6 Sampul Album Musik Langka Karya Basquiat, Warhol, dan Masih Banyak Lagi
Musik

6 Sampul Album Musik Langka Karya Basquiat, Warhol, dan Masih Banyak Lagi

Dengan menelusuri sampul-sampul piringan hitam dari masa lalu, kita sekaligus bisa mengikuti perkembangan seni modern.
14 Januari 2018, 3:00am

Artikel ini pertama kali tayang di i-D.

Kamu mungkin sudah familiar dengan sampul album self-titled The Velvet Underground & Nico. (Itu lho, yang ada pisang besar—didesain tentunya oleh Andy Warhol). Tapi tahukah kamu bila 15 tahun sebelumnya, tepatnya pada 1952, Warhol sempat membuat ilustrasi untuk The Nation’s Nightmare, sebuah siaran radio CBS tentang narkotika dan kejahatan?

Atau bahwa di 1992, Cindy Sherman menciptakan sampul album Babes in Toyland? Atau sebelum Collier Schoor memfoto lukisan Joanne-nya Lady Gaga, dia bekerja dengan band trip-hop Inggris, Sneaker Pimps di akhir dekade 1990'an.

Semua sampul album kolaborasi ini muncul dalam Art & Vinyl. Pameran unik ini—dipamerkan di Galeri Fraenkel di San Francisco—adalah pameran pertama yang berfokus di karya seni komisi yang diciptakan spesifik untuk album musik. (Bukan album yang mengambil karya seni lain lho ya).

Seleksinya mencakup tujuh dekade, dimulai dengan ilustrasi Pablo Picasso dari 1949, dan ditutup dengan sampul album karya Sophie Calle yang dirilis tahun lalu. Di tengah itu, ada juga karya dari Jean Cocteau, Yves Klein, Josef Albers, Yoko Ono, Lee Friedlander, Robert Mapplethorpe, Laurie Anderson, Keith Haring, Kiki Smith, David Wojnarowicz, Fancesco Clemente, Jean-Michel Basquiat, Cy Twombly, David Shrigley, Ed Templeton, Yayoi Kusama, dan Wolfgang Tilmans, dan masih banyak lagi.

Semua album langka Art & Vinyl adalah edisi cetakan pertama. Mereka merupakan koleksi dari sang kurator acara, Antoine de Beaupre—penulis ringkasan fokus fotografi, Total Records, dan pendiri Librairie 213 (sebuah toko buku Paris yang berspesialisasi di buku-buku langka yang sudah tidak dicetak lagi). Sebelum menekuni komposisi jazz di Berklee College of Music di Boston di akhir 1990an, de Beaupre sudah mulai membangun koleksi album musiknya. Album-album hip-hop klasik yang dia beli di zaman remaja kini menjadi sumber daya berharga bagi banyak produser yang tidak bisa menemukan album tersebut di manapun.

“Lewat bisnis saya, saja menjadi familiar dengan beberapa karya fotografi,” jelas de Beaupre. “Ketika saya sedang membolak-balik album, saya menyadari bahwa banyak fotografer dan seniman telah menciptakan artwork untuk sampul album. Jadi saya memutuskan untuk membangun koleksi berdasarkan elemen tersebut. Ini adalah proyek yang sudah saya kerjakan selama lebih dari 10 tahun, “jelasnya tentang Art & Vinyl.

De Beaupre menekankan bahwa koleksi bukanlah indeks lengkap dari semua sampul album yang pernah diciptakan oleh seniman berbakat (hasil karya Raymond Pettibon sendiri saja banyaknya bukan main). Namun, dia berfokus di sampul yang secara terbaik merefleksikan seniman penciptanya di periode spesifik ketika album tersebut dirilis. Saya bertanya, misalnya, kenapa seleksinya tidak memasukkan sampul karya William Eggleston, fotografer Amerika yang dikenal atas penggunaan saturasi warnanya. Alasannya? Pertama, mayoritas foto Eggleston diapropriasi untuk album, alih-alih diciptakan secara spesifik untuk sampul album. Kedua, satu karya komisi Eggleston yang dikenal oleh de Beaupre, sebuah foto hitam putih yang diambil di awal 80an, “Bagi saya, tidak representatif akan karya Eggleston.”

