Ganja Medis

Tertarik Kuliah Soal Ganja Medis? Ke Selandia Baru Saja

Mahasiswa akan mempelajari cara penanaman dan pengolahan ganja menjadi bahan terapi medis.
12 Juni 2020, 5:26am
Tangan bersarung memegang tanaman ganja
Ilustrasi: Pexels

Universitas Teknologi Auckland (AUT) akan membuka program pascasarjana “The Science of Medicinal Cannabis” mulai 20 Juli. Peserta didik nantinya diajarkan keterampilan praktis dan teoritis yang dibutuhkan dalam industri ganja yang berkembang pesat.

Materi kuliahnya mencakup sejarah ganja medis, aspek botani seperti budidaya tanaman ganja, prosedur ekstraksi, sistem pengiriman dan penentuan dosis. Mahasiswa jurusan ini akan belajar caranya mengolah ganja medis, menganalisis berbagai jenis kanabinoid, dan meracik produk ganja medis.

“Peserta didik akan dibekali pengetahuan lanjutan yang relevan dengan budidaya dan penggunaan kanabis sebagai obat,” bunyi email Dr Ali Seyfoddin, ketua prodi dan dosen senior jurusan drug delivery. Dengan demikian, “The Science of Medicinal Cannabis” kurang lebih merupakan prodi pengenalan bagi siapa saja yang tertarik menekuni tanaman obat ganja.

“Industri ganja medis semakin berkembang,” ujarnya. “Pendidikan merupakan bagian penting dari skema ganja medis di Selandia Baru. Industri tersebut membutuhkan tenaga kerja terampil, sehingga kami tergerak memperkenalkan mata kuliah ini sekarang.”

Dr Ali menambahkan, “Mulai tahun depan kami akan membuka berbagai program sarjana dan pascasarjana khusus terkait kanabis.”

Selandia Baru telah melegalkan ganja medis, yang akan diresepkan oleh dokter spesialis—atau disetujui Menteri Kesehatan—kepada pasien memenuhi syarat. Asosiasi Medis Selandia Baru juga mendukung penelitian ganja medis berbasis bukti dan ditelaah sejawat. Pada Agustus 2018, Hikurangi Cannabis menjadi perusahaan lokal pertama yang memegang lisensi pengolahan ganja untuk keperluan medis.

Sejak disahkannya Undang-Undang Amandemen Penyalahgunaan Narkoba (Tanaman Obat Ganja) pada Desember 2018, pasien yang sakit parah memiliki perlindungan hukum untuk menggunakan ganja.

Artikel ini pertama kali tayang di VICE US