Joan Collins, 1955. Mililk Slim Aarons. 

Buku Ini Membuktikan Fotografi Anjing Sudah Ngetren Sejak Dulu

Raymond Merritt mengumpulkan ratusan foto anjing, dari anjing-anjing di abad ke-19 hingga Weimaraner milik William Wegman, untuk bukunya yang berjudul “The Dog in Photography, 1839-Today”.

|
04 Oktober 2018, 3:20am

Joan Collins, 1955. Mililk Slim Aarons. 

Pada 1830-an, Louis Daguerre memotret keluarga, teman, dan anjing peliharaannya Médor untuk menyempurnakan metode pembuatan foto yang pertama kali dipublikasikan di dunia. Médor sering dihadiahkan kue jahe oleh rekan Daguerre, Isidore Niépce. Dalam foto buram tersebut, Médor tampak meregangkan kakinya seraya menahan kayu di mulut dan tersenyum lebar. Ekspresinya tidak suram seperti foto-foto di abad ke-19 kebanyakan. Buat saya, foto Médor adalah foto daguerreotype (foto di atas plat) terbaik sepanjang masa.

Lewat The Dog in Photography, 1839-Today, Raymond Merritt membuktikan bahwa anjing telah menjadi subjek fotografi favorit sejak dulu. Buku yang diterbitkan oleh Taschen ini mengumpulkan lebih dari 400 gambar anjing: dari foto anjing yang didandani pakai topi bangsawan dan cangklong pada abad 1890; foto keluarga Kennedy yang sedang bersantai di teras bersama enam anak anjingnya; hingga anjing Weimaraner milik William Wegman (matanya yang sendu mengekspresikan kesedihan mendalam nan lucu).

Intinya, kita semua bisa setuju kalau anjing memang selalu menggemaskan untuk difoto dan direkam.

Studio Bengue & Kindermann, 1890. Courtesy Hans Christian Adam, Germany.
Arnold Genthe, 1913, Courtesy The Library of Congress.
Look at that good dog!