Art & Vinyl menampilkan sebuah sejarah seni yang kaya dari pertengahan abad 20an hingga hari ini, mengusut jejak strategi konseptual dari Abstract Expressionism hingga skulptur Koonsian. Dan tentunya juga menampilkan banyak musik yang layak dikulik. (Sebelum datang, saya tidak familiar dengan Consolidated, sebuah band industrial awal 90an dengan etos aktivis, yang album 1994-nya Business of Punishment didesain oleh Barbara Kruger.)

“Yang menarik saya adalah bagaimana LP merupakan sebuah medium populer yang aksesibel bagi semua orang,” kata de Beaupre. “Saya berharap Art & Vinyl akan membawa penggila musik ke dalam dunia seni, dan pegiat seni akan mulai memperhatikan obyek-obyek umum yang bisa ditemukan di dalam rumah. “ Di bawah ini, de Beaupre berbagi cerita tentang tujuh sampul album.

ANDY WARHOL, The Nation’s Nightmare (Traffic in Narcotics/Crime on the Waterfront) , 1952 © 2018 Andy Warhol Foundation / ARS, NY, courtesy Fraenkel Gallery, San Francisco

Andy Warhol, 1952
Judul Album: The Nation’s Nightmare (Traffic in Narcotics/Crime on the Waterfront). Label: Columbia Special Products. Country: USA.
Format: 33 rpm.
Jumlah Edar: Tidak Diketahui.

i-D: Kita mengasosiasikan Warhol dengan album macam Sticky Fingers-nya the Rolling Stones yang juga kamu masukan dalam Art & Vinyl. Tapi ilustrasi Warhol di sini sangat berbeda.
Antoine de Beaupré: Iya. Kalo gak salah, Warhol sempat menggambar 50 atau 60 sampul album. Semua album Warhol yang saya pilih dari koleksi memang menggambarkan karya Warhol di periode spesifik tersebut. Ini adalah salah satu yang paling awal. Imej yang dia gambar sangatlah kuat, dan contoh imej yang kamu tidak akan bisa produksi untuk sebuah sampul album di hari gini. Jadi menaruh karya ini dalam konteks waktunya yang sesuai, sangatlah luar biasa dan menarik—tema albumnya dan kebebasan yang tersedia, dan sebagainya.

ROBERT FRANK, Exile on Main St. by The Rolling Stones, 1972 © Robert Frank, courtesy Fraenkel Gallery, San Francisco

Robert Frank, 1972
Musisi: The Rolling Stones.
Judul Album: Exile on Main St.
Label: Rolling Stones Records. Country: USA.
Format: 33 rpm.
Jumlah Edar: Tidak Diketahui

Saya pernah membaca bahwa The Rolling Stones awalnya menugaskan Man Ray untuk membuat sampul ini.
Iya. Sebetulnya saya punya sampul test record orisinil Man Ray di acara perdana Total Records. Namun hasil karya Man Ray tidak disukai oleh the Rolling Stones. Jadi mereka meminta Robert Frank, teman mereka saat itu. Mereka pindah dari Man Ray ke Robert Frank, lumayan lah ya! [tertawa].

RAYMOND PETTIBON , Jealous Again by Black Flag, 1982 © Raymond Pettibon, courtesy Fraenkel Gallery, San Francisco

Raymond Pettibon, 1982
Musisi: Black Flag.
Judul Album: Jealous Again. Label: SST Records. Country: USA .
Format: 45 rpm/12’’.
Jumlah Edar: Tidak Diketahui.

