The VICE Guide to Right Now

Kepunahan Massal Keenam di Planet Bumi Terjadi Lebih Cepat dari Perkiraan

Dampaknya tidak bisa diubah, sehingga kita harus segera bertindak sebelum peradaban manusia di era ini ikut kena getahnya.
4.6.20
patung dinosaurus di kebun
Foto oleh Mike via Pexels

Seakan belum cukup dengan pandemi COVID-19, serangan belalang dan badai, umat manusia kini dihadapkan dengan ancaman baru yang sama mengerikannya. Berdasarkan studi yang diterbitkan 1 Juni dalam Proceedings of the National Academy of Sciences, kepunahan massal keenam dalam sejarah Bumi bergerak semakin cepat. Penyebabnya apalagi kalau bukan manusia.

Gerardo Ceballos González, peneliti dan guru besar ekologi di National Autonomous University of Mexico, membeberkan ada setidaknya 173 spesies yang punah sepanjang 2001-2014. Penelitian menjelaskan, “Sejauh ini 515 spesies terancam punah (1,7 persen dari vertebrata yang dievaluasi).”

“Sekitar 94 persen populasi 77 spesies mamalia dan burung yang terancam telah punah dalam satu abad terakhir,” Gerardo memberi tahu New York Times. Itu berarti “setiap tahun selama satu abad terakhir, kita kehilangan jumlah spesies punah yang sama dalam 100 tahun.” Dalam studinya, para peneliti mendesak orang-orang untuk bertindak sekarang juga.

“Kepunahan massal keenam adalah ancaman paling serius bagi kelangsungan hidup manusia. Dampaknya tidak bisa diubah,” bunyi siaran pers yang dirilis Centre for Biological Diversity untuk menjelaskan penelitiannya. “Ribuan populasi spesies vertebrata terancam punah telah hilang dalam satu abad terakhir, menunjukkan kepunahan massal berlangsung semakin cepat dan disebabkan oleh manusia. Akselerasi krisis kepunahan tidak dapat dihindari karena populasi manusia dan tingkat konsumsi terus tumbuh.”

Iklan

Para peneliti memperkirakan seperlima dari semua spesies terancam punah pada pertengahan abad. Jika pemerintah dunia tidak melakukan apa-apa, maka setengah atau justru lebih dari setengahnya akan punah pada 2100.

“Berdasarkan pengamatan kami, krisisnya sudah sangat buruk sampai-sampai apa saja yang kita lakukan dalam 10 hingga 50 tahun ke depan akan sangat memengaruhi masa depan umat manusia,” kata Gerardo kepada BBC News.

Punahnya satu spesies akibat ulah manusia dapat menciptakan efek domino pada spesies lain, termasuk manusia itu sendiri. “Tekanan manusia pada biosfer terus meningkat. Pandemi COVID-19 hanyalah contoh terbarunya,” tulis para peneliti. Kepunahan akan terjadi secara bertahap, yang kemungkinan dimulai dengan hilangnya spesies terancam. Keanekaragaman hayati regional akan rusak setelahnya akibat manusia, dan memicu kepunahan lebih lanjut pada spesies lain.

Follow Satviki di Instagram.

Artikel ini pertama kali tayang di VICE India