Fenomena Aneh

Pembunuhan Kucing Berantai Meneror Satu Wilayah di Singapura

Apa yang sebenarnya terjadi di Yishun, sampai media lokal menjulukinya 'Devil's Ring'? Terjadi pembunuhan kucing hingga kecelakaan-kecelakaan janggal di sana. Kontributor VICE Indonesia melacak penyebabnya.
Foto ilustrasi oleh akun flickr Hehaden / lisensi CC 2.0

Cerita ini bermula ketika seekor kucing melayang di udara… lalu terjatuh dan mati. Insiden itu terjadi beberapa hari setelah Natal 2015, saat seorang laki-laki yang mengalami gangguan mental melempar seekor kucing dari balkon lantai 13 komplek apartemen di Yishun, kawasan hunian padat dan pusat perbelanjaan kelas menengah bawah di Singapura.

Laki-laki itu dituntut pasal pidana, atas kekejaman terhadap hewan. Kalau ini cerita yang normal, maka semua kejanggalan hanya akan berhenti di cerita seorang laki-laki Singapura divonis bersalah sesudah membunuh kucing. Begitu saja. Tapi kita tidak sedang menghadapi cerita biasa. Setidaknya, sejak itu jarang sekali muncul kisah yang biasa-biasa saja dari Yishun.

Iklan

Ada 17 kasus kucing ditemukan mati lainnya terjadi di Yishun sejak 2015 sampai sekarang. Itu belum termasuk daftar panjang pembunuhan manusia, kecelakaan kerja, dan rentetan nasib buruk, seakan harus jadi nasib yang ditanggung warga di sana.

Setelah banyak sekali muncul laporan kekerasan dan kejadian janggal, media lokal Singapura mulai menjuluki Yishun sebagai daerah "kekuasaan iblis" alias “The Devil’s Ring.” Lhu Wen Kai, pemuda setempat berusia 18 tahun, mendokumentasikan kejadian-kejadian aneh di lingkungan tempat tinggalnya. Dia lantas memasang semua temuan ke blog The Yishun Dream. Apa sih yang sedang terjadi di Yishun? Apakah Yishun terkutuk? Atau kita merasa demikian hanya karena kebetulan muncul berbagai insiden ganjil di sana tiga tahun belakangan?

“Para ahli menilai cap buruk terhadap Yishun terjadi karena bias konfirmasi. Hanya karena ada satu kejadian ganjil, kita kemudian ikut menyematkan cap tadi ke semua peristiwa lain yang terjadi sesudahnya. Tapi saya tidak sepenuhnya percaya," kata Lhu kepada VICE Indonesia. Kenapa? "Soalnya, kalau hal-hal aneh konsisten terjadi hanya di satu tempat di negara ini, dan tidak terjadi di tempat lain di Singapura, rasanya delusional justru kalau kita tidak mengakui ada yang salah sama tempat itu,” balasnya.

Beginilah perjalanan kontributor VICE, Desiree Leong, mewawancarai para penghuni distrik tersebut dalam rangka mencari tahu apa yang membuat Yishun menjadi kawasan paling ganjil di Singapura—sampai dihantui matinya kucing-kucing malang secara berantai dan berbagai insiden buruk lainnya.

Iklan

LHU WEN KAI, BLOGGER PENGELOLA 'THE YISHUN DREAM'

VICE: Halo Wen Kai, blogmu “The Yishun Dream” sangat menarik. Bisa ceritakan awal mula niatmu saat memulai situs ini?
Lhu Wen Kai: Ada dua alasan. Pertama, saya penasaran soal kejadian-kejadian di kota itu dan ingin mencari tahu lebih lanjut soal kejadian-kejadian yang aneh di sana. Candaan “Yishun is a ghetto” mulai beredar pada 2015, jadi meneliti tentang daerah sebelum kasus-kasus itu menyeruak dan memetakan lokasi setiap peristiwa memungkinkan saya memvisualisasikan bagian-bagian Yishun yang “lebih terkutuk.”

Kok rasanya kamu benar-benar percaya Yishun ini terkutuk?
Sebagian orang bilang insiden-insiden aneh yang muncul adalah kebetulan belaka dan bisa saja terjadi di tempat-tempat lain di negara kecil ini. Belakangan situs saya sudah mendokumentasikan banyak hal. Kasus anak muda digorok secara brutal setelah berkelahi, kucing-kucing mati lagi, dan ulat-ulat gede banyak muncul di Yishun. Ya, biarlah orang mempunyai kesimpulannya masing-masing. Tapi kalau sampai memberi label “distopia” untuk kawasan ini menurut saya rada berlebihan.

Saya akui peristiwa-peristiwa itu memang aneh. Tapi saya juga sadar soal misrepresentasi media, sepertinya pemberitaan media tidak membuat hal ini lebih baik.
Para ahli menilai cap buruk terhadap Yishun terjadi karena bias konfirmasi. Hanya karena ada satu kejadian ganjil, kita kemudian ikut menyematkan cap tadi ke semua peristiwa lain yang terjadi sesudahnya. Tapi saya tidak sepenuhnya percaya. Soalnya, kalau hal-hal aneh konsisten terjadi hanya di satu tempat di negara ini, dan tidak terjadi di tempat lain di Singapura, rasanya delusional justru kalau kita tidak mengakui ada yang salah sama tempat itu. Tapi, memang harus diakui Yishun adalah contoh sempurna dari efek hype media. Melalui pemaparan berulang-ulang tentang peristiwa ganjil, serta memberi julukan tertentu ke satu kawasan ini, media membentuk keyakinan individu dari waktu ke waktu sekaligus membuat pemirsanya terlibat lebih dalam pada lelucon yang awalnya lucu dan lugu. Pada dasarnya, semakin sering kamu membaca berita negatif Yishun, semakin cepat kamu juga akan percaya bahwa kawasan ini benar-benar terkutuk.

