Apa Sih Bagusnya Album Radiohead ‘OK Computer’?
Radiohead

Apa Sih Bagusnya Album Radiohead ‘OK Computer’?

Saya menulis esai menjelek-jelekkan album legendaris itu, lalu semua orang hendak membakar saya hidup-hidup. Saya jalan-jalan, merenung sambil mendengar OK Computer demi mencari tahu sebabnya.
07 April 2017, 11:12am

Artikel ini pertama kali tayang di Noisey UK.

Di dunia demokratis, semua orang boleh beropini. Beberapa opini diterima secara universal: terkena penyakit kronis itu tidak enak, sikat gigi setiap pagi bagus, ngangkat jemuran itu ngebosenin, dan sebagainya. Tapi ajaibnya ada opini-opini yang tidak bisa diterima. Mari kita lihat album OK Computer misalnya. Rilisan penuh ketiga dari Radiohead ini dianggap sebagai salah satu album rock terbaik sepanjang masa. Opini yang berlawanan dari pendapat mayoritas seakan-akan tidak bisa diterima.

Itulah pengalaman yang saya alami setelah menulis esai kritik merespons puja-puji berlebihan pada OK Computer ketika album tersebut genap berumur 20 tahun. Kurang lebih saya mengatakan "album itu biasa saja. Jelek banget engga, bagus banget juga engga." 

Responnya? Ada yang menuduh saya dibayar menulis artikel "clickbait". Ada juga yang mengatakan saya seharusnya berhenti menjadi penulis. Ada pula pembaca berjanji akan "menyodomi keluarga saya satu-satu."

Ya kurang lebih seperti itulah sikap penggemar berat Radiohead. Sama seperti penggemar militan manapun, mereka siap menjatuhkan apapun dan siapapun yang dianggap menjelekkan band idola. Kemudian saya jadi berpikir: Kalau sampai sebanyak ini yang marah, jangan-jangan O__K Computer itu beneran album masterpiece. Mungkin saya yang salah sudah menulis esai senyinyir itu. Mungkin saya doang yang belum 'ngerti' kerennya Radiohead. Okelah, saya dengerin lagi kalau gitu.

Sambil mendengarkan album tersebut dan melihat begitu banyak surat bernada kebencian yang memenuhi email sampai setahun ke depan, saya keluar rumah, bertekad melakukan hal-hal yang dibenci atau dipandang rendah oleh vokalis Radiohead, Thom Yorke. Saya perlu lebih meresapi album ini dan menghadapi beberapa isu yang ditulis oleh Radiohead.

Pemberhentian pertama: distrik keuangan London yang kerap menjadi bahan sasaran kritik Thom Yorke.

Masuk akal untuk mulai dari isu ini, karena salah satu tema lirik OK Computer yang saya setujui adalah penolakan politik terhadap korporasi-korporasi besar. Mungkin saya paranoid, tapi yang pasti bukan android. Bukan seperti pekerja-pekerja korporat berpakaian mewah ini. Mati aja elo semua! Dijamin pasti mereka belum pernah dengar "Polyethylene (Parts 1 & 2)". Payah.

Tentu saja pandangan saya ini bukan hal baru. Semenjak pertama kali membuka tabungan di bank ketika berumur 15 tahun, saya selalu membenci sistem keuangan yang rumit dan penuh dengan penipuan. Tapi kalau album Radiohead yang terjual 30 juta kopi bisa mendorong semakin banyak orang untuk berpandangan yang sama, kenapa engga?

Coba lihat patung besar simbol keserakahan yang tidak perlu ini. Ngapain sih dibangun segala?

Atau lihat lapangan rumput sintetis ini. Tempat pengusaha-pengusaha tajir pada cari networking, tempat orang muntah, ih amit-amit!

Kayaknya saya mulai mengerti pesan lirik Radiohead, tapi perlu lebih mendalami lagi. Banyak orang mengatakan musik Radiohead paling bagus dinikmati ketika anda sedang benar-benar berkonsentrasi, maka dari itu saya memutuskan naik kereta bawah tanah London, tujuan utama bagi mereka-mereka yang ingin membenamkan pikiran.

Anda pernah coba mendengarkan musik di dalam kereta bawah tanah? Asik deh. Pejamkan mata, naikkan terus volume musik sampai anda merasa ditransportasi ke dunia yang berbeda. Thom Yorke pasti akan bangga. Semakin dalam saya masuk ke album OK Computer, semakin saya mengerti. "Transport, motorways and tramlines / Starting and then stopping". Wah anjir! Liriknya persis kayak pengalaman orang naik kereta subway setiap hari! Ketika kereta tiba di tujuan, saya merasa siap memasuki ulang dunia dengan pemikiran yang baru: dunia dimana saya memahami OK Computer sebagai album yang ambisius dengan kritik kritis terhadap masyarakat kita, layak diberi rating 5/5.

