Perjuangan Seniman Tato Underground Perempuan Korea Selatan
Semua foto oleh Peter Ash Lee.
Seni Tato

Perjuangan Seniman Tato Underground Perempuan Korea Selatan

Menjadi seniman tato adalah praktik ilegal di Negeri Ginseng itu. Di tengah ancaman jerat hukum, perempuan-perempuan pemberani ini rela mengorbankan keamanan mereka demi seni.
Syarafina  Vidyadhana
Diterjemahkan oleh Syarafina Vidyadhana
12 Juni 2017, 8:37am

Artikel ini pertama kali tayang di i-D Magazine.

Pemerintah Korea Selatan tidak melarang warganya memiliki tato, masalahnya yang ilegal adalah menjalani profesi sebagai seniman tato. Untuk ukuran sebuah negara yang amat progresif dari segi fesyen dan budaya pop, dekrit zaman baheula ini menghalangi generasi muda Korsel yang ingin mengekspresikan diri lewat tubuhnya, di luar pakaian dan aksesoris. Kecuali membuat rajah saat ke luar negeri, mereka tidak bisa ditato secara legal di negaranya sendiri. Jika warga Korsel kepergok mengunjungi kios tato underground, ada risiko ditangkap polisi dan kios tersebut ditutup paksa aparat.

Modifikasi tubuh paling problematis bagi perempuan: tato merusak simbol dan wujud fisik "kemurnian" yang secara tradisi diagung-agungkan di kalangan perempuan Korea. Apapun itu, di samping tindikan standar di kuping, akan mengundang stigma "kriminal" dan "bukan baik-baik." Jadi apa yang terjadi dengan perempuan Korea bertato sekaligus seniman tato? Nah, bagi delapan pemberontak ini, budaya tato bukan soal meremehkan budaya Korea. Ini soal menghargai diri sendiri.

"[Bikin tato di Korsel] memang tidak mudah," ujar Jiran, yang keluar dari pekerjaan sehari-hari sebagai asisten dokter hewan untuk mengejar mimpi membuka kios tato. "Pada akhirnya lebih baik melakukan hal yang kamu sukai ketimbang menghabiskan seumur hidupmu ketakutan dan penasaran."

Nama: Lyuhwa
Instagram: @holy_night_girl
Usia: 27
Jumlah tato: Lebih dari 100
Tato pertama: Gambar lintingan ganja di perut

Apa yang menjadi inspirasi awalnya membuat tato?
Saat SMA, saya sering dirisak oleh cewek dengan tato gede. Saya enggak masuk sekolah selama dua tahun karena terus-terusan dirisak dia. Sehabis itu, saya masuk kuliah buat belajar desain fesyen, tapi saya memutuskan untuk mengikuti passion di bidang seni dan mulai mentato. Saya kepengin punya tato lebih banyak daripada cewek yang merisak saya itu.

Gimana reaksi orang-orang saat lihat tatomu?
Orang-orang biasanya menghindari saya ketika papasan di jalan. Sebagian orang tertegun dengan penampilan saya, namun kebanyakan sih tidak nyaman dan takut.

Apa tanggapan orangtuamu?
Sekarang sih, tato saya udah kebanyakan. Jadi ya mau gimana lagi. Tapi pas kali pertama saya menunjukkan tato-tato saya ke mereka, mereka kira itu tato sementara dan bisa hilang dalam 30 hari.

Gimana kehidupan sehari-harimu sebagai orang bertato di Korsel?
Tempat pemandian umum dan spa sangat populer di Korea tapi hanya ada satu spa yang mengizinkan saya masuk, karena itu tempat yang sering dikunjungi wisatawan asing dan sebagian dari mereka bertato juga. Orangtua saya penganut Kristiani yang taat, dan gereja mereka telah melarang saya menghadiri misa di sana karena saya dianggap makhluk "satanik" gegara tato saya.

Kamu ngikutin kabar atau perkembangan orang yang merundungmu saat SMA?
Baru-baru ini dia mengirim pesan ke saya, nanyain mau enggak saya bikin tato buat dia. Pesannya saya baca doang.

Nama: Mirae
Instagram: @tattooist_mirae
Usia: 25
Jumlah tato: 13
Tato pertama: Tangan menggenggam bunga, pada punggung kaki.

Apa yang menjadi inspirasi awalnya membuat tato?
Dari dulu aku emang seneng coret-coret dan aku ngikutin banget perkembangan fesyen. Mentato adalah perpaduan sketsa-sketsaku, selera fesyen, dan kepribadian. Kamu pakai tato kayak pakai baju aja.

