Luar Angkasa

Ilmuwan Meyakini Galaksi Kanibal Bakal Memakan Bima Sakti, Tempat Tinggal Kita Sekarang

Andai empat miliar tahun ke depan Bumi masih menampung manusia, maka penghuni planet ini bakal menyaksikan langit malam paling spektakuler dalam sejarah.
Diterjemahkan oleh Annisa Nurul Aziza
06 Oktober 2019, 4:00am
Ilustrasi benturan Andromeda dengan Bima Sakti
Ilustrasi benturan Andromeda dengan Bima Sakti. Gambar: NASA

Andromeda adalah galaksi tetangga Bima Sakti yang biasa menelan galaksi-galaksi kecil sejak 10 miliar tahun silam. Bima Sakti kabarnya akan menjadi mangsa Andromeda selanjutnya. Peristiwa ini nantinya menjadi tabrakan terbesar antara dua galaksi, dan diperkirakan terjadi empat miliar tahun lagi.

Para ilmuwan mendalami gas halo kompleks di sekitar galaksi guna memahami kebiasaan Andromeda dan mengantisipasi dampak tabrakannya. Hasilnya diterbitkan dalam Nature pada Rabu.

Dipimpin peneliti dan astronom Dougal Mackey dari Universitas Nasional Australia, para peneliti menangkap panorama Andromeda yang mencakup ratusan ribu tahun cahaya.

Hasilnya “menawarkan pandangan terhadap masa lalu galaksi besar itu,” tulis tim Mackey. Pengamatan mereka mengungkapkan bahwa Andromeda setidaknya telah dua kali melahap galaksi lain. Peristiwa tabrakan pertama terjadi miliaran tahun lalu, sementara yang satu lagi ketika Andromeda masih sangat muda pada zaman yang jauh lebih kuno.

Mackey dan rekan memeriksa sisa-sisa galaksi pasca-benturan menggunakan Survei Arkeologi Pan-Andromeda (PAndAS) yang dijalankan Teleskop Kanada-Prancis-Hawaii di puncak Mauna Kea.

Seperti namanya, PAndAS diciptakan untuk merekonstruksi asal-usul, evolusi, dan struktur Andromeda saat ini. Survei tersebut merupakan bagian dari subbidang astronomi khusus bernama “arkeologi galaksi”.

Bima Sakti juga suka memakan galaksi, tetapi tak serakus Andromeda di masa lalu. Kebiasaannya ini diabadikan oleh dua kelompok gugus bola—kumpulan bintang padat—yang mengorbit Andromeda dengan sudut tegak lurus satu sama lain.

“Gugus bola yang diukur kemungkinan belum terbentuk ketika galaksi-galaksi kecil dihancurkan Andromeda,” bunyi email Mackey. “Skenarionya kemungkinan seperti ini, mereka terbentuk di galaksi yang lebih kecil dan gugusnya dikirim ke halo Andromeda saat galaksi-galaksi tersebut dihancurkan Andromeda.”

1570034837991-212677_web

Andromeda menelan banyak galaksi kecil dalam beberapa miliar tahun terakhir, dan sisa-sisa tabrakannya dapat ditemukan di aliran besar bintang. Gambar: Dougal Mackey, ANU

Gugus dari peristiwa benturan terbaru, yang dijuluki GC-Sub oleh tim peneliti, mengorbit Andromeda pada sudut di dekat cakram galaksi. Sebaliknya, gugus GC-Non dari tabrakan kuno melengkung di sekitar galaksi bertepatan dengan cakram. Menurut mereka, hal ini menunjukkan kedua galaksi tersebut datang dari arah berbeda ketika dilahap Andromeda.

Tim Mackey belum bisa memastikan apakah Andromeda menelan satu galaksi besar saat peristiwa tersebut, atau gugusnya terbentuk dari beberapa galaksi kecil.

Penelitian terdahulu menjelaskan kemungkinan M32, galaksi satelit kecil Andromeda, sebagai inti yang dilucuti dari galaksi hipotesis lebih besar bernama M32p. Ukuran M32p bisa jadi seperempat penuh dari massa Andromeda, tetapi sebagian besarnya ditelan Andromeda sekitar dua miliar tahun lalu. Kira-kira begitulah hipotesisnya.

Mackey menjelaskan pengamatan timnya “sangat konsisten” dengan kemungkinan skenario ini, tetapi saat ini mereka belum “menemukan cukup informasi soal gerakan M32 untuk menghubungkan peristiwa yang dapat dipercaya.” Keterbatasan ini dapat dijadikan bahan pengamatan selanjutnya, dengan menggunakan Teleskop Luar Angkasa Hubble, yang bisa memberikan gambaran lebih jelas apakah peristiwa benturan menampilkan tapas kosmik atau hidangan galaksi penuh.

Namun, mangsa Andromeda yang paling awal mungkin akan lebih sulit ditentukan karena terjadi miliaran tahun sebelum peristiwa terbaru.

“Kami tidak bisa menyaksikan aliran yang tersisa dari tabrakan,” kata Mackey tentang peristiwa super lampau. “Ada bintangnya, tapi posisi spasial mereka sudah lama menyebar untuk membentuk distribusi keseluruhan yang relatif lancar.”

Untuk memecahkan misteri tersebut, para ilmuwan harus menunggu sampai observatorium generasi terbaru seperti European Extremely Large Telescope (ELT) beroperasi. Fasilitas-fasilitas ini bisa memberikan pengamatan yang lebih saksama terhadap galaksi terdekat dan gabungannya. Dengan begini, masa lalu Andromeda dan Bima Sakti serta galaksi gabungan di masa depan menjadi lebih jelas.

“Galaksi Bima Sakti dan Andromeda kira-kira memiliki massa yang sama,” terang Mackey. “Itu berarti tabrakan antara kedua galaksi di masa depan akan sangat berbeda dengan galaksi-galaksi lain yang telah ditelan Andromeda.”

“Kemungkinan besar, benturannya akan merusak Galaksi Bima Sakti dan Andromeda beserta cakram spiral. Selain itu, ada kemungkinan membentuk sistem gabungan yang lebih elips,” ujarnya.

Untungnya, para ilmuwan memperkirakan tabrakannya tak begitu memengaruhi sistem bintang individu seperti milik Bumi, sehingga kita tak perlu khawatir. Jika empat miliar tahun ke depan Bumi masih menampung manusia, maka seisinya bisa menyaksikan langit malam berbintang paling spektakuler sepanjang sejarah.

Artikel ini pertama kali tayang di Motherboard