The VICE Guide to Right Now

Menang Rp9,5 Miliar, Pemain Poker Buddhis Sumbangkan Semua Hadiah ke Organisasi Amal

"Sebagai penganut agama Buddha, kami banyak duduk bermeditasi," kata Scott Wallenbach soal alasannya tak tertarik sama hadiah kejuaraan poker tersebut.
22.1.19
Scott Wellenbach sang juara poker yang tidak suka uang
Screenshot via BestPokerVideos / YouTube

Seorang penganut agama Buddha berumur 67 rahun asal Kanada, baru saja memenangkan lebih dari setengah juta dollar dalam turnamen poker di Kepulauan Bahama. Bukannya kemaruk dan membakar duit sebanyak itu buat foya-foya, pemain poker baik hati ini malah mendonasikan semua uang hadiahnya untuk organisasi amal, seperti dilaporkan BBC.

Scott Wellenbach berada di peringkat ketiga dalam Gelaran Utama PokerStars Caribbean Adventure dan berhak pulang uang sebesar US$671.240 (sekitar Rp9,5 miliar)—tapi, menurut Wellenbach, dirinya tak berkeinginan menyimpan sepeserpun uang hadiah. "Sebagai seorang penganut Buddhisme, kami sering duduk bermeditasi—dan itu semua gratis," ungkapnya kepada BBC.

Wellenbach, yang disebut sebagai “pahlawan rakyat” lantaran sering mendonasikan uang hadiah yang dia dapatkan, berpartisipasi dalam turnamen poker di Bahama setelah menjadi kampiun dalam sebuah kompetisi poker online.

Sebelumnya, Wallenbach pernah menyumbangkan hadiahnya kepada LSM-LSM amal seperti Oxfam dan Doctors Without Borders, meski uang yang dia sumbangkan belum sebanyak ini. Pada 2017, Wellenbach memperoleh hadiah sebesar $72.000 (atau lebih dari $1 miliar) dari sebuah turnamen poker di Barcelona dan menyumbangkan sebagian besar uang hadiah itu itu kepada sebuah biara perempuan penganut Budha.

Iklan

”Buddhisme, seperti kebanyakan tradisi lainnya, bermasalah dengan bias gender. Makanya, saya rasa sangat penting untuk mendukumg pendidikan biksuni muda."

Jika tak sedang bertanding dan membawa pulang hadiah uang dalam jumlah besar, Wallenbach mengisi waktunya menerjemahkan teks Sanskrit dan ajaran Buddhisme—aktivitas yang kesannya berbeda alam dari poker dan segala jenis permainan kartu lainnya. Siapa sangka, bagi Wallenbach, bermain poker justru membantunya jadi penganut Buddhisme yang lebih taat.

"Poker menyediakan kesempatan emas untuk mengakrabi sisi baik dan jahat dalam pikiran kita,” katanya kepada BBC. “Kamu bisa menang atau kalah setiap sekian menit sekali, sama seperti naik turunnya harapan dan ketakutan sesuai dengan apa yang terjadi di sekitar kita dalam praktek kehidupan sehari-hari. Semua itu ditunjukkan dengan gamblang di meja poker.”

Sampai berita ini diturunkan, Wallenbach belum menentukan lembaga amal mana yang bakal menerima hibah sebesar lebih dari setengah juta dollar itu. Akan tetapi, kepada PokerNews, dia berharap "uang tersebut bisa dimanfaatkan untuk tujuan yang mulia” dan bisa membantu "meringankan penderitaan orang lain."

Duh Gusti, Om Wallenbach ini kok baik bener. Coba kita yang menang, uang sebanyak itu mungkin sudah hangus dipakai ngeborong Yeezy, Batu Bata Supreme, setumpuk piringan hitam, kaos band impor, atau bahkan beli rumah di kawasan mentereng. Atas kebaikanmu itu, redaksi VICE mendoakan semoga hidupmu bergelimang royal flush dan senantiasa dihampiri kemujuran di meja poker. Anda memang manusia pilihan Om Wallenbach. Marwahmu jauh di atas kami yang kere, medit, dan pongah ini.

Artikel ini pertama kali tayang di VICE US.