Iklan
Kontroversi PB Djarum

KPAI dan PB Djarum Berdamai Sementara, Audisi Beasiswa Bulutangkis Lanjut Lagi

Kemenpora memediasi pertemuan KPAI dan PB Djarum menghasilkan keputusan bila surat permintaan pemberhentian audisi dicabut.

oleh Ikhwan Hastanto
13 September 2019, 5:41am

Proses audisi bulutangkis dari arsip Twitter PB Djarum.

Keputusan final Perkumpulan Bulutangkis (PB) Djarum untuk menghentikan audisi beasiswa bulu tangkis calon atlet muda ternyata enggak final-final amat. Kementerian Pemuda dan Olah Raga (Kemenpora) berhasil mengubah keputusan itu berkat pertemuan Kamis (12/9). Menpora Imam Nahrawi mempertemukan PB Djarum dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) di Kantor Kemenpora agar duduk semeja.

Mediasi ini bisa dikatakan berjalan mulus. KPAI yang diwakili ketuanya, Susanto, bersepakat dengan pengurus PB Djarum Lius Pongoh. Padahal, sebelumnya KPAI terlihat seakan-akan tanpa toleransi. Apakah cecaran netizen yang menaungi setiap postingan KPAI di media sosial berhasil menunjukkan dampaknya?

Ditemani Sekretaris Jenderal (Sekjen) Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Achmad Budiharto sebagai saksi, hasil pertemuan adalah sebagai berikut.

Kalau dilihat-lihat, sebenarnya kesepakatan ini tidak menyelesaikan masalah. Tapi, mungkin gejolak di masyarakat bisa diredam manakala KPAI dan PB Djarum sudah bisa duduk semeja bersama Kemenpora dan PBSI untuk mencapai kata mufakat. Mari kita lihat tiga poin kesepakatan yang menurut saya menarik ini.

  • Audisi tahun ini akan diubah namanya dari “Audisi Umum Beasiswa PB Djarum 2019” menjadi “Audisi Umum Beasiswa Bulu Tangkis”. Audisi akan diselenggarakan tanpa menggunakan logo, merek, dan brand image Djarum. Artinya, PB Djarum memenuhi tuntutan KPAI untuk tidak sedikit pun menampilkan logonya di audisi tahun ini, termasuk di kaus panitia pelaksana dan pelatih.
  • KPAI mencabut surat KPAI 29 Juli 2019 tentang permintaan pemberhentian audisi beasiswa PB Djarum. Dengan begini, audisi bulu tangkis masih akan berjalan sampai selesai dengan nyaman tahun ini.
  • PB Djarum diberi waktu untuk melakukan konsolidasi internal terkait mekanisme branding audisi tahun depan. Yang saya tangkap, konsolidasi ini dimaksudkan Menpora agar PB Djarum bisa berapat internal dulu gimana caranya tetap melanjutkan audisi di tahun-tahun ke depan meski ada rambu-rambu dari KPAI. Nah, momen pikir-pikir dulu ini yang kemudian krusial: Kompromi seperti apa yang akan dilakukan PB Djarum tahun depan setelah mengetahui logonya tak boleh dipasang di acara bikinannya sendiri?
"Semoga ini mengakhiri polemik, kekhawatiran, mungkin juga kecemasan atlet-atlet muda, orang tua, dan juga masyarakat keseluruhan tentang masa depan bulu tangkis Indonesia," ucap Menpora Imam Nahrawi, dikutip Detik.

Ketua KPAI Susanto berharap masyarakat menyudahi polemik yang menuding KPAI khusus menjadikan PB Djarum sebagai target head-to-head. Terlihat Pak Susanto sudah gerah dengan daya investigasi netizen yang mengaitkan KPAI dengan dugaan kucuran dana Bloomberg Initiatives yang aktif mempromosikan kampanye anti-tembakau

"Tentu ini komitmen baik ya. Kedua belah pihak sudah sepakat dan kami harapkan ini kita akhiri polemik baik di media sosial, semua polemik di warung kopi kelompok-kelompok masyarakat terkait hal ini, terutama yang misinformasi adanya polemik ini," ujar Susanto.

Saat dikonfirmasi Tirto sebelum pertemuan ini, Direktur PB Djarum Yoppy Rosimin mengatakan, kata "final" dalam keputusan penghentian audisi umum 2020 dilontarkan PB Djarum tempo hari karena merasa KPAI tidak memberi celah diskusi.

"Itu dulu kami bilang final karena KPAI zero tolerance. Sekarang tergantung Kemenpora mau kami lanjut atau tidak," kata Yoppy kepada Tirto, Rabu (11/9), alias sehari sebelum pertemuan. Yoppy sendiri digantikan Luis Pongoh pada pertemuan karena harus pergi ke Kudus. Tahun ini Audisi Umum Beasiswa Bulu Tangkis sudah dilaksanakan di Bandung dan Purwokerto. Bulan depan audisi terbuka ini akan dihelat di Surabaya (20-22 Oktober), Karanganyar (27-29 Oktober), dan diakhiri di Kudus (17-19 November).

Menanggapi kesepakatan ini, kita perlu melihat respons netizen karena bagaimanapun netizen memegang peranan penting dalam menekan terjadinya pertemuan. Di akun Twitternya, jurnalis olahraga Jawa Pos Ainur Rohman mengatakan belum saatnya kita tenang karena kepastian diselenggarakannya audisi tahun depan masih abu-abu.

Satu netizen menyatakan kecewa karena ia sejatinya kepengin sekali audisi bulu tangkis dipegang KPAI. Ini sarkastik, tentu saja.

Terakhir, ada netizen kreatif yang merekomendasikan nama baru untuk audisi bulu tangkis PB Djarum tahun depan biar enggak digugat KPAI lagi.