Saatnya Kita Nobatkan Stephen Shore Sebagai Fotografer Paling Berpengaruh Abad 20
Fotografi

Saatnya Kita Nobatkan Stephen Shore Sebagai Fotografer Paling Berpengaruh Abad 20

Dialah pelopor informal snapshot dan gaya kartu pos, sekaligus sukses melewati transisi analog ke fotografi digital. Sampai sekarang dia masih punya banyak followers di Instagram.
21.11.17

Artikel ini pertama kali tayang di Garage.

Fotografi masa kini tak jauh berbeda dari makanan restoran siap saji macam McDonald. Jutaan foto tiap harinya muncul di Facebook, Instagram, Snapchat dan sejenisnya. Setiap orang tiba-tiba menjelma jadi fotografer. Mereka juga jadi penerbit sekaligus bintang dari karya digital tersebut. Saking banalnya fotografi masa kini, Lee Friedlander, fotografer legendaris asal Amerika Serikat, mengatakan sebaiknya foto-foto tak lagi dibuat. Apa artinya jadi fotografer (profesional) di zaman semua orang mudah mengunggah foto?

Iklan

Stephen Shore barangkali bisa dijadikan contoh, bagaimana seharusnya kita memandang profesi fotografer di era media sosial. Saat ini, karya-karya Shore jadi obyek pameran restropektif di Museum of Modern Art. Shore adalah penggagas vernakuler fotografi, karya-karya snapshot informal, foto-foto kartu pos, dan foto penghias buku-buku print-on demand. Karirnya merentang dari masa-masa awal meledaknya seni fotografi dekade ‘60an dan ‘70an, hingga saat ini. Menyusuri karya-karya Shore yang dipasang secara kronologis di MoMA terasa seperti mengikuti perkembangan medium fotografi selama setengah abad terakhir. Shore, kini berusia 70 tahun, rupanya masih populer bagi generasi muda. Dia memiliki lebih dari 103.000 follower instagram, angka yang sepertinya setara dengan oplah majalah fotografi dan seni di seluruh kawasan Amerika Serikat.

Shore mulai memotret saat masih jadi remaja beli di New York. Dia pertama kali menjual hasil karyanya pada Edward Steichen, pria yang waktu berumur 83 tahun dan menjabat sebagai kurator departemen fotografi MoMA. Tak lama kemudian, karya-karya Shore akhir masuk Warhol’s Factory, kawan candradimuka kancah pop art di mana karya seni komersil, picisan, tolol dan sekilas tak dianggap sama pentingnya dibanding karya seni adiluhung lainnya.

Stephen Shore, West Third Street, Parkersburg, West Virginia, May 16, 1974, 1974. © 2017 Stephen Shore

Kredo yang dijunjung di Warhol’s Factory jadi inspirsi bagi Shore muda, yang kemudian mengadopsinya dalam praktek fotografinya. Pada 1972, Shore melakoni perjalanan panjang membelah daratan Amerika Serikat yang melahirkan seri kaya terkenal American Surfaces. Seri ini adalah koleksi bak diari berisi foto-foto kegiatan sehari-hari yang berusaha dipotret dan didokumentasikan Shore “Semua orang yang saya temui, tiap makanan, tiap kamar kecil, tiap kasur yang saya tiduri, tiap jalan yang saya susuri dan kota-kota yang saya kunjungi.” Diambil dengan kamera Rollei 35, foto-foto ini pertama kali dipamerkan pada musim gugur 1972 di Light Gallery, New York sebagai foto Kodacolor berukur 3 X 5 meter. Foto-foto ini tak diberi frema dan dilem langsung pada dinding—sebuah terobosan yang mendobrak praktek pameran foto hitam putih yang sudah dijalankan dari zaman dan Walker Evans hingga Diane Arbus dan penerusnya.

Dalam foto-foto seperti Oklahoma City, Oklahoma, yang menampilkan sebuah pom bensin Texaco di sebuah perempatan dan foto yang menggambarkan interior kulkas di Pontiac, Michigan, Shores menggali potret-potret sebuah negara—negara Shore sendiri—yang pertama kali ditemuinya. Namun, tak seperti Arbus, Shore tak berusaha mencari objek-objek aneh dan tak umum; berbeda juga dengan Friendlander, Shore tak pernah bernafsu menyajikan jukstaposisi kentara antara sekelompok objek.

Iklan

Layaknya pengikut Warhol sejati, Shore cukup ikhlas menerima objeknya dengan segala banalitasnya. Alhasil, foto-foto memiliki kesan santai dan iklusif. Tanda tema yang sok-sok diusung oleh karya-karya Shore kecuali cuma kejadian yang ditemui Shore di sepanjang kawasan barat daya, AS. beruntung, MoMa berhasil mempertahankan desain instalasi asli seri ini sehingga pameran restropektif karya Shore bisa memamerkan pengetahuan seninya untuk menyuntikkan darah segar tradisi fotografi Amerika Serikat.