Kenapa memilih Jealous Again dari semua karya Pettibon untuk Black Flag?
Tujuan saya di pameran ini bukanlah untuk menampilkan daftar lengkap sampul album yang dibuat oleh seniman-seniman ini. Saya hanya memilih materi atau album awal yang mencerminkan senimannya—yang sangat melambangkan seni mereka. Mirip seperti Warhol dan banyak lainnya, koleksi karya awal Raymond Pettibon sangatlah penting. Ini adalah salah satu yang paling awal, dan saya sangat menyukai sampulnya. Saya punya album lain yang dirilis belakangan [_Goo_-nya Sonic Youth] dan gayanya sangat jauh berbeda.

JEAN-MICHEL BASQUIAT, Beat Bop by Rammellzee vs. K-Rob, 1983 © The estate of Jean-Michel Basquiat / Adagp, courtesy Fraenkel Gallery, San Francisco

Jean-Michel Basquiat, 1983
Musisi: Rammellzee vs. K-Rob.
Judul Album: Beat Bop. Label: Tartown Record Co. Country: USA.
Format: 45 rpm/12’’.
Jumlah Edar: 500 kopi

Saya pernah membaca kalau Basquiat sebetulnya memproduksi album ini. Tartown Records adalah label rekaman miliknya sendiri.
Betul. Basquiat hanya membuat dua sampul album, dan ini salah satunya. Ini adalah LP yang rusak, karena memang sangat langka. Hanya 500 dicetak saat itu. Dan tidak banyak yang bertahan setelah beberapa tahun ini. Di saat itu [kontemporer Basquiat di kancah graffiti New York], Futura 2000 dan Keith Haring menjadi terkenal di kancah seni popular. Saya merasa sampul album mereka layak masuk koleksi bersama dengan nama-nama besar seni dunia lainnya. Salah satu yang saya suka adalah karya Futura 2000 untuk Cabaret Voltaire [Fools Game/Gut Level, 1983]. Saya juga mencetak sisi belakang sampul dalam katalog, yang hanya menampilkan cat semprot hitam putih. Tapi saya merasa ini sangat modern dan keren! Takashi Murakami dan Kaws [sampulnya untuk album Kanye West juga masuk ke dalam _Art & Vinyl_], mereka adalah perpanjangan dari generasi seniman ini.

GERHARD RICHTER, Goldberg Variations, 1984 © Gerhard Richter, courtesy Fraenkel Gallery, San Francisco

Gerhard Richter, 1984
Musisi: Glenn Gould.
Judul Album: Bach: The Goldberg Variations.
Label: CBS Masterworks.Country: Netherlands.
Format: 33 rpm.
Jumlah Edar: 100 kopi.

Album ini dari awal emang bukan buat didengerin kan?
Iya! [tertawa]. Ini adalah cawan suci dari koleksi, karena ini adalah lukisan orisinil yang muncul di sampul LPnya. Saat itu, Gerhard Richter sedang mengeksplorasi lukisan abstrak. Dia menciptakan satu edisi di setiap LP. Semua album yang sama—Bach: The Goldberg Variations, oleh Glenn Gould—tapi setiap lukisan itu unik. Dia mengambil album ini dan mengubahnya menjadi karya seni.

RICHARD PRINCE, We Got It from Here... Thank You 4 Your Service by A Tribe Called Quest, 2016 © Richard Prince, courtesy Fraenkel Gallery, San Francisco

Richard Prince, 2016
Musisi: A Tribe Called Quest.
Judul Album: We Got It from Here... Thank You 4 Your Service. Label: Epic. Country: USA.
Format: 33 rpm.
Jumlah Edar: Tidak Diketahui.

Jujur, saya bahkan tidak sadar Richard Prince membuat sampul ini, biarpun ini masih tergolong baru.
Saya merasa ini menutup koleksi dengan sangat baik. Menjelang akhir koleksi, kamu akan melihat nama-nama besar yang masih berkarya dalam medium yang populer. Di sini, kita melihat karya seni tingkat tinggi dari seorang seniman terkenal, penampil, dan pelukis. Jadi ini menyiratkan bahwa seniman kontemporer akan terus bekerja sama dengan musisi kontemporer dalam cara yang baru. Ceritanya tidak akan pernah selesai!