Iklan
Mengejar Gelar

Saran Agar Tak Bosan Kuliah Dari Lelaki Indonesia yang Punya 32 Gelar Akademis

Artikel soal kiprah Welin Kusuma ini sebaiknya dibaca mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi, tesis, maupun disertasi, hhe...

oleh Ikhwan Hastanto
28 Agustus 2019, 6:13am

Foto pribadi dari arsip Facebook Welin Kusuma; ilustrasi ijazah kuliah dari Pixabay.

Welin Kusuma adalah mimpi buruk pembuat undangan pernikahan. Dia punya 32 gelar akademik dan nonakademik yang membuat nama lengkap pria Makassar kelahiran 8 Maret 1981 menjadi sangat panjang. Begini penulisan namanya, bila semua gelar akademik itu ditulis lengkap:

Welin Kusuma, S.T., S.E., S.Sos., S.H, S.Kom., S.S., S.Ap., S.Stat., S.Akt., S.I.Kom., S.I.P., M.T., M.S.M., M.Kn., RFP-I, CPBD, CPPM, CFP, Aff.WM, BKP, QWP, CPHR, ICPM, AEPP, CBA, CMA, CPMA, CIBA, CBV, CERA, CSA, ACPA.

Iya, 32 Gelar! Berkuliah dari kampus ke kampus sejak 1999, Welin punya kiat supaya kuliah berulang kali, dengan bidang studi berbeda-beda, tak pernah membosankan baginya.

"Kuliah bagi saya adalah hobi, jadi bener-bener saya menikmati kuliah tersebut. Karena saya yakin dengan berkuliah itu, saya akan mendapatkan banyak pengetahuan-pengetahuan baru di mana pengetahuan itu akan beguna bagi kehidupan saya, baik sekarang maupun di kemudian hari," ujar Welin kepada CNN Indonesia.

Kalau diperiksa lagi, sederet gelr itu bukan semata yang didapat lewat kuliah, mencakup pula sertifikasi keahlian atau dalam Bahasa Welin, termasuk yang kategorinya “Pendidikan profesi”. Total, Welin mengklaim punya 11 gelar sarjana, 3 gelar master, dan 18 gelar pendidikan profesi.

Masih di tahun ini, dosen Universitas Tarumanagara bernama Yenita turut viral karena punya 13 gelar akademik di usia 39 tahun. Semua gelar itu terdiri dari satu gelar S-1, 10 gelar S-2, dan 2 gelar S-3. Jelas masih kalah jauh dari Welin.

Perjalanan pendidikan Welin dimulai ketika masih berusia 18 tahun, saat ia menempuh pendidikan Teknik Industri di Universitas Surabaya. Dua tahun berselang ia mulai nyambi sekolah lagi di STIE Urip Sumohardjo, Universitas Airlangga, Sekolah Tinggi Teknik Surabaya, Universitas Kristen Petra, dan Universitas Terbuka.

Saat ditanya bagaimana caranya mengatur waktu, Welin mengaku pernah mengambil dua jurusan pada pagi dan siang, satu jurusan pada sore dan malam, satu jurusan di akhir pekan, dan satu jurusan di universitas terbuka tanpa kuliah tatap muka. Duh, ngebayangin Welin pernah kuliah empat jurusan dalam satu waktu aja udah buat saya capek. Dia kapan rebahannya ya?

Pada April 2012 Welin pernah diganjar rekor MURI sebagai pemegang gelar multidisiplin terbanyak di Indonesia karena mengoleksi 18 gelar akademik saat masih berusia 31 tahun. Ia juga mendapatkan penghargaan MURI kedua karena mengambil 111 SKS dalam satu semester. SKS sebanyak itu umumnya diselesaikan mahasiswa normal dalam 4 sampai 5 semester. Oh, dan tentu saja Welin mempunyai halaman Wikipedia-nya sendiri.

Ngomong-ngomong soal rekor MURI, saya jadi keinget betapa anehnya museum ini karena pernah memberi penghargaan kepada sebuah pohon kelapa.

Anyway, kembali ke Welin, pada 2017 ia diwawancarai Deddy Corbuzier di talkshow Hitam Putih. Di acara itu Welin mengaku bisa memakai semua ilmunya dalam setiap pekerjaan sehingga tidak ada ilmu yang terbuang. Saya iseng mengecek akun LinkedIn Welin yang lumayan aktif dan mendapati selama menjalani kuliah yang seabrek-abrek itu, ia juga tercatat sebagai analis di PT HM Sampoerna Tbk., konsultan pajak PT Sentra Asia Gemilang, dan konsultan pengembangan bisnis ABN Amro Bank. Ia mendirikan pula Kantor Konsultan Pajak Welin Kusuma sejak April 2019 karena cita-citanya menjadi konsultan terintegrasi.

"Konsultan yang bisa menyelesaikan beberapa permasalahan bisnis yang terkait. Jadi, mulai dari konsultan pajak [hingga nanti ke yang lain]. Di konsultan pajak pun saya punya izin resmi dari Dirjen Pajak dengan tingkatan level C untuk perpajakan internasional," ujar Welin dalam acara bincang-bincang Hitam Putih, menjelaskan makna konsultan integrasi.

Meski mengaku akan terus berkuliah demi menambah gelar-gelar yang lain, perjalanan Welin masih panjang untuk menyamai seorang profesor asal India, Profesor V.N. Parthiban. Parthiban konon (astaga, bahkan saya memakai kata “konon” sebelum menyebut jumlah gelarnya, emang doi legenda banget!) memiliki 145 gelar akademik. Semua ditempuh sepanjang 30 tahun karir pendidikan akademisnya. Alasan Parthiban melakukannya? Persis kayak Bang Welin.

"Saya sangat menyukai belajar. Kuliah enggak susah sama sekali. Saya terus menjalani proses mempersiapkan ujian dan mendaftarkan diri untuk gelar baru atau diploma," ujar Parthiban, dilansir dari India Times. Saat ditanya apa mata pelajaran yang ia tidak sukai, jawaban Parthiban adalah pelajaran Matematika.

Jawaban ini membuat hati saya tenang, karena saya dan Parthiban punya kesamaan, meski gelar kami terpaut 144 buah.