The VICE Guide to Right Now

Media Resmi Korut Akhirnya Memuat Pengakuan Kalau Kim Jong-un Tidak Sakti

Ada banyak propaganda Dinasti Kim disebar media dan dipercaya rakyat. Misalnya Kim Jong-un bisa teleportasi atau bisa nyetir mobil di usia 3 tahun. Tindakan media mendemistifkasi sang diktator ini mengejutkan.
25 Mei 2020, 12:03pm
Kim Jong-un diisukan media pemerintah punya kesaktian teleportasi
Foto Kim Jong-un via akun Flickr driver Photographer/CC/lisensi 2.0 

Selama lebih dari tiga generasi, warga Korea Utara terbiasa mendengar bermacam mitos tentang kehebatan pemimpin negara mereka dari dinasti Kim. Kim Jong-un, sebagaimana kakeknya Kim Il-sung, atau sang ayah Kim Jong-il, digambarkan media resmi pemerintah punya keistimewaan yang menyerupai legenda orang sakti.

Beberapa mitos yang terekam jelas dari arsip surat kabar Korut, misalnya, Kim Il-sung sangat fokus memperjuangkan revolusi rakyatnya, sehingga seumur hidup dia tidak pernah kencing atau berak. Ada juga arsip berita yang menceritakan momen Kim Jong-il lahir sangat ajaib, karena ketika ibunya melahirkan diktator itu di bawah Gunung Paektu, dua pelangi hadir seakan menyambut sang pemimpin. Kim Jong-il juga diceritakan sudah pandai mengemudikan mobil sejak usia tiga tahun.

Sementara Kim Jong-un, sebagaimana kakek dan ayahnya, juga diceritakan punya keistimewaan yang bombastis oleh media. Salah satunya, percaya atau tidak silakan, nyatanya ini ada di publikasi media corong pemerintah: dia bisa mengendalikan ruang dan waktu, sehingga sanggup pindah tempat (teleportasi) ke berbagai lokasi dalam waktu singkat. Sebutan ilmu ini adalah "chukjibop".

Intinya, sejak dekade 50'an tradisi melebih-lebihkan pemimpin Korut dilestarikan media pemerintah. Makanya, cukup mengejutkan, ketika surat kabar Rodong Sinmun pekan lalu tiba-tiba memuat artikel yang menegaskan rumor kalau Kim Jong-un bisa teleportasi tidak benar.

"Manusia tidak bisa menghilang dan kemudian muncul di tempat lain yang menyalahi kodrat ruang dan waktu," seperti dikutip dari tajuk rencana Rodong Sinmun, seperti dikutip Radio Free Asia. Artikel ini bersejarah, karena untuk pertama kalinya media milik pemerintah Korut berusaha mendemistifikasi mitos seputar anggota Dinasti Kim.

Berdasarkan analisis pejabat Korea Selatan, ini bisa dibaca sebagai upaya Korut mempersiapkan warganya untuk menganggap penguasa mereka sebagai manusia biasa.

Ternyata, tren media melucuti info yang berlebihan soal pemimpin Korut sudah muncul sejak Kim Jong-un berkuasa. Kebijakan menghentikan info sesat soal kesaktian diktator ini diminta langsung oleh Kim Jong-un. Sebab, dia ingin dipandang sebagai politikus murni yang memiliki kredibilitas berkat kemampuan diplomasi dan manajemen pemerintahan, seperti yang dia sampaikan sesudah bertemu Presiden AS Donald Trump di Hanoi tahun lalu. "Ketika kita memperbanyak cerita tentang mistifikasi pemimpin, aksi-aksi revolusioner mereka justru tidak dipahami masyarakat dan tertutup oleh rumor," kata Kim Jong-un, seperti dikutip kantor berita Korut.

"Tampaknya Kim Jong-un sadar tidak bisa menggunakan propaganda yang mengkultuskan pemimpin secara berlebihan seperti di masa lalu. Sebab, ketika negara lain mendengar mitos semacam itu, Korut akan diremehkan," kata Yoo Dong-ryul, pakar Korut dari Korea Institute of Liberal Democracy saat diwawancarai Radio Free Asia. "Itulah mengapa, kita bisa melihat pemberitaan [_Rodong Shinmun_] sekarang rata-rata lebih mengedepankan propaganda yang realistis."

Pengkultusan pemimpin tetap terjadi, kata Dong-ryul, tapi caranya sekarang lebih halus. "Semua propaganda harus sesuai kenyataan dan tidak mengada-ada."

Kantor Berita Korsel, Yonhap, mencoba mengonfirmasi perubahan gaya berita media Korut kepada pejabat di Seoul. Pejabat itu, yang menolak disebut namanya karena bertugas dalam negosiasi reunifikasi kedua negara, mengakui ada perubahan mendasar yang terjadi dalam penyajian propaganda Korut.

"Tren yang bisa saya perhatikan adalah lebih banyak artikel propaganda tentang pentingnya patriotisme dan cinta pada sesama warga, dibanding melebih-lebihkan sosok pemimpinnya."

Mitos soal chukjibop sudah muncul sejak era Kim Il-sung. Pendiri Korut itu dikabarkan bisa pindah tempat manasuka, dan kesaktian ini membantunya menang perang melawan tentara pendudukan Jepang.

Follow Gavin di Twitter dan Instagram

Artikel ini pertama kali tayang di VICE Australia

Iklan