Sigaret Mewah Kesukaan Kim Jong Un
Ilustrasi oleh Ben Park.
Barang Mewah

Sigaret Mewah Kesukaan Kim Jong Un

Ingat merokok berbahaya! Tapi nyatanya ada yang mau beli satu bungkus rokok seharga Rp750 ribu buatan Yves Saint Laurent.
28 Oktober 2017, 4:00am

Artikel ini pertama kali tayang di GARAGE.

Perlu kami tegaskan lagi di awal tulisan ini: merokok adalah gaya hidup yang berbahaya bagi kesehatan kalian. Hindari merokok sebisa mungkin. Kalau yang kalian cari adalah gaya hidup, ada alternatifnya kok. Bawa aja kotak rokok elegan warna hitam, yang dihiasi huruf emboss motif emas. Kalian akan punya citra kayak orang tajir demen mengoleksi wadah rokok Adidas yang langka itu. Ingin lebih elegan lagi? Ada pilihan lain. Coba saja cari rokok khusus, plus wadahnya tentu saja, buatan Yves Saint Laurent.

Yup, kalian tidak salah baca. Rumah desain Yves Saint Laurent punya produk rokok mewah. Kalau celana YSL bisa menguras kantong kalian, karena harganya mencapai US$1.000, satu pak rokok mereka "untungnya" hanya dijual senilai US$55 (setara Rp750 ribuan). Tentu saja, harga segitu mencekik buat perokok betulan. Ngapain buang-buang uang untuk satu pak rokok isi 20 batang. Eits, jangan lupa, YSL adalah brand yang menyasar kalangan tajir. Buat orang superkaya, tampilan lebih penting dari isi. Gengsi lebih bernilai dari substansi. Bawa satu pak buat nongkrong, tanpa perlu kalian isap beneran deh, pasti orang yang melihat dapat kesan "wih, orang kaya dari mana tuh?"

YSL tanpa malu-malu bikin promosi yang sadar rokoknya menjual citra, bukan citarasa. "Bagi konsumen yang memilih merokok Yves Saint Laurent, maka dia akan tampak lebih menarik dibanding mengisap produk sigaret lainnya. Bahkan dia akan tampak lebih menarik dibanding orang yang tidak merokok." Ckckckck.

Sebenarnya produk rokok fashion sudah ada sejak lama. Rumah mode seperti Givenchy, Versace, Pierre Cardin, Christian Lacroix, hingga Cartier masing-masing memiliki lini sigaret khusus. Kebanyakan menyasar perokok perempuan (terutama perempuan profesional yang punya minat tinggi terhadap fesyen ataupun supermodel). Rokok mewah untuk pencitraan ini massif banget dipasarkan pada dekade 1960-an. Ada juga rokok yang dipasarkan dengan brand 'Le Smoking' bagi laki-laki.

Pastinya kalian penasaran. Sudah hampir tiga dekade, rokok dilarang di mana-mana karena terbukti memicu kanker. Apakah rokok mewah masih ada pasarnya? Siapa emang yang beli? Eits, jangan salah. Kim Jong Un suka banget! Diktator Korea Utara itu memang dikenal sebagai perokok aktif, baik sigaret maupun cerutu.

Yves Saint Laurent, sosok lelaki pendiri rumah mode ternama ini, juga seorang perokok berat sampai akhir hayatnya. Saat diwawancarai media pada 1968, lucunya, Yves Saint Laurent mengaku tidak pernah mengisap rokok perusahaannya sendiri. Dia juga tidak peduli rasa rokok YSL enak atau tidak. Kalau orang-orang superkaya masih mau membeli rokok mewah tersebut, tampaknya kita harus menerima kenyataan berikut: merokok berbahaya dan bisa membunuhmu, tapi gaya hidup 'Le Smoking' akan terus hidup.