Mencari Pasangan Ideal

Apa Sih Sebetulnya Yang Bikin Sapioseksual Tertarik Sama Orang Lain

Golongan sapioseksual adalah muda-mudi single yang merasa lebih menghargai intelektualitas dibanding penampilan fisik.
14.11.17

Artikel ini pertama kali tayang di Tonic

Bisa jadi, tanpa disadari kamu adalah seorang sapioseksual. Sapioseksual adalah sebutan bagi orang-orang yang menganggap kecerdasan sebagai aspek paling berharga dalam hubungan asmara. Pada 2014, OkCupid mencantumkan “sapioseksual” sebagai salah satu pilihan orientasi seksual. Sejak itu, istilah tersebut menjadi ramai digunakan pada berbagai aplikasi kencan. Aplikasi bernama Sapio (“The Intelligent Dating App”) diluncurkan untuk memenuhi kebutuhan orang-orang yang terangsang secara intelek. Sejak ada aplikasi itu, sapioseksual muda jumlahnya merajalela. Sesulit apa sih menemukan cinta di dunia yang seringkali mencemooh istilah “sapioseksual” sebagai cuma gaya-gayaan doang? Kami nanya-nanya sama beberapa sapioseksual supaya lebih paham pasangan seperti apa yang mereka cari dalam hidup ini.

Iklan

Katie, 32, Karyawan Startup

Kapan kamu menyadari bahwa cowok-cowok cerdas lebih menarik?
Pas kuliah. Saat itu cowok-cowok cerdas nongol entah dari mana dan gue akhirnya sadar: gue hanya tertarik sama cowok-cowok yang tahan berargumen sengit di kelas. Gue udah nyoba jalan bareng cowok-cowok yang enggak cerdas tapi gantengnya naudzubillah. Tapi yang ada malah baru seminggu udah bosen. Pernah ada cowok yang putus-nyambung sama gue selama tiga tahun, dulu dia sering mengabaikan gue setelah kencan-kencan romantis karena dia menemukan algoritma yang bisa bikin kipas komputer dia berputar lebih cepat. Tadinya gue kira itu bikin gue terangsang, tapi kalau dipikir-pikir, itu mah salah satu dari banyak red flags. Kamu biasanya tertarik karena apa dong? Ingatan fotografi seksi banget sih bagi gue, tapi kadang bisa menjengkelkan dalam hubungan.

Beberapa orang bilang sapioseksual itu sebenarnya cuma orang tengil. Menurutmu gimana?
Bener sih. Gue emang tengil soal itu.

Tanoya, 23, Direktur Lembaga Studi

Apa yang membuatmu suka sama orang intelek?
Saya berkulit hitam, perempuan, berusia 23 tahun, sarjana mikrobiologi, anak adopsi, biseksual, dan seorang atheis. Dari pengalaman saya, karena itu semua, saya jadi kesulitan menjalin hubungan. Menjadi seorang sapioseksual adalah cara terbaik bagi saya untuk mengembangkan hubungan-hubungan dalam hidup, baik yang romantis maupun tidak.

Kapan kamu menyadari kalau dirimu masuk kategori sapioseksual?
Saat itu saya berusia 18 tahun, capek banget, dan lagi nunggu lorong untuk masuk ke kelas filsafat sains. Ada cowok kurus yang ngajak ngobrol. Dia cerita soal serangga-serangga yang dia temukan di pepohonan Amazon, dan bahwa pekerjaannya adalah menghitung segala jenis serangga. Secara fisik dia enggak menarik, tapi saya jadi tertarik sama dia. Tapi kemudian saya menyadari saya lebih tertarik dengan pembicaraan soal sains.

Iklan

Amir, 29, Dokter

Kenapa kamu mengklaim dirimu sapioseksual?
Aku selalau terpesona dengan sains dan ilmu pengetahuan. Aku udah master, punya gelar dokter, dan sekarang lagi ambil MBA. Aku pengin berkencan dengan orang-orang dengan pola pikir sama dan yang seru diajak ngobrol panjang. Ada banyak tanggapan negatif di internet terhadap istilah sapioseksual. Orang-orang bilang ini cuma gaya-gayaan doang. Menurutmu?
Kalau kamu enggak tertarik sama orang berpendidikan dan cerdas, itu berarti kamu yang perlu dipertanyakan. Bukannya orang-orang cerdas yang tertarik sama orang-orang cerdas juga.

Apa penampilan masih penting buat kamu?
Ya, penampilan kan titik mulanya, tapi setelah lima menit ngobrol, mereka bisa jadi enggak menarik. Okay, it was nice meeting you, tapi aku enggak mau ketemu kamu lagi ya, gitu.

Megan, 29, Seksolog

Kapan dan gimana kamu menyadari lebih tertarik sama kecerdasan lawan jenis?
Kayaknya gue mulai sadar akan sifat sapioseksual gue saat gue memutuskan untuk berhenti ngewe sama… ada lah, seorang cowok ganteng. Susah banget putus kalau tititnya mantep, tapi gue terus-terusan merasa cowok ini enggak memiliki pikiran yang menarik. Seksnya enak banget, tapi kami enggak bisa ngobrolin apa-apa.

