Iklan
Bertanya Pada Pakar

Aksi 5 Pria Indramayu Angkut 30 Juta Kembang Api Dikomentari Mantan Teroris

Ulah lima pria dalam satu mobil elf yang tertangkap polisi di Pantura, menurut mantan mujahidin dan pakar senjata Nasir Abas, sangat mungkin berakhir menjadi ledakan tragis.

oleh Adi Renaldi Dan Renaldo Gabriel
30 Mei 2017, 10:47am

Foto kembang api oleh Diana Does/ Flickr CC License

Bulan suci Ramadan merupakan kesempatan bagi umat Islam mengupayakan perbaikan diri dalam bentuk menahan nafsu. Karena nafsu ditahan sebulan penuh, tidak perlu heran apabila nanti Idul Fitri tiba, segera muncul perayaan meriah. Begitu meriah, seperti ledakan jutaan kembang api yang mewarnai langit Ibu Kota. Bila belum terbiasa mendengar letusan petasan yang bertalu-talu, pasti kalian mengira Kota Jakarta sedang dilanda peperangan.

Mengingat pasokan kembang api begitu banyak menjelang hari raya (ataupun tahun baru), berarti ada yang bikin dan mendistribusikannya dong. Dari mana ya? Jawaban atas pertanyaan itu datang dengan cara tak disangka-sangka.

Lima lelaki asal Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, menjadi biang pemasok kembang api ke Ibu Kota untuk memenuhi permintaan selama Ramadan dan menjelang Idul Fitri. Mereka dibekuk aparat saat mengirim petasan itu naik minivan yang mirip mobil travel. Kenapa? Karena jumlah petasan yang diangkut mencapai 30-an juta coy. Sekali lagi ((30 JUTA)). Jutaan kembang api dan petasan itu disembunyikan dalam 300 karung semen. Tapi polisi ternyata tak kalah cerdik. Mobil yang mereka kendarai dicegat saat melintasi jalur Pantura.

Untung sekali, tindakan gila kelima orang itu ketahuan, ketika aparat memeriksa kargo bawaan semua kendaraan angkut ukuran menengah dan besar di jalur Pantura. Mereka langsung dicokok lantaran semua jenis petasan terlarang diperjualbelikan. "Pakai [Mitsubishi] Elf itu dimaksudkan untuk mengelabui petugas," kata Kapolres Indramayu, AKBP Arif Fajarudin saat dihubungi wartawan.

Petasan merupakan industri rumahan yang skalanya besar di Indramayu. Para pelaku mengklaim ada tiga kecamatan terlibat dalam produksi petasan ataupun kembang api: Jatibarang, Lohbener, dan Indramayu. Tentunya tiga lokasi ini hanyalah sebagian kecil dari banyak industri rumahan yang kini menjadi sumber pendapatan banyak pekerja setempat. Kebanyakan petasan yang diproduksi biasanya dikirim ke kota-kota besar Indonesia.

Petasan banting merupakan bentuk hiburan yang populer bagi anak kecil di bulan Ramadan dan malam perayaan Idul Fitri. Tidak aneh melihat petasan semacam ini dinyalakan di gang-gang kecil, membuat tetangga marah-marah dan kerap mengagetkan para pengendara motor yang sedang lalu-lalang. Terbuat dari kertas, bubuk hitam dan sumbu sederhana, kini petasan model ini sudah dilarang oleh Kepolisian Jawa Barat karena tidak aman.

Mobil Elf yang dari tadi kita bahas membawa kembang api dan beberapa petasan banting. Okelah, kalau cuma dinyalakan satu efeknya tak serius. Tapi ngeri engga sih kalau ada apa-apa dari minibus berisi 300 karung semen penuh petasan melewati jalan raya menuju Ibu Kota?

Untuk menggambarkan betapa gila ulah lima pria Indramayu itu, VICE Indonesia menghubungi Nasir Abas, mantan mujahidin Jamaah Islamiyah sekaligus pakar senjata api yang malang melintang di dunia terorisme. Emang bahayanya apa saja sih, menaruh 30 juta petasan dalam sebuah mobil elf?

VICE: Sekitar 30 juta kembang api disita dari satu mobil. Itu jumlah yang berbahaya gak sih?
Nasir Abas: Barang tersebut jelas berbahaya. Bisa dimanfaatkan untuk bahan peledak. Bahan dasar bahan peledak bisa diambil dari bahan-bahan petasan. Bahan tersebut mudah ditemukan di toko-toko kimia.

Apa efeknya bisa sebesar kasus bom Kampung Melayu misalnya?
Bom Kampung Melayu itu cukup besar, termasuk high-explosive itu jika dilihat dari jumlah korban. Kalau ledakan petasan saya pikir tidak akan sampai seperti itu.

Berarti apakah petasan dan bom itu berbeda meski sama-sama bisa meledak?
Ya jelas beda. Bom itu punya campuran bahan yang berbeda-beda. Bahan-bahannya bisa dibeli di toko kimia atau kalau tidak ada ya dari luar negeri, Filipina contohnya.

Jadi 30 juta petasan itu memiliki efek ledakan seperti apa?
Bisa merusak, contohnya saja kan pernah satu gudang petasan meledak dan terbakar. Tapi petasan itu ledakannya kecil. Efeknya bukan penghancuran seperti bom, tapi membakar. Bahan petasan mirip mesiu, punya daya dorong tapi low explosive. Petasan memang memiliki unsur kimia merusak dan bisa bikin efek kerusakan, tapi jelas tidak sebesar efek bom. Tapi saya tidak mau menyebut bahan-bahannya [tertawa-red]

Tagged:
indonesia
ramadan
Bom
Polisi
Idul Fitri
Jawa Barat
Kembang Api
Petasan
Indramayu
Mantan Teroris
Ledakan