Peredaran Narkoba

Pasangan Manula di Australia Dapat Kiriman Sabu-Sabu Salah Alamat Senilai Rp100 Miliar

Pengirim paket berisi 20 kilogram sabu itu segera dilacak oleh polisi.
7.5.19
Pasangan Manula di Australia Dapat Kiriman Sabu-Sabu Salah Alamat Senilai Rp100 Miliar
Foto ilustrasi via Flickr user Beck Gusler

, CC licence 2.0 (kiri); Wikimedia (kanan) 

Awal Mei 2019, pasangan lansia di Kota Melbourne, Australia menerima sebuah paket yang tidak disangka-sangka ataupun mereka pesan. Paket tersebut diantar ke rumah mereka di Hoppers Crossing pada pukul 13:00 waktu setempat, Rabu pekan lalu, seperti dilaporkan Fairfax. Setelah dibuka, isinya adalah bubuk putih melimpah. "[Mereka] membukanya, melihat banyak sekali zat putih di dalamnya, lalu langsung menghubungi polisi," kata Matthew Kershaw, juru bicara Kepolisian Melbourne. "Mereka tidak tahu zat itu apa."

Iklan

Ternyata isinya adalah metamfetamina alias sabu-sabu. Dua puluh kilogram sabu di pasaran seharga Rp100 miliar. Polisi menduga kurir yang mengantarnya salah alamat.

Dalam jumpa pers bersama media lokal, Kershaw mengklaim pasangan ini tidak memahami betapa pentingnya temuan tersebut ketika mereka menghubungi polisi. "Mereka cuma bertanya kepada satu sama lain apakah ada yang memesan paket, setelah itu sudah jelas keduanya tidak memesan apapun, [maka] itu mereka sangka paketnya dikirim ke alamat yang salah," katanya.

Polisi menyita paket tersebut, melacak pengirimnya, lantas menggerebek sebuah rumah di kawasan Bundoora. Aparat menemukan lebih banyak sabu di rumah itu, lalu menahan lelaki bernama Zhiling Ma yang berusia 30 tahun. Zhiling telah dituduh mengimpor narkoba dalam jumlah besar. Ma, diduga otak di balik pengiriman narkoba salah alamat itu, ditahan sampai persidangan pada 29 Juli mendatang.

"Ini kasus pengiriman sabu-sabu dalam jumlah yang sangat besar, total yang hendak diedarkan mencapai 40 kilogram sabu seharga AUS$20 juta (setara Rp200 miliar)," ujar Kershaw. "Penyitaan ini tentu sangat menggembirakan kepolisian, karena jumlah tersebut bisa dikonsumsi hingga 800 orang."

Saat ditanya bagaimana paket berisi narkoba ini bisa sampai di rumah yang salah, Kershaw mengaku terkejut ada bandar yang bisa “seceroboh” itu.

"Saya sendiri juga heran, bagaimana operasi tersebut dijalankan seceroboh itu,” lanjutnya. "Setidaknya penangkapan ini prestasi besar bagi polisi dan melindungi seluruh komunitas dari risiko peredaran narkoba tersebut."


Follow Gavin di Twitter atau Instagram

Artikel ini pertama kali tayang di VICE Australia