Sejarah Peradaban

Kota Emas yang Hilang 3.000 Tahun Lalu Ditemukan di Mesir

Ini merupakan penemuan arkeologi terpenting kedua dari era Mesir kuno, setelah makam Raja Tutankhamun pada 1922.
12.4.21
‘Kota Emas yang Hilang’ 3.000 Tahun Lalu Ditemukan di Mesir
Foto oleh Ahmed Diab/picture alliance via Getty Images

Sejumlah arkeolog menemukan kota yang hilang selama 3.000 tahun di Luxor, bagian selatan Mesir, menjadikannya salah satu penemuan terbesar sepanjang sejarah.

Dalam postingan Facebook pada Kamis, arkeolog Zahi Hawass menyebut wilayah bernama Aten sebagai “kota terbesar yang pernah ditemukan” di Mesir yang berasal dari periode tersebut. Hawass memanggil Aten dengan sebutan “Kota Emas yang Hilang”.

Iklan

“Kota Hilang ini adalah penemuan arkeologi terpenting kedua sejak makam Tutankhamun,” ujar Betsy Brian, guru besar ilmu sejarah Mesir di Universitas John Hopkins, dalam pernyataan yang sama. Dia menambahkan temuannya memberikan “gambaran langka tentang kehidupan orang Mesir Kuno pada masa kejayaan Kekaisaran.”

Pakar berpendapat Aten berdiri pada masa Firaun Amenhotep III yang memimpin Mesir pada 1391-1353 SM. Dugaan itu dipertegas oleh benda-benda berukir segel Amenhotep III yang ditemukan di sekitar wilayah penggalian, seperti cincin, kumbang scarab, bejana dan bata lumpur.

Sumber menunjukkan Aten menjadi terbengkalai pada masa pemerintahan Akhenaten, putra Amenhotep III yang memindahkan ibu kota ke Amarna — ratusan kilometer jauhnya di sebelah utara. Penemuan Aten dapat mengisi celah sejarah kota tersebut, serta memperjelas masa kejayaan dan keruntuhannya.

Dipimpin oleh Hawass, tim arkeolog mulai melakukan penggalian di wilayah itu pada September 2020. Mereka awalnya ingin mencari kuil Tutankhamun atau Raja Tut, yang merupakan putra dari Akhenaten. Mereka menduga kuilnya berada di antara kuil Rameses III di Medinet Habu dan kuil Amenhotep III di Memnon. Namun, mereka justru dikejutkan oleh formasi bata lumpur yang rupanya sebuah hamparan kota luas. Hawass menjelaskan meski terkubur pasir ribuan tahun lalu, kondisi perumahan dan wilayah komersial Aten masih sangat baik.

Sejumlah kawasan hunian yang dipenuhi pernak-pernik dan perkakas Mesir Kuno bermunculan dalam penggalian tersebut, serta setidaknya sisa-sisa satu penduduk kota. Tim arkeolog juga menemukan toko roti, pemakaman dan pusat administrasi.

“Jalanan kota diapit oleh rumah-rumah yang sebagian temboknya setinggi tiga meter,” tutur Hawass. “Kota ini membentang hingga ke Barat, sampai ke Deir el-Medina yang terkenal.” Dia mengacu pada desa kuno yang berdiri pada waktu yang sama dengan Aten.

Masih banyak misteri yang belum terungkap dari “Kota Emas yang Hilang”. Penggaliannya terus berlanjut, dan mungkin saja arkeolog baru berhasil menemukan sisa-sisa jasad penduduknya beberapa bulan atau tahun kemudian.