Stephen Shore, Graig Nettles, Fort Lauderdale, Florida, March 1, 1978, 1978. The Museum of Modern Art, New York. © 2017 Stephen Shore

Sejak saat itu, Shore dikenal sebagai pionir fotografi warna dan disejajarkan dengan seniman fotografi sekelas William Eggleston dan Nan Goldin yang karya-karyanya menunjukkan penggunaan warna yang serut etos demokratis radikal. Namun, Shore jauh dari sekadar seorang colorist, seyogyanya Shore disandingkan dengan conceptualist seperti Ed Ruscha, yang karya terkenalnya Every Building on the Sunset Strip dari 1966 memanfaatkan fotografi serial untuk menggabungkan karya dokumenter dan seni dengan cara yang benar-benar baru. Karya-karya Shore juga mengingatkan kuta pada fotografer Jerman Thomas Struth, yang komposisi agungnya bicara banyak tentang dunia kontemporer berkat perhatian berlebih pada objek foto.

Warna-warna film Kodak yang hangat, favorit Shore, berpeluang membangkitkan kenangan tentang Amerika Serikat dekade ‘70an. Tapi Shore tak pernah meniatkan karyanya sebagai foto-foto bernuansa nostalgia. Sesantai apapun karya Shore kelihatannya, foto-foto ini bisa menipu mata yang awas. Hasil jepretan Shore mengajukan pertanyaan, menawarkan ide atau bahkan berkelakar, tapi—ini yang membedakannya dari karya-karya Friedlander atau Baltz—momen-momen yang ditangkap terasa apa adanya. Tak ada kesan dibuat-buat, dan karenanya punya makna. Salah satu karya Shore menggambarkan seorang Rabbi yang merasa bersalah lantaran baru saja menggigi apel. Di sebuah foto lainnya, terlihat papan toko bertulisankan “Morrow’s Nut Shop,” seakan meledek para penumoang yang menunggu bus di dekatnya. Foto berjudul Normal, Illinois, July 1972, menunjukan pesawat di atas sebuah kursi yang ditaruh di depan tembok kayu. Uniknya, ada pemanas yang dipasang sepanjang bagian bawah tembok. Jelas, ini adalah bentuk kritik sosial, walau bisa juga dibilang lebih dari itu. Shore punya sepasang mata yang seperti tak bergairah memandang objek fotonya. Hebatnya, dalam karya-karyanya, kita tak pernah merasa Shore berjarak dengan objeknya.

Stephen Shore. Amarillo, Texas, July 197, 1972. © 2017 Stephen Shore

Konseptualisme woles macam ini sejatinya adalah sebuah paradoks. Shore tidak mengadopsi prinsip mendakik-dakik dalam karya-karya Jeff Wall dan Thomas Struth, akan tetapi di saat yang sama, karya Shore jauh dari kesan naif. Dalam foto-foto dokumenter komunitas Yahudi di Ukraina dan Israel misalnya, Shore menyalami tegangan antara apa yang terlihat dan apa yang tak terlihat, antara yang hidup dan yang mati. Lewat foto Isaak Bakmayev’s Medals, Berdychiv yang menggambarkan orang yang berjemur di tepi danau, Bazalia, Khmelnitskiy Province, Ukraine, July 27, 2012, Shore berusaha menunjukkan bahwa betapa beberapa lokasi di Bumi tak pernah bisa lepas dari beban sejarahnya, dalam hal ini kekejaman Nazi di Perang Dunia II. Dalam Nabï Musa, West Bank, January 19, 2010, sebuah foto yang diambil di kawasan Tepi Barat, Shore seakan menghidupkan tegangan antara memori kolektif dan tradisi. Pameran MoMA menegaskan bagaimana keberjarakan ala Warholian telah memungkinan Shore berevolusi mengikuti perubahan medium fotografi. Shore selalu tampak girang bermain-main dengan perangkat fotografi baru, segirang dia ketika hendak menjepret sebuah objek baru. Pameran Restropektif karya Shore di MoMA juga mencakup foto-foto tiga dimensi yang dibuat pada 1974, serta beragam buku print-on-demand yang terbit dari 2003 hingga 2010 yang merangkum foto-foto kunjungan ke dokter gigi, jalan-jalan di seputar Central Park, petualangan di pasar loak dan sebagainya. Pemahaman Shore akan fotografi era Instagram bukanlah sesuatu yang mencengangkan karena karya fotografi yang baik sudah sepatut dihasilkan dengan medium apapun. Paradoksnya adalah Shore tetap setia dengan diktum Warhol “I want to be machine.” Faktor inilah yang membuat Shore mampu memindai dunia dari sudut pandang fotografi yang terus menerus bergeser.

Stephen Shore, Uman, Cherkaska Province, Ukraine, July 22, 2012, 2012. Semua foto diunggah seizin Shore. © 2017 Stephen Shore