komik

Inilah Rahasia Neil Gaiman Sukses Membuat Komik-Komik Eksperimental

Komik-komik Gaiman, seperti Sandman, dikenal indah dan punya struktur cerita tak biasa. Sebuah video membedah cara penulis Inggris itu merevolusi industri komik.
5.6.17
Panel indah dari komik Sandman: Overture #1

Artikel ini pertama kali tayang di The Creators Project.

Ketika Neil Gaiman dan Sam Kieth pertama kali menghidupkan kembali dan membongkar "cool-goth-manifesto" The Sandman untuk DC Comics pada 1989, komik tersebut langsung dipuji kritikus karena melawan konvensi komik yang klise. The Sandman langsung menjadi cult hit, serialisasinya diteruskan DC dan Vertigo selama tujuh tahun. Jadi ketika Sandman: Overture masuk pasaran pada 2015, fans langsung optimis komik tersebut akan bisa melampaui serial yang telah ada. Hasilnya, harapan fans terbukti dan komik ini kembali merevolusi cara tutur medium komik. Dalam video episode terbaru Strip Panel Naked, dibahas bermacam segala hal yang tersembunyi dalam komik-komik yang legendaris. Pembawa acara Hass Itsmane-Elhaou fokus pada beberapa halaman pertama Sandman: Overture, menjelaskan bagaimana komik ini sukses menghancurkan tradisi bertutur hanya dalam beberapa halaman pertamanya saja.

Halaman pertama komik 'Sandman: Overture #1'

Di dunia komik, biasanya halaman enggak berpengaruh; struktur sebuah halaman tidak biasanya berperan sebagai pengalihan atau pembatas. Namun, seperti yang dijelaskan Otsmane-Elhaou, "Sandman: Overture tidak mengikuti konvensi macam itu. Komik tersebut hampir seperti punya bentuk sendiri, setiap halaman terasa unik dari caranya menunjukkan informasi, dan terus menerus meminta pembaca mempelajari ulang cara membaca Sandman."

Beberapa halaman pertama buku ini menunjukkan gambar-gambar pada tiga lingkaran terpisah dalam sudut pandang galaksi. "Bahkan dari sekali lihat saja kita sudah bisa ngeh ada yang berbeda," ujar Otsmane-Elhaou. "Kamu bisa langsung melihat tanpa membaca teks atau benar-benar menyimak kontennya, bahwa ini bukan komik tradisional. Cara bacanya masih sama, dari kiri ke kanan, atas ke bawah, tapi ada yang berbeda dengan ini." "Batasan-batasan panel bukan sekadar sebuah cara untuk memisahkan imajeri untuk kejelasan," ujar Otsmane-Elhaou. "Apa yang dilakukan Gaiman dan timnya adalah sebuah cara mempelajari karakter-karakter dan dunia-dunia yang ada di dalamnya, tanpa butuh membebani pembaca dengan terlalu banyak eksposisi." Lihat lebih lanjut soal rincian yang membuat setiap halaman di komik buatan Gaiman istimewa, simak video di bawah ini:

Kalau kalian suka melihat video di atas, kunjungi laman YouTube Strip Panel Naked, donasikan juga uang ke laman Patreon mereka untuk mendukung kelanjutan serial membahas komik tersebut.