Gimana tanggapan orangtuamu?
Papi sih belum tahu ya, aku bertato. Aku pulang ke rumah orangtua cuma saat liburan musim dingin, atau kalau pas hujan—jadi bisa pakai mantel atau jaket dan tatoku enggak keciri. Aku sering pakai gaun-gaun panjang sih.

Apa kisah paling parah di industri tato yang pernah kamu dengar?
Aku pernah dengar seniman-seniman tato nelepon polisi dan ngelaporin kompetitor mereka, supaya kios mereka ditutup. Di sini industri tato lumayan kompetitif.

Menurutmu apakah sekarang pandangan soal tato di Korea mulai berubah?
Kurasa budaya tato itu mirip dengan fesyen; selalu berubah, dan berubahnya cepat. Aku cuma bisa berharap, perubahannya ke arah yang bagus.

Nama: Nini
Instagram: @tattooist_nini
Usia: 22
Jumlah tato: "A lot."
Tato pertama: Mawar di dada

Apa inspirasi awalmu membuat tato?
Saya senang aja mengumpulkan kenangan. Saya bisa berbagi kenangan dengan setiap orang yang pernah saya buatin tato. Dan setiap tato di badan saya juga menjadi pengingat akan momen-momen khusus di hidup saya. Misalnya nih, saya punya tato inisial nama mantan pacar di lengan saya setelah dia meninggal dunia.

Gimana tanggapan orangtuamu?
Orangtua saya enggak seneng, dan mereka memohon-mohon supaya saya enggak nambah. Ya, meski begitu, dibandingkan dengan keluarga-keluarga lain, orangtua saya cukup terbuka pikirannya; mereka hanya watir orang-orang bakal mikir apaan. Jadi ini bukan soal saya bertato, tapi soal bagaimana masyarakat akan memperlakukan saya.

Apa menurutmu pandangan soal tato di Korea mulai berubah?
Saya mau membangun persahabatan antar seniman tato perempuan di Korea, dan perempuan manapun pada umumnya. Kami perlu mendukung satu sama lain alih-alih mengalahkan satu sama lain.

Nama: Ellie
Instagram: @elliegreenlee
Usia: 23
Jumlah tato: 11
Tato pertama: Apel di balik kuping ("Empat tahun lalu saya tinggal di San Fransisco, dan itu kali pertama gue menginjakkan kaki di Amerika. Gue pengin melakukan sesuatu untuk merayakan perjalanan itu").

Apa niatmu awalnya saat membuat tato?
Gue terbilang anak baru dalam urusan pertatoan. Gue punya banyak tindikan, dan baru sekarang pindah ke ranah tato. Gue mentato seluruh bagian kepala, jadi bisa dibilang gue enggak tanggung-tanggung.

Gimana tanggapan orangtuamu?
Bonyok gue pendeta dan mereka percaya tubuh itu harusnya jadi candi Tuhan. Jelas mereka kaget.


Simak video liputan kami tentang industri kecantikan bernilai miliaran dollar di Korsel


Kalau soal tindikan, gimana? Orangtuamu kaget juga enggak?
Pas umur 21, gue menindik tengah hidung gue. Gue juga memasukkan magnet ke dalam tangan. Gue punya banyak banget tindikan dan modifikasi tubuh, dan bonyok gue enggak pernah lihat.

Gimana rasanya hidup di Korea sebagai perempuan bertato?
Ada semacam ekspektasi bahwa perempuan harus rendah hati dan malu-malu kucing, tapi gue rasa itu double standard bangetlah. Giliran cowok-cowok aja, kalau mereka bertato atau ditindik putingnya, bakal dianggap "keren." Kalau cewek yang begitu, langsung dicap buruk. Enggak ngertilah.

Apa menurutmu pandangan soal tato di Korea mulai berubah?
Budayanya mungkin enggak akan berubah, tapi orang-orangnya bisa. Kami bisa mengubah bagaimana kami memandang tato dan bagaimana kami bereaksi terhadap orang-orang bertato. Sering banget ada orang nyamperin gue dan bilang betapa "menjijikannya" tampilan gue, tapi sering juga remaja cewek bilang "Keren banget lu!" dan "Aku pengin banget jadi kayak kamu." Sebenarnya ya, gue kan hanya mengekspresikan diri dan itu adalah pesan terbaik yang bisa kami sampaikan.

Nama: Jiran
Instagram: @jiran_tattoo
Usia: 27
Jumlah tato: Lebih dari 12
Tato pertama: Kupu-kupu di belakang leher ("Duh malu banget aku ngakuin ini. Dulu kukira ini trendy").

Apa yang menjadi inspirasi awalnya membuat tato?
Aku baru melek soal tato kira-kira lima tahun silam. Aku selalu senang menggambar dan kukira ini bisa jadi sumber penghasilan yang lumayan mudah. Aku enggak ngeh bahwa mentato harus dirahasiakan.