Apa hal yang paling menarik soal pacaran sama orang cerdas?
Gue suka banget bayangan bahwa pacar gue lagi semacam “ngelus” otak gue gitu. Bisa aja pas dia lagi bikin gue berpikir keras, atau lagi menunjukkan ilmu yang dia punya soal bom, dan hal kayak gini efeknya bisa ke seluruh tubuh lho. Gue seneng banget lelucon jenaka dan permainan kata, atau observasi situasional. Apapun deh, yang bisa bikin gue mikir “Cowok ini seru banget.”

Iklan

Stephen, 29, Mahasiswa Pascasarjana

Apa sih aspek tersulit setelah mengaku sapioseksual?
Yang paling sulit adalah diperkenalkan pada istilahnya, alih-alih pada proses menemukan betapa pentingnya kecerdasan bagi saya saat menilai calon pasangan.

Adakah hal khusus yang kamu cari dari sosok pacar?
Seorang perempuan yang bisa memenangkan debat dengan saya, tuh, hot banget. Oh, dan ya, perpustakaan lumayan bikin saya terangsang selama menyimpan sekurang-kurangnya satu karya klasik.

Steve, 28, Konsultan Kencan Online

Kapan elo pertama kali mendengar istilah sapioseksual ?
Awalnya sih di profile aplikasi pengguna OkCupid pada Agustus 2012. Profile cewek ini bikin saya naksir berat, jadi saya penasaran apakah istilah “sapioseksual” adalah penjelasan terbaik soal mengapa saya begitu tertarik pada dia. Saya kemudian menemukan bahwa banyak top-matches saya di OkCupid mendaku sebagai sapioseksual, dan bahwa saya bisa menemukan orang-orang yang cocok sama saya hanya dengan nge-search kata kunci itu.

Kalau setiap sapioseksual memiliki satu kualitas khusus yang mereka cari, apa yang kamu cari?
Saya akan nyari orang-orang yang memiliki rasa penasaran tak terbatas dan generativitas. Kalau kamu membawa mereka ke ruangan kosong, mereka bisa menciptakan sebuah game biar seru.

Mariana, 28, Mahasiswa Psikologi

Apa kamu sudah mendaku sebagai sapioseksual untuk waktu yang lama?
Enggak kok, baru-baru ini. Mungkin beberapa bulan lalu lah. Awalnya tuh ada sepasang anggota keluarga perempuan yang bilang saya harus mulai menurunkan standar saya; menurut mereka, saya enggak bisa berharap bertemu cowok yang sesuai dengan selera saya dan sekaligus cerdas. Mereka bilang cowok kayak gitu enggak ada. Baru deh saya akhirnya nyadar betapa pentingnya kecerdasan dan ilmu pengetahuan buat saya. Menurut definisnya, ya saya sapioseksual. Terus sehari-hari kayak gimana tuh?
Ya susah lah. Ketemu cowok sih enggak susah ya, tapi saya jadi gampang bosan. Apalagi pas tahu bahwa cowok-cowok itu enggak ngerti yang aku omongin, dan enggak ada niatan buat baca buku atau belajar hal baru di luar zona nyaman mereka.

Jadi, penampilan masih penting engggak nih?
Tetep penting lah! Sama aja kayak orang pada umumnya. Perbedaannya adalah penampilan bukan hal paling penting. Seseorang yang merangsang otak saya lebih menarik dan diinginkan daripada seseorang yang merangsang tubuh saya.

Zack Baazov, 32, Terapis Pijat

Kapan pertama kali tingkat kecerdasan memengaruhi keputusanmu untuk mengencani seseorang?
Kayaknya waktu saya berusia 19 atau 20 tahun deh. Saya berkencan dengan seorang cewek pirang yang cakep sejak SMA, dan saya teralihkan dengan kecantikan dia. Saya masih ingat betapa ilfilnya saya sewaktu kami membahas pemilu, Bush versus Kerry. Dia bilang dia bakal vote Kerry, yang sebenarnya sah-sah saja, tapi alasan dia adalah, dia pernah dengar keluarga Bush makan anak-anak. Awalnya saya kira dia bercanda, tapi ternyata dia benar-benar percaya rumor kayak gitu. Sejak itu, saya enggak pernah bisa ngewe sama cewek yang enggak cerdas, terlepas betapa cakepnya cewek itu. Bagaimana kamu mendeskripsikan tipe kecerdasan yang kamu cari secara khusus?
Saya emang enggak berpendidikan ya, tapi saya percaya diri dengan kecerdasan saya. Kecerdasan dan pendidikan adalah dua hal berbeda. Saya pernah bertemu orang-orang yang cerdas, dan pernah bertemu orang-orang dungu padahal berpendidikan. Biasanya, kelompok orang kedua adalah lulusan universitas Ivy League.