Politik Luar Negeri

Singgung Isu Laut Cina Selatan, Film Animasi 'Abominable' Dicekal di Tiga Negara

Film tentang monster yeti imut ini bikin orang dewasa marah. Karena ada penggambaran peta mengesankan Tiongkok berkuasa penuh atas Laut Cina Selatan. Tiga negara sewot.
23 Oktober 2019, 4:54am
Singgung Isu Laut Cina Selatan, Film Animasi 'Abominable' Dicekal di Tiga Negara
Cuplikan adegan Abominable via Dreamworks / Pearl Studio

Smallfoot dan Abominable sama-sama merupakan film animasi tentang makhluk yeti, tapi keduanya tak bernasib sama. Yang pertama sukses berat dan mendapat respons positif dari penonton, sedangkan yang satunya lagi mendapat banyak kecaman.

Film garapan DreamWorks ini menceritakan tentang gadis remaja bernama Yi yang menemukan seekor yeti di atap rumahnya. Makhluk berbulu itu berasal dari Gunung Everest, makanya dia dinamakan Everest. Yi pun mulai menjalankan misi memulangkan Everest ke habitat asalnya. Hebatnya lagi, yeti satu itu bisa bermain sulap.

Dilihat dari jalan ceritanya, kalian mungkin bertanya-tanya apa yang membuat Abominable sangat kontroversial. Pasalnya, film ini melanggar keputusan pengadilan tertinggi PBB di Den Haag. Salah satu adegannya menampilkan peta sengketa Laut Tiongkok Selatan dan " sembilan garis putus” yang 90 persen wilayahnya diakui sepihak oleh Tiongkok.

Pengadilan Arbitrase PBB baru memutuskan sembilan garis putus tersebut melanggar undang-undang internasional pada 2016 setelah Malaysia, Filipina, Vietnam, Brunei, dan Taiwan bertahun-tahun mengecam garis tersebut.

DreamWorks malah ngotot membiarkan peta itu ada di Abominable:

Vulture melansir film anak-anak ini akhirnya dicekal di tiga negara—Malaysia, Vietnam dan Filipina—karena DreamWorks tetap memasukkan peta kontroversial tersebut. Malaysia bahkan sudah berbaik hati menawarkan untuk menayangkan filmnya asalkan DreamWorks memotong adegan itu, tapi mereka malah menolak. Usut punya usut, rumah produksi ini bekerja sama dengan Pearl Studio dari Shanghai. Mungkin itu alasannya mereka ngeyel menampilkan peta tersebut.

Padahal, apa susahnya memotong satu adegan saja? Filmnya enggak akan berakhir seperti ini kalau mereka nurut. Tapi yah, mungkin DreamWorks punya alasannya sendiri (ehem, karena ada urusan sama investor lah).

Follow Drew Schwartz di Twitter.

Artikel ini pertama kali tayang di VICE US.