Iklan
Filipina

Menghalau ISIS dari Filipina

Ketidakpastian mulai menghantui warga sipil yang terusir dari Marawi, setelah militan menyerbu kota di selatan Filipina dan militer tak kunjung sukses mengusir mereka.

oleh VICE News
14 Juli 2017, 9:37am

Laporan ini pertama kali tayang di VICE News Tonight.

Sejak militan yang berbaiat pada Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) menyerbu Kota Marawi lebih dari dua bulan lalu, pemerintah Filipina merespons kejadian tersebut dengan status darurat militer. Kepulauan Mindanao, di selatan Filipina, berubah menjadi zona perang. Operasi militer digelar tiap hari, siang dan malam.

Lebih dari 300.000 warga sipil di Marawi terpaksa mengungsi. Militer Filipina mengubah kota itu menjadi zona perang selama dua bulan terakhir, dalam rangka merebut kembali wilayah di Kepulauan Mindanao itu dari cengkeraman teroris ISIS.

Walau mayoritas warga berhasil kabur ke kamp pengungsi pemerintah, masih ada ratusan yang terjebak di dalam wilayah konflik. Mereka yang berhasil kabur cemas memikirkan kemungkinan kapan bisa kembali ke rumah mereka, seandainya perang berakhir.

Konflik ini memasuki pekan kedelapan. Militer Filipina khawatir jumlah korban tewas, saat ini 400 orang, akan terus meningkat karena jihadis ISIS masih gigih bertahan di sudut-sudut Marawi.

VICE mengirim tim untuk mengikuti mereka yang gagah berani mempertaruhkan nyawa menyelamatkan warga sipil dari Kota Marawi. Berikut video liputan kami:

Tagged:
ISIS
Rodrigo Duterte
Vice News Tonight
Terorisme
Mindanao
Marawi
Militer Filipina
Konflik Marawi
Darurat Militer