Berita

Presiden Korsel Lagi-Lagi Tak Menghadiri Sidang Pemakzulan

Park Geun-hye sudah dua kali absen tanpa kejelasan dari sidang Mahkamah Konstitusi di Seoul. Dia hampir pasti lengser karena skandal korupsi bersama penasehat spiritualnya.
06 Januari 2017, 3:48am

Artikel ini pertama kali tayang di VICE News.

Presiden Korea Selatan, Park Geun-hye, terancam dilengserkan dari jabatannya karena skandal korupsi. Selama sidang pemakzulan di Mahkamah Konstitusi, Ibu Kota Seoul, pekan ini, Park tak pernah hadir. Sidang sempat ditunda dua hari, sampai akhirnya majelis melanjutkan proses pengadilan secara in-absentia.

Dua bulan terakhir, unjuk rasa besar-besaran digelar oleh warga sipil seantero Korsel. Jumlah massa yang menuntut Presiden Park mundur mencapai 2 juta orang. Unjuk rasa ini menjadi yang terbesar dari sisi jumlah peserta, sepanjang sejarah Negeri Ginseng itu. Adapun massa pendukung Park juga menggelar aksi tandingan, membela politikus idola mereka.

Kemarahan warga dipicu tindakan Presiden Park membagi dokumen rahasia negara kepada kawannya, pendeta perempuan bernama Choi Soon-sil. Nama disebut belakangan itu merupakan tokoh gereja karismatik di Korsel, sekaligus penasehat spiritual presiden. Walaupun keduanya sejak lama dikenal sangat dekat, tindakan Park dianggap masyarakat sebagai sebuah skandal, karena Choi bukan pejabat pemerintah.

Jaksa penuntut Korsel sudah menjerat beberapa pasal penipuan serta penyalahgunaan kekuasaan kepada Choi, namun dibantah oleh yang bersangkutan. Aliran dana bernilai jutaan Dollar ke yayasan yang dikelola Choi kini juga dibidik aparat hukum Korsel.

Mahkamah Konstitusi harus memberi putusan maksimal pada Juni mendatang, tentang nasib presiden yang tercoreng skandal ini. Jika presiden perempuan itu akhirnya resmi dimakzulkan, maka pemilihan umum akan digelar paling lambat dua bulan setelah putusan dikeluarkan.