Iklan
Kisah Horor

Cerita Horor di Restoran AS: Cairan Mayat Mengucur dari Langit-Langitnya

Karyawan restoran Thai di AS mencium bau busuk, tepat ketika penghuni apartemen melapor tak mendengar kabar dari tetangganya.

oleh Jelisa Castrodale
13 Juni 2019, 5:28am

Sumber foto ilustrasi Getty Images 

Akhir Mei 2019, polisi bernama Ryan Wilder mendatangi sebuah apartemen di bilangan Windsor, Connecticut, Amerika Serikat. Dia menerima laporan dari seorang perempuan yang mengatakan sudah beberapa hari tak melihat tetangganya.

Setiba di lokasi, karyawan restoran Siam Corner Thai Kitchen, yang berada di lantai dasar, meminta Wilder memeriksa tempatnya bekerja. Dia mengaku mencium bau busuk di daerah dapur dan melihat ada cairan aneh yang bocor dari langit-langit.

"Ada cairan merah kecokelatan yang menetes dari langit-langit di belakang meja penyambut tamu depan restoran," tulis Wilder dalam laporan kejadiannya. "Mirip seperti darah."

Wilder kemudian naik ke apartemen di lantai atas. Dia beberapa kali menggedor pintu tetangga sang pelapor, tapi tak ada jawaban. Wilder akhirnya masuk lewat jendela yang tak terkunci setelah rekannya datang. Benar belaka dugaan itu. Mereka menemukan mayat di sana.

Si tetangga, yang dirahasiakan namanya, tergeletak tak bernyawa di tempat tidur. "Bisa dipastikan [nama dihapus] telah meninggal sejak beberapa hari lalu, karena jasadnya mulai [membusuk]," lanjutnya. Kedua polisi menemukan dompet dan berhasil mengidentifikasi lelaki tersebut dari foto SIM-nya. Menurut WFSB, tim paramedis segera dipanggil ke TKP.

Pemeriksaan forensik menunjukkan lelaki itu wafat karena sebab alami. (Meskipun penyebabnya belum dipastikan, polisi mengatakan ada obat-obatan untuk gagal jantung dan tekanan darah tinggi di apartemen.)

WTNH melaporkan Siam Corner memanggil perusahaan biohazard “untuk merenovasi” restoran. Beberapa hari kemudian, pihak restoran menulis di laman Facebook mereka bahwa restorannya tutup sementara.

"Kami belum bisa beroperasi karena masih dalam tahap memenuhi standar proteksi kebakaran," kata seorang staf kepada VICE dalam pesan Facebook. "Kami harap kembali buka dalam waktu dekat."

Artikel ini pertama kali tayang di MUNCHIES