Contohnya:

Mesin ATM: hindari.

Iklan merek busana ritel: menjijikan. Fuck kapitalisme! Eh bener kan gitu maksudnya?

Saya siap mengakui kesalahan saya tentang OK Computer dan kemudian kembali ke kantor. Selagi saya sibuk memikirkan bagaimana sebuah band radikal sukses memasuki pasar mainstream tanpa tunduk terhadap tekanan komersil, perut saya berbunyi: saya kelaparan. Bisa gak sih jadi penggemar Radiohead tapi tetap makan makanan waralaba korporat? Kan gak semua orang punya peternakan sendiri? Saya santai masuk ke sebuah restoran McDonald's kemudian memesan tiga potong ayam goreng dengan diet coke.

Hhhmmmmm. Sedotan pertama rasanya enak banget. Ayamnya juga gak kalah! Saya tidak setuju dengan praktik etis McDonald, tapi sulit menyangkal bahwa mereka memberikan harga yang terbaik untuk makanan berkalori. Kalau dipikir-pikir, McDonald's adalah penemuan mendunia yang jenius.

Serentetan pertanyaan mulai memenuhi kepala. Apa iya Radiohead bisa memberikan saya kenikmatan yang sama dengan perusahaan-perusahaan korporat? Emangnya di konser Radiohead disediain menu makanan khusus bagi penggemar setianya?

Ketika sedang berjalan keluar, saya sadar bahwa ada bekas saos di pakaian. Sialan. Bersama dengan insiden itu, saya tidak lagi setuju dengan sikap anti-korporat Radiohead. Sesungguhnya, yang penting itu bukan apa yang uang anda lakukan, tapi apa yang anda lakukan untuk mendapatkan uang.

Contohnya: belanja aja di Uniqlo ketika lagi diskon. Harganya oke. Tampang anda kelihatan jauh lebih mahal daripada uang yang anda keluarkan. Stafnya ramah, harganya oke, kualitas pakaian mantap, siapa juga yang bisa menolak?

Di lagu "Fitter Happier", Thom Yorke menggunakan olahraga sebagai contoh bagaimana masyarakat modern yang dingin mencari pelarian. Untuk menguji teori ini, saya bersepeda ketika berusaha kembali ke kantor. "Regular exercise at the gym / Three days a week?" Jujur nih ya Thom, olahraga itu oke kok. Saya merasa lebih sehat dan juga jadi lebih happy karena rajin olahraga.

Lagian apa iya Radiohead dan penggemarnya selalu taat terhadap prinsip-prinsip yang dicetuskan di OK Computer? Nih lihat, saya menemukan koleksi vinyl mereka dijual dengan harga tidak masuk akal di toko musik. Terus ada yang versi CD juga! Kenapa band yang katanya anti-konsumerisme punya banyak sekali rilisan dalam berbagai format? Hmm. Tapi eh, siapa juga yang masih ngeluarin duit buat beli musik Radiohead hari gini?

Thom Yorke pernah mengatakan bahwa Spotify itu "semacam kentut menyedihkan dari mayat yang busuk". Entah ini bersangkutan dengan pesan Radiohead di OK Computer—soal teknologi, kehidupan warga Inggris di era modern, dan globalisasi—atau ya mungkin ini bagian dari ideologi mereka sebagai sebuah band yang nantinya merilis album mereka sendiri dan membiarkan fans membeli musik dengan model "pay what you like". Makanya sekarang saya geli ketika mengetahui bahwa XL Recordings ternyata memegang hak edar atas musik-musik lawas Radiohead.. Lagian kebanyakan musik mereka ada di Spotify juga kali. Ya secara tidak langsung mereka sendiri telah menghancurkan ideologi-ideologi yang mereka propagandakan sendiri di OK Computer.

Okelah biarpun memang betul album OK Computer membahas banyak isu-isu penting yang masuk akal, secara musik masih banyak album yang jauh lebih bagus dari album itu di dunia ini. Daripada menghabiskan uang untuk OK Computer, saya milih McDonalds, Uniqlo, dan olahraga deh.

Kalau yang kita perdebatkan soal pesan penting sikap anti-konsumerisme, saya mendingan nonton Fight Club daripada denger OK Computer. Paling enggak Fight Club ada Brad Pitt dan lagunya The Pixies.

Lihat sendiri Ryan kelabakan lihat tab mention-nya penuh caci maki di Twitter.

(Semua foto oleh Jake Lewis)