Iklan
Perang Narkoba

Jebakan Sabu: Perang Mematikan di Fililipina, Dampak Persaingan Kartel Meksiko Vs Tiongkok

VICE News merilis dokumenter pendek tentang sabu-sabu, narkoba paling mematikan di Filipina, yang dipasok oleh Kartel Sinaloa asal Meksiko. Tonton dokumenternya di artikel ini.

oleh VICE News
04 Maret 2019, 5:30am

shabu-shabu menjadi masalah narkoba terparah di Filipina

Awal 2015, warga negara Meksiko bernama Horacio Hernandez Herrera, disinyalir sebagai orang penting nomor tiga kartel narkoba Sinaloa Meksiko, ditangkap di Ibu Kota Manila, Filipina. Dia dibekuk di tengah operasi penggagalan upaya penyelundupan narkoba senilai 12 juta Peso (setara Rp3,6 miliar).

Penangkapan Herrera terjadi tak lama setelah kepolisian Filipina memastikan kartel Sinaloa mengincar pasar narkoba di Filipina yang berkembang pesat beberapa tahun terakhir. Untuk mewujudkan ambisinya, kartel narkoba asal Meksiko ini mesti bersaing melawan sindikat narkoba Tiongkok daratan yang sudah bercokol lebih lama di Asia Tenggara.

Saat ini, jenis narkoba paling digemari di Filipina adalah sabu sabu, alias methamphetamine. Benda terlarang ini dengan mudah diperoleh di 90 persen wilayah Manila. Bocah SD pun akan mudah membelinya karena bandar berkeliaran di tiap sudut kampung.

Popularitas sabu sabu meroket satu dekade terakhir, salah satunya karena sabu bisa digunakan sebagai doping agar masyarakat kelas bawah Filipina bekerja banting tulang lebih lama. Ketergantungan warga miskin terhadap sabu sabu mencapai titik kritis selama tiga tahun belakangan. Sebab, tingkat pengangguran sangat tinggi, dan jumlah mereka yang mati bertambah banyak. Bukan hanya mati akibat overdosis, namun juga dipicu bentrokan aparat kepolisian dan geng narkoba yang agresif semakin sering terjadi.

Selagi Herrera menanti proses pengadilannya di Manila, VICE News datang ke Filipina. Tim kami membedah jaringan perdagangan narkoba di Filipina. Kami mengunjungi bilangan Tondo, Manila—salah satu kawasan di ibukota yang paling banyak dibanjiri pasokan sabu sabu—untuk berbincang dengan para bandar yang mati-matian mempertahankan sumber penghidupan mereka. VICE juga mewawancarai polisi berusaha memerangi peredaran narkoba.

Paket-paket selundupan sabu masuk lewat kawasan perbatasan yang tak dijaga ketat. Masalah makin runyam, karena kewenangan polisi Filipina menangani narkoba relatif terbatas—dan yang paling parah—korupsi menggerogoti kesatuan penegak hukum dari dalam.

Tonton dokumenter rekan kami di awal artikel ini.

Artikel ini pertama kali tayang di VICE News

Tagged:
METH
CRYSTAL METH
Rodrigo Duterte
Manila
shabu
dokumenter
shabu shabu
Kriminalitas
Filipina
Narkoba
Pembunuhan
Sabu-Sabu
Kartel Narkoba
Peredaran Narkoba
Kejahatan Terorganisir