Iklan
Pasar Sneaker KW

Kasus di Pabrik Adidas Indonesia Ini Bisa Menjelaskan Kenapa Ada Sepatu Asli tapi KW

Dua pelaku telah ditangkap polisi. Pangsa pasar mereka sampai Jabodetabek, penyelundupan sepatu pakai material Adidas asli membuat kedua orang itu memiliki omset mencapai Rp20 juta sebulan.

oleh Ikhwan Hastanto
16 Agustus 2019, 10:58am

Foto ilustrasi sneaker KW super di Turki via Shutterstock.

Dalam kasus berikut ini, harga sepatu Adidas yang dibuat dengan bahan asli bisa murah karena dibikin dari material curian. Peristiwanya terjadi di pabrik milik PT Glostar Indonesia (GSI) II di Sukalarang, Sukabumi, Jawa Barat. Pada 2 Agustus lalu, dua orang karyawan pabrik ketahuan menyelundupkan material sepatu Adidas yang mereka rakit sendiri di rumah lalu dijual online. Omzet dua maling ini mencapai 20 juta per bulan.

Sebelum ketahuan, PT GSI II mula-mula curiga ada penyelundupan di dalam pabrik karena jumlah produk ekspor mereka turun. Saat diselidiki, mereka menemukan ada sepatu yang belum dirilis karena ditujukan untuk pasar luar negeri, eh kok sudah dijual online di Indonesia.

Perusahaan lantas memperketat pemeriksaan. Setiap pekerja digeledah satu per satu oleh petugas keamanan sebelum keluar area pabrik. Itulah saat Muhammad Makdum dan Mahmud Subarkah, dua karyawan PT GSI II, ketahuan telah menjadi musuh dalam selimut. “Pelaku berinisial MM dan MS, keduanya berstatus karyawan tetap PT GSI II Sukalarang, yang memproduksi sepatu merek Adidas. MM bekerja sebagai pengawas gudang, sementara MS karyawan biasa,” kata Kapolsek Sukalarang AKP Ma’ruf Murdianto, dikutip Detik.

Sebagai pengawas gudang, selama ini MM sama sekali tidak dicurigai satpam pabrik bakal jadi kriminal sehingga ia bisa dengan bebas menyelundupkan bahan seperti outsole, tali sepatu, upper sepatu, sampai lem khusus ke rumahnya di Warungkondang, Cianjur.

Diliput Kompas TV, kedua pelaku tertangkap setelah dipergoki satpam sedang membawa bahan sepatu perusahaan yang diselipkan di dalam tas dan baju. Polisi menyita beberapa sepatu setengah jadi, sepasang sepatu merek Adidas model Superstar S1 warna hitam, satu set kompor gas merek Niko dan tabung gas 3 kg, 2 botol Aqua 500 ml berisi sisa lem, 1 buah oven, dan 1 set alat pres. Luar biasa, nyolongnya total banget sampai ke kompor-kompornya.

Dari hasil investigasi, jangkauan pasar pelaku diketahui sudah sampai Jabodetabek. Kedua pelaku mengaku mendapat omzet Rp15-20 juta per bulan. Kini mereka dijerat KUHP Pasal 374 tentang Penggelapan dalam Jabatan dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.

Meskipun menggunakan bahan-bahan asli, sepatu jualan pelaku pada kasus ini masih masuk dalam kategori KW karena tidak melewati otorisasi pabrik. Barang bajakan ini memang kerap bikin pusing pengusaha dengan merek mapan.

Di kasus sepatu replika yang menjiplak desain dan logo, tapi dibuat dengan bahan berbeda, pembelinya pun ada karena dianggap jadi solusi tampil gaya dengan bajet minimal.

Dua tahun lalu, PT Gagan Indonesia, distributor resmi Vans dan sejumlah merek sepatu terkenal lain, dinyatakan bangkrut di pengadilan. CNN Indonesia menghubungkan kebangkrutannya dengan maraknya produk bajakan. Bisa jadi dugaan itu mengandung kebenaran karena di 2014, studi Masyarakat Anti-Pemalsuan menyatakan kerugian yang disebabkan perdagangan barang palsu di Indonesia mencapai Rp65,1 triliun.

Tagged:
indonesia
Berita
Kriminalitas
Sneakerhead
Sepatu KW
Sneaker Palsu
Bisnis KW