tengah dikarantina dan direhabilitasi di fasilitas BOSF di Nyaru Menteng. Nico mengatakan saat ini sedang dilakukan pemeriksaan lebih lanjut karena dikhawatirkan muncul penyakit yang berasal dari kelainan bawaannya dalam beberapa waktu ke depan. Belum tahu kapan orangutan tersebut akan dilepaskan kembali ke habitatnya.

Salah seorang dokter hewan BOSF, Arga Sawung Kusuma mengatakan bahwa orangutan tersebut mengalami dehidrasi dan menderita infeksi cacing parasit atau helminthiasis.

"Kami belum tahu bagaimana orangutan ini dalam usia seperti ini bisa terpisah dari induknya. Ada kemungkinan juga dia tengah belajar hidup mandiri," ujar Nico.

BOSF, menurut Nico, belum bisa memprediksi apakah ada orangutan albino lain di tempat lain, karena menurutnya sistem reproduksi orangutan tergolong unik. Bisa jadi si orangutan albino tersebut adalah satu-satunya di dunia. Seekor betina memiliki interval delapan tahun dari kehamilan satu, kedua dan seterusnya.

Berita soal orangutan albino super langka ini sempat viral di media online baik dalam dan luar negeri. Memicu kekhawatiran bahwa orangutan albino tersebut akan tidak aman jika hidup di alam liar.

"Memang kami khawatir karena kondisinya yang unik, justru membuatnya tidak aman. Kami pikir justru karantina akan baik buat dia. Di fasilitas BOSF tidak semua orang bisa masuk. Harus melalui pemeriksaan kesehatan dulu," tutur Nico.

BOSF menampung nyaris 700 ekor orangutan di fasilitas penangkaran yang mereka kelola. Sejauh ini, lembaga tersebut telah melepasliarkan 276 orangutan sejak enam tahun lalu.

Kasus orangutan albino sedikit mengingatkan terhadap Snowflake, gorilla albino yang tinggal di kebun binatang Barcelona sebelum akhirnya terpaksa di-euthanasia akibat kanker kulit pada 2003.