Melon Jepang Pecahkan Rekor, Dilelang Seharga Rp402 Juta

Sementara itu, di sini saya masih saja nawar ke tukang buah kalau melon dijual Rp20 ribu sebiji

|
Mei 31 2018, 9:00pagi

Foto via Flickrr

Ini mungkin satu-satunya kesempatan dalam hidup untuk bilang “wih, melonnya mantap” kepada seseorang tak dikenal, dan tidak dikeplak setelahnya. Kemarin, sepasang melon Yubari memecahkan rekor, dijual seharga ¥ 3.2 juta (setara Rp402 juta) pada sebuah lelang yang diselanggarakan di kota Sapporo. Kedua melon tersebut dibeli oleh Shinya Noda, presiden perusahaan pengepakan buah dan sayuran.

“Dengan cara apapun, saya ingin membuat tawaran yang memecahkan rekor,” ujarnya setelah pelelangan, dan laki-laki ini berkata jujur. Harga akhir—yang lebih mahal dari MSRP untuk Subaru Outback 2018—memecahkan rekor sebelumnya untuk melon Yubaro; pada 2016, seorang pembeli supermarket merogoh kantong sebesar ¥3 (Rp300) supaya bisa membawa pulang melon tersebut.

Tentunya, ini adalah sorotan utama pada lelang tersebut, yang mencakup 508 melon yang ditanam oleh delapan petani di Yubari, sebuah toko di Hokkaido yang “terkenal akan melonnya.” Berbagai melon berwarna segar ini—secara resmi disebut sebagai melon Yubari King—adalah saudara dari blewah yang dikembangkan dan disempurnakan oleh petani di kota ini setelah Perang Dunia II.

Menurut Cooks Info, setiap petani yang menanam melon ini harus menjualnya langsung ke Asosiasi Koperasi Pertanian Yubari. Asosiasi ini memiliki merek dagang untuk “Yubari King” dan mengatakan bahwa mereka perlu memastikan bahwa setiap melon yang memakai nama itu memiliki kualitas tertinggi—dan bukan melon palsu. (Oh ya: Buah melon ini adalah urusan penting di sana, sampai-sampai ada yang mencoba membuat versi KW-nya.)

Restoran di Hokkaido seringkali menjadi tuan rumah untuk prasmanan melon, dan permintaan buah sering melebihi pasokan. Musim panas lalu, Melon no Terrace harus meminta maaf karena kehabisan melon pada hari pembukaannya. “Kami meminta sekitar 100 pengunjung untuk pergi,” kata seorang pejabat restoran kepada Asahi Shimbun. “Kami meminta maaf dari hati terdalam karena telah merepotkan pelanggan.” (Restoran ini dengan cepat mengubah formatnya, menawarkan empat tempat duduk harian yang memberi 30 pelanggan satu jam untuk makan semua melon yang mereka inginkan sebelum diantar dengan sopan ke pintu keluar.)

Foto via Flickr akun Tzuhsun Hsu

Saat tidak menjadi alasan restoran meminta maaf karena persediaan melon yang tidak mencukupi, melon Yubari sering diberikan sebagai hadiah, terutama untuk ochugen, tradisi pertengahan Juli di Jepang, saat orang-orang memberikan hadiah kepada orang yang telah berjasa dalam hidup mereka. Shinya Noda juga akan memberikan melonnya secara cuma-cuma: dia mengatakan bahwa dia akan memajang melonnya sampai akhir bulan, kemudian akan mengiris dan memberikannya kepada pelanggannya.

Sementara itu, saya masih galau setiap kali ingin membeli melon seharga Rp20.000 di tukang buah dekat rumah.

More VICE
Vice Channels