Luar Angkasa

Uni Emirat Arab Sukses Jadi Negara Kawasan Arab Pertama Kirim Roket Misi ke Mars

Roket itu diluncurkan dari Jepang. Jika dalam perjalanan tujuh bulan ke depan tak ada halangan, wahana yang diangkut roket akan mengorbit, lalu merekam atmosfer dan permukaan Mars.
22 Juli 2020, 9:01am
Uni Emirat Arab Sukses Jadi Negara Kawasan Arab Pertama Kirim Roket Misi ke Mars
Peluncuran roket misi Uni Emirat Arab ke Mars dari Jepang. Foto oleh Mitsubishi Heavy Industries / AFP

Awal pekan ini lembaga antariksa Uni Emirat Arab sukses meluncurkan roket 1,5 ton untuk mengirim misi wahan pengamat Mars. Roket itu diluncurkan dari Jepang, menandai keberhasilan negara pertama dari kawasan Arab berpartisipasi dalam teknologi antariksa.

Perjalanan roket dan wahana itu ke Mars membutuhkan waktu tujuh bulan, tepat pada perayaan kemerdekaan ke-50 Uni Emirat Arab. Wahana antariksa tanpa awak di roket tersebut diberi nama 'Al-Amal', yang artinya adalah harapan.

Pemerintah UEA meminjam Pusat Peluncuran Roket Tanegashima, di selatan Kyushu, Jepang, karena fasilitas serupa belum ada di Jazirah Arab. Selain itu, roket peluncur yang dipakai adalah buatan Mitsubishi.

Roket itu peluncurannya sempat tertunda beberapa menit karena cuaca buruk. Setelah 70 menit menembus atmosfer bumi, dan selamat dari tiga fase pelepasan tabung roket peluncur, wahana antariksa tersebut sukses memancarkan transmisi ke pusat kendali di Mohammed bin Rashid Space Center Kota Dubai.

Jika tak ada halangan tujuh bulan ke depan, Al-Amal akan mengorbit di sekitar Mars. Tujuannya adalah meneliti atmosfer dan cuaca di permukaan planet merah tersebut, merujuk laporan kantor berita Associated Press. Harapannya, peneliti bisa memahami mengapa planet yang dulu hangat dan kemungkinan dihuni mahluk hidup itu bisa menjadi tandus dan kemerahan seperti sekarang.

"Uni Emirat Arab berhasil menjadi anggota negara-negara yang menguasai teknologi antariksa. Kami Belajar banyak dari misi ini dan berkomitmen terus mengembangkan misi-misi penyelidikan luar angkasa," kata Mohammed Al Ahbabi, Ketua Badan Antariksa UEA. Al-Amal adalah wahana yang sepenuhnya dirancang insinyur-insinyur UEA.

Kabar ini sendiri dimanfaatkan Negeri Petro Dollar itu untuk menggenjot pengaruh di Jazirah Arab. Negara besar di kawasan, seperti Arab Saudi dan Qatar, tidak menunjukkan keseriusan dalam pengembangan teknologi dirgantara maupun antariksa. Gengsi lain yang coba dibanggakan adalah keberhasilan mengirim misi ke Mars ini bisa dilakukan bahkan sebelum negara itu menandai momen merdeka setengah abad.

NASA, lembaga antariksa milik Amerika Serikat, mengapresiasi keberhasilan Uni Emirat Arab mengembangkan teknologi misi tanpa awak macam ini dalam waktu singkat.

Sebelum misi ke Mars, Uni Emirat Arab sudah memiliki tiga satelit pemantauan bumi, tapi cuma satu yang dibikin sendiri oleh insinyur UEA. Dua lainnya adalah satelit bikinan Korsel. UEA mematok target untuk bisa membangun koloni di Planet Mars pada 2117.

"Uni Emirat Arab adalah negara dengan visi ke depan, kami memikirkan masa depan umat manusia secara keseluruhan dalam rentang tak cuma dekade, tapi juga berabad-abad mendatang," kata Omran Sharaf, Kepala Misi Mars UEA.

Artikel ini pertama kali tayang di VICE US