Akses Internet

Elon Musk Ingin Menyalurkan Akses Internet Supercepat dari Luar Angkasa

SpaceX dan pemiliknya yang eksentrik itu kembali menghentak publik dengan janji internet berkeadilan. Menurut kalian, Elon Musk bisa dipercaya atau tidak?
Foto dari Getty Images.

Artikel ini pertama kali tayang di VICE News

Tidak lama lagi akan hadir internet berkecepatan tinggi yang ditembakkan dari luar angkasa, berkat Elon Musk.

Federal Communications Commission baru saya memberi lampu hijau untuk rencana yang digagas SpaceX, perusahaan eksplorasi luar angkasa Elon Musk. Rencananya adalah menggunakan sekelompok satelit untuk mengirimkan internet broadband berkecepatan tinggi ke wilayah-wilayah yang tidak memiliki akses internet baik saat ini. Ini adalah pertama kalinya konstelasi satelit AS disetujui untuk menyediakan jasa broadband menggunakan generasi baru teknologi satelit orbit Bumi rendah.

Iklan

“Lewat keputusan ini, Komisi mengambil langkah berikutnya untuk meningkatkan kesediaan dan kompetisi internet broadband berkecepatan tinggi di AS,” demikian pertanyaan resmi FCC lewat keterangan tertulis.

Jumat pekan lalu, SpaceX memulai proyek tersebut dengan meluncurkan 10 satelit komunikasi ke luar angkasa.

Biarpun bukan bagian dari jaringan SpaceX, satelit-satelit ini, disebut Iridium Next, merupakan bagian dari salah satu jajaran satelit komersial terbesar.

SpaceX sudah mulai membicarakan tentang Starlink, kunci dari rencana internet satelitnya, selama beberapa tahun dan mulai mengadakan pertemuan reguler dengan FCC guna mendapat persetujuan pada 2017. Setelah sekian lama, akhirnya FCC memberikan restu dan SpaceX bisa memulai proyeknya. Proyek ini akan dimulai dengan 4.425 satelit memutari orbit rendah planet Bumi dan menembakkan internet dari luar angkasa.

Februari lalu, SpaceX meluncurkan prototip satelit-satelit kecil yang nantinya akan mengirimkan internet ke wilayah-wilayah terasing planet kita. Direncanakan nantinya ada sekitar 12.000 satelit milik SpaceX dalam orbit.

SpaceX bukannya tak memiliki pesaing untuk merealisasikan ide tersebut. Banyak perusahaan lain juga turut serta, terutama OneWeb, sebuah perusahaan berbasis Channel Island yang sudah mendapat izin otoritas terkai untuk memperluas akses Internet ke berbagai wilayah. Kedua perusahaan ini akan meluncurkan satelit penyedia internet mereka tahun depan.