Iklan

Mengumpulkan semua data kasus di blog ini pasti butuh kerja keras. Tapi banyak orang tak suka sama konten yang kamu unggah. Apa pendapatmu?
Saya gak keberatan dengan orang-orang yang tersinggung sama konten di dalamnya. Itu kan hak mereka. Tapi kalau satu situs mengumpulkan peristiwa-peristiwa faktual soal kota mereka cukup untuk mematahkan mental masyarakat, bayangkan apa yang akan terjadi kalau ada krisis betulan di Singapura. Saya rasa warga Singapur memang tertarik dengan drama dan konflik. Itulah landasan dari sebagian besar hiburan yang kami konsumsi; konflik membuat hal-hal lebih menarik.

Selain blogmu, sekarang mulai bermunculan situs teori konspirasi dan perdebatan yang khusus membahas Yishun. Apa komentarmu?
Orang-orang biasanya suka membuat berita sensasional karena pengin tenar di internet. Tapi sedikit sekali yang mau menyempatkan baca berita positif soal Yishun. Ada kok berita kalau peluangmu menang lotre meningkat kalau beli di Yishun. Dulu pernah ada juga berita tentang pria misterius yang menyelamatkan supir bus yang terjebak dalam kecelakaan beruntun dengan tiga truk. Setelah itu dia buru-buru pergi. Saya menyimpan cerita-cerita positif tentang Yishun, tetapi ada unsur konflik yang membuat cerita ini semakin menarik.

LOUIS NG, ANGGOTA PARLEMEN, AKTIVIS PENYAYANG BINATANG

VICE: Halo Louis. Publik sering dengar berita kekerasan pada hewan di Yishun. Dari temuan parlemen, apa penyebabnya?
Louis Ng: Saya yakin pelakunya mengalami gangguan mental. Sulit menangkap mereka karena kurangnya kesadaran tentang kasus ini. Orang-orang juga jarang terlibat dalam mengakhiri kekerasan pada hewan. Hal paling pertama yang saya lakukan yaitu memberitakan apa yang terjadi di Yishun dan merilis informasi semua kasus pembunuhan kucing.

Sebagai aktivis penyayang binatang, kamu ingin kasus di Yishun dihentikan dan warga setempat mau bersaksi untuk menangkap pelaku. Menurutmu pembunuhan kucing ini janggal tidak sih?
Kebanyakan kucing yang mati di sini karena bertengkar dengan anjing. Ini terjadi di mana saja, tidak hanya di Yishun. Selain itu juga sudah terjadi sejak dulu. Meskipun tidak berpengaruh pada jumlah kematian kucing, tapi orang-orang mulai bekerja sama dengan pihak berwenang untuk menuntaskan kekejaman ini. Mereka memantau lokasi saat tengah malam untuk mencegah pembunuhan kucing.

Iklan

Kesannya warga di sana membiarkan kucing-kucing mati beruntun ya. Tapi menurutmu, apakah kondisi di Yishun mulai membaik sekarang?
Situasinya sudah membaik dan ada penurunan tajam. Kesadaran dan peran aktif masyarakat yang bekerja sama dengan pihak berwenang sangat membantu. Tapi masalah ini tidak mungkin selesai dalam sekejap. Pemerintah harus terus aktif meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kesejahteraan hewan.

RAJIV SHARMAN, WARGA YISHUN

VICE: Halo Rajiv, menurutmu Yishun itu kondisinya seperti apa sih?
Rajiv Sharman: Saya tinggal di sini sejak lahir. Sudah 28 tahun. Saya akan membagi Yishun jadi dua bagian, Khatib (subset keseluruhan kota) dan Yishun. Kamu harus tinggal di sini untuk tahu kondisi sebenarnya. Saya tinggal di Khatib. Tapi menurut saya, terlepas dari reputasi buruknya, Yishun adalah kota yang aman dan tentram.

Jujur, ada banyak kejadian aneh di Yishun diberitakan media beberapa tahun belakangan. Apakah kamu merasa insiden-insiden itu janggal?
Saya yakin kejanggalan serupa sebenarnya sering terjadi di daerah lain di Singapura, cuma kurang diberitakan saja. Tapi dengan semua cap buruk dari orang luar, saya justru jadi lebih menghargai tempat tinggal saya sekarang. Beberapa tahun lalu saya pernah melihat bangkai kucing saat sedang berlari pagi di waduk dekat sebuah rumah sakit di Yishun. Entah itu ada hubungannya dengan mitos pembunuhan kucing atau tidak, tapi saya tidak terpengaruh pemberitaan media selama ini. Tempat ini aman untuk ditinggali dan dikunjungi siapapun kok.

Untuk mengetahui berbagai kejadian aneh dan ganjil dari Yishun, simak saja blog The Yishun Dream.