Inilah Kisah Hidup Trevor, Bebek Paling Kesepian di Dunia

Trevor adalah satu-satunya bebek di pulau terpencil Niue, Selandia Baru. Penduduk setempat memperlakukan Trevor seperti dewa.
13.9.18
Ini bukan foto Trevor, tapi setidaknya ini jenis bebek yang sama. Foto ilustrasi via Wikimedia Commons

Pulau Niue di Samudera Pasifik memiliki penduduk manusia sebanyak 1.624 jiwa. Uniknya, pulau ini cuma punya satu bebek. Bebek itu bernama Trevor, sejenis itik melewar. Bebek Trevor punya nama yang sama dengan politikus Selandia Baru, Trevor Mallard.

Itik melewar banyak berkembang biak di Selandia Baru. Niue berjarak 2.400 km dari kepulauan utama Negeri Kiwi. Tidak ada satu pun warga setempat yang tahu bagaimana Trevor bisa sampai ke Niue. Banyak yang mengira kalau dia terbang dari Selandia Baru atau Australia, tapi rasanya tidak mungkin karena jaraknya terlalu jauh. Ada juga yang beranggapan kalau Trevor terdampar saat naik perahu atau kapal pesiar. Dia langsung berlari ke alam bebas setelah kapal berlabuh.

Bagaimanapun caranya, Trevor memutuskan untuk tinggal di sana. Bebek ini bahkan jadi tokoh penting bagi penduduk setempat karena dia paling beda sendiri.

"Kami punya hewan yang hidup di air, seperti paus dan lumba-lumba, tapi tidak ada yang hidup di darat," kata Felicity Bollen, CEO Niue Tourism yang mempromosikan pariwisata setempat. "Anjing satu-satunya hewan darat di sini. Tidak ada domba, kuda, atau sapi. Makanya aneh banget waktu ada bebek di sini."

Selain itu, Niue juga kekurangan lahan basah dan kolam. Trev hanya bisa bertahan hidup di genangan air dekat bandara. The Guardian melaporkan kalau warga sering menyiramkan air ke genangan. Petugas pemadam kebakaran bahkan rutin menyemprotkan air supaya genangannya tidak kering. Penduduk setempat juga memberikannya makanan setiap hari, mulai dari roti baguette, kacang polong, jagung, nasi, sampai pakcoy. Orang-orang memperlakukannya seperti Tuhan.


Tonton dokumenter VICE soal tradisi unik balapan mengendarai kuda sambil mabuk di Guatemala:


"Semua orang di sini tahu Trevor," kata warga bernama Randall Haines. "Setiap kami pergi ke kota, kami pasti menyempatkan melongok, untuk memastikan si bebek masih di sana atau tidak."

Randall saat diwawancarai ABC menyatakan Trevor "tampak senang hidup di sini, meskipun tidak punya banyak teman."

Meski begitu, warga lama-lama khawatir dengan kondisi Trevor. Apakah pantas dia hidup seperti ini? Trevor kesepian atau enggak? Apa yang bisa mereka lakukan supaya Trevor tidak kesepian?

Warga sangat mempedulikan kesejahteraan Trevor, sampai-sampai Kementerian Pertanian, Perhutanan, dan Perikanan di Niue sedang mempertimbangkan untuk membuat perahu rakit dan membawa bebek lain yang bisa menemani Trevor. Kalau kiranya tidak memungkinkan, mereka punya pilihan lain untuk membuat mainan kayu supaya Trevor tidak sendirian.

"Trevor sendirian, sedangkan bebek biasanya hidup berkelompok," kata Claire Trevett, Deputy Editor Politik di NZ Herald, yang pertama kali bertemu bebek populer ketika berlibur di Niue beberapa waktu lalu. "Ada ayam jago yang menyadari keberadaan bebek ini dan tahu dia sering dikasih makan. Ayam jago itu sekarang jadi suka mengusik dan mengejar Trevor."

Sebaliknya, ada beberapa warga yang bersikeras kalau Trevor bisa hidup mandiri.

"Kalau Trevor ingin tinggal di sini, kami akan membiarkannya dan memberinya air bersih," kata Bollen. "Semuanya tergantung Trevor kalau dia mau tetap tinggal di sini. Tidak ada yang bisa ikut campur urusannya."

Artikel ini pertama kali tayang di VICE Australia