The VICE Guide to Right Now

Di Jepang, Karyawan Bisa Minta Uang Ganti Pesta Bareng Teman Kantor ke Atasan

Skema ini sementara berlaku untuk pesta online, sebagai kompensasi karyawan bekerja dari rumah akibat pandemi corona.

oleh Koh Ewe
15 April 2020, 5:18am

(Kiri) Foto oleh Gabriel Benois via Unsplash. (Kanan) Foto oleh Lana Graves via  Unsplash.

Pesta minum Nomikai adalah bagian tak terpisahkan dari budaya kerja Jepang. Atasan dan karyawan berkumpul dengan santai untuk minum-minum dan berbagi cerita hidup. Ini juga momen yang tepat untuk mengenal lebih jauh rekan kerja masing-masing. Meski ada juga, sih, yang memanfaatkan Nomikai untuk melakukan hal-hal konyol di depan bos.

Nomikai bisa diadakan kapan saja, tapi perusahaan biasanya menggelar pesta pada April—yang merupakan tahun fiskal baru. Perusahaan melangsungkan acaranya sekalian untuk menyambut para karyawan baru.

Namun, Nomikai tahun ini akan sangat berbeda. Tokyo dan enam prefektur lainnya berada dalam status darurat akibat pandemi virus corona hingga 6 Mei mendatang. Oleh karena itu, pemerintah mengimbau perusahaan untuk mempekerjakan karyawan mereka dari rumah.

Nomikai kini diadakan lewat konferensi video. Tujuannya agar para karyawan bisa tetap bersosialisasi dan berkumpul meski dari jarak jauh. Sejumlah perusahaan bahkan telah berjanji untuk mengganti uang atau menyubsidi karyawan supaya bisa ikut pesta.

Perusahaan game Gree, misalnya, akan mengganti uang konsumsi karyawan selama pesta online. Nikkei Asian Review melansir karyawan Gree cukup menyimpan dan mengirimkan foto struk pembelanjaannya. Uang mereka akan di-reimburse setelah perusahaan “mengonfirmasinya”.

Seperti yang dilaporkan SoraNews24, perusahaan melakukan ini supaya hubungan di antara 1.700 karyawan telekomunikasi Gree tetap terjaga selama pandemi coronavirus.

Ini bukan pertama kalinya Gree menyubsidi karyawan mereka selama pesta minum. Perusahaan tersebut sebelumnya pernah membiayai kegiatan Nomikai agar karyawan bisa saling berinteraksi satu sama lain.

Sejumlah pekerja mengeluh tak bisa lagi bersosialisasi dengan teman satu kantor sejak mereka bekerja dari rumah mulai pertengahan Februari. Mendengar ini, perusahaan terdorong untuk memperluas subsidi Nomikai mereka. Karyawan dan staf kontrak ditawarkan anggaran bulanan senilai 3.000 yen (Rp439 ribu) untuk menyediakan camilan dan minuman buat pesta online. Mereka bebas mau beli minuman beralkohol atau tidak, karena Nomikai mengutamakan interaksinya.

Agensi iklan Value Creation dan perekrut online MyRefer juga menawarkan tunjangan serupa kepada para pegawai.

Sementara itu, perusahaan EO Linkbal merayakan hanami atau piknik di bawah pohon sakura bersama 30 karyawan secara virtual. Peserta menyiapkan makanan, minuman, dan dekorasi sakura masing-masing. Setiap peserta dikelompokkan bersama tiga orang lainnya untuk bercengkerama.

Menyenangkan rasanya perusahaan masih memperhatikan kesejahteraan karyawan mereka, mengingat Jepang terkenal akan budaya gila kerja. Menyubsidi karyawan untuk pesta minum juga dirasa penting di tengah pandemi COVID-19 yang penuh ketidakpastian.

Follow Koh Ewe di Instagram.

Artikel ini pertama kali tayang di VICE ASIA.

Tagged:
Coronavirus
Jepang
Dunia Kerja
Virus Corona
social distancing
Pandemi Corona
Nomikai
Pesta Kantor