Minuman Ekstrem

Vodka Unik Mengandung Gandum Ditanam di Kawasan Chernobyl

Vodka “Atomik” adalah minuman pertama yang aman dikonsumsi, meski terbuat dari bahan-bahan dekat kawasan kontaminasi nuklir era Soviet.
Diterjemahkan oleh Annisa Nurul Aziza
09 Agustus 2019, 8:56am
Botol vodka dan reaktor nuklir Chernobyl
Ilustrasi via  Pxhere (Kiri) dan pengguna Flickr Pedro Moura Pinheiro, CC licence 2.0 (Kanan) 

Sejumlah ilmuwan di Inggris sudah bertahun-tahun menanam gandum hitam di kebun eksperimental yang terletak di zona radiasi nuklir Chernobyl. Percobaannya dipimpin oleh Jim Smith. Guru besar University of Portsmouth itu ingin membuktikan bahan-bahan yang telah terkontaminasi masih aman dikonsumsi. Mereka baru saja memamerkan vodka Atomik, hasil ciptaan mereka yang dibuat di zona eksklusi Chernobyl. Minuman keras ini dibotolkan oleh Chernobyl Spirit Company yang masih seumur jagung.

"Kami bermaksud… mengolah [gandum] menjadi minuman beralkohol," kata Guru Besar Smith kepada BBC. "Cuma ada satu botol ini saja—saya gemetaran saat mengambilnya."

Vodka yang disuling di kawasan ledakan nuklir Chernobyl kedengarannya seperti jenis wisata kuliner yang khusus ditawarkan untuk para pencari sensasi. Namun, Smith menegaskan Atomik "tidak mengandung zat radioaktif sama sekali." Klaim itu jujur kok.

"Ahli kimia mungkin akan bilang ada produk sisa yang tertinggal dalam hasil distilasi," urainya. "Itulah sebabnya kami menyuling gandum hitam yang cukup terkontaminasi dan air dari akuifer Chernobyl. Lalu, rekan kami dari Southampton University menguji apakah minumannya mengandung senyawa radioaktif di laboratorium radioanalitik mereka. Mereka tak menemukan senyawa apa pun. Semuanya berada di bawah batas deteksi."

Dr Gennady Laptev, ilmuwan dari Ukrainian Hydrometeorological Institute di Kiev yang mendirikan Chernobyl Spirit Company, menjelaskan kepada BBC bahwa vodka buatan mereka membuktikan lahan di sekitar kawasan Chernobyl dapat digunakan secara produktif, khususnya untuk bisnis pertanian.

"Lahan itu seharusnya tak ditelantarkan begitu saja," tuturnya. "Bisa dimanfaatkan untuk banyak hal. Kita bahkan bisa menghasilkan sesuatu di sana, dan tidak mengandung radiasi sama sekali."

Walaupun sekarang baru ada satu botol, tim Smith berencana memproduksi 500 botol tahun ini dan menjualnya ke pengunjung Chernobyl yang jumlahnya semakin banyak. Mereka berharap uang penjualannya bisa disumbangkan ke warga di sekitar situs ledakan nuklir yang masih menghadapi tantangan sosial dan ekonomi.

"Kebanyakan penduduk di sana kesulitan mendapatkan asupan pangan yang sehat, serta layanan kesehatan dan pekerjaan bagus," ujar Smith. "Tragedi kebocoran nuklir terjadi 30 tahun lalu. Kini saatnya mengembangkan perekonomian mereka."

Follow Gavin di Twitter atau Instagram

Artikel ini pertama kali tayang di VICE Asia

Iklan