Bisa deskripsikan gaya tatomu?
Gaya aku mentato lebih cenderung cute ketimbang serius. Spesialisasiku menggambar hewan-hewan dan peliharaan orang-orang. Sebagian besar tatoku sih ucingku sendiri. Dulu aku bekerja di rumah sakit hewan selama dua tahun, ya bisa dibilang aku terinspirasi dari pengalamanku di sana.

Bagaimana reaksi orang-orang ketika melihat tatomu?
Anak muda cenderung mikir ini keren. Tapi pernah juga ada perempuan tak dikenal menghampiriku di jalanan dan bilang hal-hal semacam, "Gimana mau nikah nanti kalau kamu bertato gini?" dan "Cowok mana yang bisa suka sama cewek kayak kamu?"

Gimana tanggapan ortu saat tahu kamu bertato?
Aku beruntung sih, keluargaku mendukung-mendukung aja. Adik cowokku juga bertato, dan mereka enggak pernah menghakimi.

Nama: Kim Kyung Eun dan Hana
Instagram: @dan__tattoo / @21lee21
Usia: 23 / 25
Jumlah tato: lebih dari 30 (kalau dijumlah)
Tato pertama: tato kembaran, tulisan "Kami satu" dalam Bahasa Latin

Udah berapa lama kalian pacaran?
Hana: Lima tahunlah. Kami pacaran sejak remaja.

Apa yang membuatmu jadi tertarik mentato?
Kyung Eun: Saya selalu pengin jadi seniman tato sejak SMA. Saya sering nonton TV dan ngelihat laki-laki Amerika bertubuh besar punya tato. Saya pikir keren banget sih, bisa menggambar tubuh sendiri dan gambarnya enggak luntur-luntur.
Kimdan: Karena ada stigma buruk pada budaya tato di sini, saya lebih sering ngeliatin media sosial, supaya tahu orang lain bikin apa. Ada beberapa laki-laki yang karyanya saya kagumi dan saya mulai berlatih menggambar dan mentato berdasarkan yang orang-orang ini lakukan.

Gimana tanggapan orangtua kalian soal tato?
Kimdan: Mereka enggak kaget, tapi mereka mau memastikan saya bisa tegar menghadapi reaksi-reaksi masyarakat.

Nah, gimana tuh reaksi masyarakat terhadap tatomu?
Kimdan: Sekali waktu, seorang perempuan menghampiri saya dan bertanya kenapa saya senang "membuat luka" pada tubuh orang lain. Tapi enggak semuanya begitu sih. Saya bertemu perempuan yang punya luka-luka di pergelangan karena pernah menyilet. Saya membantunya menutupi bekas luka itu, dan dia bilang saya membantunya move on dari ingatan buruknya. Dia sangat berterima kasih.

Nama: Mighi
Instagram: @hi_mig_hi
Usia: 30
Jumlah tato: Lebih dari 50
Tato pertama: Bintang pada pergelangan tangan

Ceritain dong, gaya tatomu bagaimana?
Gayaku sih lebih ke arah merayakan tubuh manusia dan memandang objek keseharian sebagai perpanjangan tubuh manusia.

Gimana tanggapan orangtuamu?
Orangtuaku sempat mikir tato-tato ini stiker doang. Mereka tahu aku punya tato di lengan dan kaki tapi mereka masih belum tahu soal tato di sekujur tubuhku. Susah sih menyembunyikan ini dari mereka.

Apa hal terburuk yang telah terjadi padamu sebagai seniman tato di Korea?
Aku pernah dibawa ke kantor polisi tiga kali. Kali pertama, seseorang melaporkanku dan anggota kepolisian datang ke studioku. Aku berbohong dan bilang aku cuma senang gambar-gambar aja dan bahwa aku seniman saja, alih-alih seniman tato. Mereka enggak percaya dan membawaku ke kantor polisi. Di sana aku duduk selama berjam-jam. Akhirnya, aku membayar denda dan diizinkan pulang.

Terus apa yang membuatmu terus menekuni tato di Korsel, mengingat risikonya besar?
Aku dulu berpindah-pindah pekerjaan paruh waktu karena aku enggak tahu apa yang ingin kulakukan dalam hidup. Aku melatih diri sendiri cara mentato dan kini aku merasa lengkap. Sepertinya aku sudah menemukan panggilan hidupku.


Fotografer: Peter Ash Lee
Penata gaya: Ye Young Kim
Penata rambut: An Mi Yeon
Perias wajah: Kang Yoon Jin
Asisten penata gaya: Paeng Hyemi