Foto

Menangkap Keajaiban Dunia Dasar Laut Dengan Kamera Murah

Sosok bernama Anuar Patjane merekam panorama luar biasa samudra di Islandia hingga Meksiko berbekal kamera seharga Rp5,3 juta saja.

oleh Zac Bayly
04 Agustus 2017, 2:15am

Semua foto oleh Anuar Patjane

Artikel ini pertama kali tayang di AMUSE.

Anuar Patjane adalah fotografer alam liar terbaik di dunia. Salah satu kemampuannya: menangkap momen luar biasa dari panorama di bawah permukaan laut memakai kamera seharga $398 (setara Rp5,3 juta) saja, yang dia beli lewat situs belanja.

Anuar—yang juga seorang sosiolog—telah memenangkan beragam penghargaan. Salah satunya World Press Photos 'Nature' Awards 2016, untuk kategori kamera digital point-and-shoot. Foto yang membuat Anuar diganjar anugrah fotografi tersebut memperlihatan seekor paus bungkuk dan anaknya tengah diamati oleh beberapa penyelam—hasil jepretan Patjane ini begitu memukau dan sureal hingga mirip seperto gambar lumba-lumba dan paus mistis dalam puzzle art.

Terbiasa diving dari umur 17 tahun, lantaran sang Ibu berprofesi sebagai ahli biologi laut, Anuar sangat nyaman berada dalam air. Kami ngobrol-ngobrol bersama Anuar tentang kegiatannya memburu foto-foto mencengangkan dari bawah permukaan laut dan hidupnya yang sangat magis itu.

Apa sih yang membuat dunia di bawah permukaan laut begitu menarik bagimu?
Ada semacam ketentraman dan ketenangan khas yang kamu temukan di bawah permukaan laut. Sekali kamu merasakannya, kamu tak akan pernah bisa melupakannya—ini yang bikin saya gatal untuk terus kembali ke sana.

Bisa cerita tentang pekerjaanmu sebagai antropolog sosial?
Sebagai seoranga antropolog, fokus saya adalah dampak sosial ekonomi dan ekologis pariwisata di kawasan Maya, Meksiko—cara pandang dan pengetahuan ini yang otomatis saya bawa saat melakoni peran sebagai seorang fotografer. Gampangnya, fokus studi saya bisa dijabar dengan lebih sederhana seperti ini: bagaimana kapitalisme dan pembangunan berdampak dan mengubah ruang dan masyarakat di dalamnya—entah positif atau negatif. Jadi, bisa dibilang, aku memotret dengan sudut pandang antropologi.

Bagaimana caranya agar seseorang bisa mendapatkan pekerjaan sepertimu?
Mungkin secara kebetulan saja. Pekerjaan antropolog terdiri dari kerja-kerja kumulatif, kecelakaan kecil dan keputusan yang diambil dengan bimbang Tak ada satupun yang bisa kita kendalikan—selebihnya kita hanya bisa pasrah.

Kamu berhasil memotret momen-momen mencengangkan di bawah permukaan laut. Apakah ini karena kebetulan kamu berada di titik dan waktu yang tepat atau kamu memang punya cara pandang berbeda dari fotografer lainnya?
Menurut saya, mata setiap orang unik. Namun, kebanyakan forografer menggunakan kembali pola dasr dan konsep yang pernah digunakan pendahulu kita. Ini alasan kenapa karya mereka kurang tajam. Saya berusaha menunjukkan sebuah pola dasar apa adanya. Bahkan ketika pola dasar itu naif dan sangat sederhana. Yang penting, pola dasar ini harus memiliki nilai personal. Itu dia intinya: impian, ketakutan, ketertarikan dan gairah pribadi saya. Semua fotografer harus terus belajar untuk bisa menemukan "mata" kita sendiri. Dan yang saya maksud dengan mata adalah intusisi. Ini baru setengah dari formula mendapatkan foto yang keren. Setengahnya lagi adalah kamu harus berada di tempat dan waktu yang tepat. Khusus untuk yang satu ini, kamu harus punya peruntungan yang bagus dan ngeyel.

Pernah mendapatkan pengalaman luar biasa di laut yang tak bisa ditangkap kamera karena terjadi sekelebat saja?
Sering sekali. Banyak momen yang tak sempat ditangkap kamera dan saya tidak menyesalinya. Momen-momen terbaik tak harus diabadikan dengan kamera. Momen-momen seperti muncul untuk dialami secar menyeluruh. Paus bungkuk yang melindungi anaknya dari serangan orca, seekor hiu yang mendekati kawannya guna membantu melepas mata pancing yang dari moncong sang kawan..bahkan sesuatu yang cuma kamu bisa dengar: nyanyian paus, suara aneh yang tak pernah jelas siapa yang mengeluarkan dan suara-suara yang mirip suara manis seorang perempuan.

Apa pemandangan terindah yang pernah kamu jumpai di bawah permukaan laut?
Lumba-lumba, puas dan manusia berenang berdekatan, berbagi ruang di salah satu titik paling terpencil di Bumi.

Punya foto favorit? Kalau ada yang mana?
Alice adalah foto favorit saya. Seorang gadis di dalam formasi ikan. Bagi saya, foto itu selalu bisa menggambarkan sensasi berada di sana ketika foto itu diambil.

Kamu paling suka diving di mana?
Saya tak punya tetap favorit yang tetap. Kalau sekarang sih, mungkin Islandia atau Laut Cortés di Meksiko..

Ada makhluk laut yang belum pernah kamu temui?
Saya ingin sekali melihat paus biru saat menyelam.

Apa sih yang ingin kamu capai dengan foto-fotomu?
Membuatmu bertanya-tanya seperti apa rasanya di dalam sana, membuatmu berpikir "andai gue bisa ke sana" serta membuat orang lebih peduli pada Bumi dan makhluk di dalamnya. Masalah yang sering kita hadapi ketika bicara tentang laut adalah kita—termasuk para pembuat kebijakan—terlalu berjarak dengan dengan laut.

Apa tujuan hidupmu?
Gampang saja sih—menikmati hidup dan membayar kembali apa yang sudah diberikan planet ini. Kita tak bisa hidup dengan sembrono. Ketidakpedulian dan kurangnya inisiatif kita telah mengubah planet ini menjadi lingkungan yang rentan. Ini semua terjadi akibat cara kita memproduksi dan mengkonsumsi produk sehari-hari dan makanan. Kita sudah jadi wabah dan car planet bereaksi akan tindakan kita sama seperti semua sistem dan struktur bereaksi terhadap ancaman yang instrusif.

Tujuan diving berikutnya?
Revillagigedo lagi. Aku ingin melihat paus.