Nazi

Mainan Jerman Ditarik Dari Pasaran karena Menyiratkan bahwa Nazi Menciptakan UFO

“Haunebu II” keluaran Revell dipasarkan sebagai “objek pertama di dunia yang bisa terbang di luar angkasa.”
25 Juni 2018, 5:05am

Sebuah mainan UFO dengan emblem Reich Ketiga ditarik dari pasaran setelah protes keras atas glorifikasi teknologi Nazi. Diproduksi oleh Revell GmbH, produsen mainan di Bünde, Jerman, mainan piring terbang ini dipasarkan sebagai “Haunebu II,” nama yang diasosiasikan dengan teori-teori konspirasi soal proyek-proyek UFO yang dikembangkan secara rahasia oleh Adolf Hitler pada Perang Dunia II.

Sebagaimana digambarkan pada kemasannya, pesawat fiktif Haunebu II merupakan “objek pertama di dunia yang bisa terbang di luar angkasa,” menurut organisasi berita The Local cabang Jerman.

Ciri-ciri ini kemungkinan berasal dari misil balistik V-2, objek buatan pertama yang mencapai luar angkasa, yang dikembangkan oleh insinyur Jerman pada PD II. Salah satu insinyur yang paling terkenal adalah Wernher von Braun, yang merancang roket-roket Saturn V yang membantu pendaratan Apollo Moon.

Tetapi, jelas ada perbedaan besar antara misil sub-orbit dan pesawat canggih yang diwakili oleh mainan Haunebu II keluaran Revell, yang tidak pernah ada selain dalam fiksi. Atas alasan ini, German Children’s Protection Association (DKSB) dan Military History Museum (MHM) di Dresden, Jerman, menegur perusahaan tersebut atas pemasaran yang tak akurat secara historis.

Sejarawan MHM Jens Wehner juga menambahkan bahwa revisionisme soal Reich Ketiga—contohnya, mempromosikan gagasan bahwa mereka memproduksi teknologi anakronistik canggih—seolah mendukung teori-teori konspirasi mengenai periode itu. “Orang-orang yang terlampau bersemangat bisa menggunakan ini sebagai strategi untuk menimbulkan keraguan soal apa yang kita pahami saat ini soal Sosialisme Nasional,” ujarnya pada publikasi Frankfurter Allgemeine Zeitung.

Revell merilis permohonan maaf atas mainan tersebut, dan menyampaikan akan menyelidiki bagaimana mainan dan gaya pemasaran seperti itu bisa disetujui sejak awal. Menurutnya, protes keras yang timbul “sepenuhnya berdasar.”

Get six of our favorite Motherboard stories every day by signing up for our newsletter.

This article originally appeared on VICE US.