Pekan Komik VICE 2019

Merasakan Pahitnya Memori di Komik 'Garut Lights, Drunken Ice'

Yoshi Fe dan Sheila Rooswitha Putri menyelami penyesalan dan kenangan dari semangkok es krim dingin di Garut.

oleh Yoshi Fe; ilustrasi oleh Sheila Rooswitha Putri​​​
25 Februari 2019, 8:49am

Ilustrasi oleh Sheila Rooswitha Putri 

*catatan redaksi

Apa yang tersimpan di kepala manusia, sayangnya, tidak selalu kenangan manis. Ada penyesalan, kerinduan, duka, dan cinta yang tak tak bisa lagi kembali.

Yoshi Fe, salah satu penggiat Komunitas BungaMatahari, mengeksplorasi makna mendalam semangkok es krim Sinar Garut yang terkenal di Cipete, bagi mereka yang kehilangan. Bersama komunitas tersebut, Yoshi pernah membawa puisi ke ruang publik antara lain Stasiun Gambir atau lobi bioskop sinepleks kepada publik umum. Karyanya sebagai penyair dalam format multimedia ditampilkan dalam OK.VIDEO Comedy! 2009 di Galeri Nasional, Gig musik #AMNGIGS pt.01:Deathrockstar 2011, dan British Council Tour de Pasar Santa: 'Neu!Reekie! x AKAMSI' 2016. Dia sedang menyiapkan kumpulan puisi pertamanya.

Sheila Rooswitha Putri, di sisi lain, bertugas menerjemahkan gagasan Yoshi menjadi komik yang bisa kalian baca di bawah. Sheila terhitung komikus kawakan Tanah Air. Buku perdananya yang membuatnyanya dikenal publik Cerita Si Lala, terbit lebih dari satu dekade lalu.

Karakter gambarnya dengan karakter garis dan lekukan khas itu, seakan punya daya magis bagi para pembaca. Topik yang diusung Yoshi, mendalami tragedi dari benda keseharian, bukan hal baru buat Sheila. Komiknya konsisten mendalami tema ini, termasuk ketika dia menggambarkan kegiatan putrinya dengan penuh warna.

Simak karya dari Indonesia maupun Asia Tenggara lainnya dalam Pekan Komik VICE 2019, lewat tautan berikut.

Selamat membaca!

1550480624782-D6BE8A91-FF61-4B7B-8D28-0CD949DBD5D2
1550480809874-70B498B5-CAF2-4350-B896-CB69FB35A5D7
1550480833747-C0C8F0BC-F429-40EF-BEF0-69C769967978

Cerita oleh Yoshi Fe; ilustrasi oleh Sheila Rooswitha Putri.