Kuliner Unik

Restoran di India Membuatmu Menikmati Teh Bersama Orang Mati

Restoran ini terletak dekat Masjid Sidi Saiyad, Kota Ahmedabad. Meja dan Kursinya ditata melingkari 27 makam di dalam pagar.

oleh Han Zhang
14 Januari 2017, 12:02pm

Semua foto oleh penulis.

Artikel ini pertama kali tayang di MUNCHIES pada Juni 2015.

Masjid Sidi Saiyad menawarkan arsitektur abad 16, dilengkapi ornamen batu di jendelanya, menjadi salah satu bangunan paling mencolok di Kota Ahmedabad. Kota ini yang paling besar dan sibuk di pusat Negara Bagian Gujarat.

Setelah meninggalkan masjid, saya tersengat sinar matahari yang bisa melelehkan tubuh. Mencari restoran yang bisa menyediakan penyegar dahaga tentu pilihan yang bagus. Pemandu rombongan segera membawa kami ke sebuah restoran yang hanya berjarak sepelemparan batu dari halaman masjid. Ada satu pohon tumbuh menembus atapnya.

Restoran ini bernama 'New Lucky'. Jalan menuju restoran dipenuhi sepeda motor dan becak yang parkir sembarang tempat. Dari luar, New Lucky nampak seperti ribuan restoran lain di Ahmedabad. Jika kita mencarinya lewat Google, bisa jadi sulit bagi orang menemukannya.

1484357738215-New-Lucky-Restaurant-6

Tapi siapapun pasti segera menyadari ada yang unik dari restoran ini setelah menginjakkan kaki di dalamnya. Sulit tidak terpukau melihat pemandangan tersebut: setiap meja dan bangku pengunjung ditata melingkari makam. Orang yang makan di New Lucky bersantap bersama orang-orang mati.

Kawan rombongan kami, kelelahan karena cuaca panas, segera mengurungkan niat setelah tahu akan minum dan makan di pemakaman. Hari itu kami batal bersantap di New Lucky. Tapi saya terlalu penasaran. Beberapa hari kemudian, saya sendirian ke sana naik becak. Butuh 40 menit dari hotel tempat saya menginap ke New Lucky.

Sebenarnya konsep New Lucky tidak baru-baru amat. Sudah banyak restoran yang berdiri di atas pekuburan, tanpa menggusur satupun makam. Namun cerita New Lucky memang agak berbeda. Pendirinya adalah dua anak muda pada 1950-an yang nekat berbisnis restoran tak lama setelah India merdeka. Karena modal cekak, mereka membuka warung teh kaki lima di atas pekuburan. Warung kecil ini berkembang menjadi bangunan seluas 278 meter persegi, dan kini sudah dikeliling perkantoran dan sekolah.

Sayangnya, pelayan New Lucky tidak bisa berbahasa Inggris. Dia juga kebingungan harus menempatkan saya di mana karena restoran sedang penuh pengunjung. Pemandangan ini mengingatkan saya pada masa-masa SMA, ketika kita bingung harus duduk di mana saat jam makan siang di kantin sekolah.

Akhirnya, saya melihat dua orang pengunjung mengenakan kacamata hitam, yang tampaknya bisa berbahasa Inggris. Saya mendekati keduanya, berbasa-basi, dan akhirnya minta izin duduk bersama. Mereka menyarankan saya memesan teh masala dan roti maska, semacam roti isi mentega.

1484357755786-New-Lucky-Restaurant-2


Salah satu anak muda pendiri restoran ini, Kutti Nayar, tentu saja sekarang sudah menjadi pria 72 tahun. Dia ternyata datang ke restoran hari itu. Nayar duduk di pojok ditemani anaknya Rajiv yang tampak sibuk melihat ponsel. Dari keterangan beberapa orang, pohon yang menembus atap restoran sudah ada sejak Nayar dan rekannya, Mohammadbhai, mendirikan warung teh kaki lima. Pohon jenis Neem ini berdiri di dekat pekuburan masjid. Nayar dan Mohammadbhai dulu menjual teh masala untuk pengunjung masjid sekaligus sanak-famili yang hendak ziarah kubur.

Setelah bisnis berkembang baik, keduanya mendirikan bangunan semi permanen. Karena berada di atas tanah pekuburan, mereka akhirnya bersiasat menata meja untuk bisa menyediakan harmoni: kenyamanan bagi pengunjung maupun mereka yang sudah mati.

Setiap makam dipertahankan, tapi diberi pagar besi di sekelilingnya. Pemilik restoran New Lucky juga selalu membersihkan dan merawat makam, supaya mendiang tetap diperlakukan layak.

Kombinasi teh masala dan roti maska di New Lucky segera beredar dari mulut ke mulut, menarik banyak pengunjung. Salah satu pelanggan tetap restoran makam ini adalah pelukis kenamaan India, M.F Husane. Sang pelukis ternyata sahabat Mohammadbhai. Salah satu lukisan Husane sekarang dihibahkan pada New Lucky, menghiasi dinding restoran. Lukisan itu berupa aksara warna-warni bertuliskan "Allah itu satu."

1484357778780-New-Lucky-Restaurant-3


Kesukseskan New Lucky tentu saja tidak hanya berbekal keunikan lokasinya. Rasa menu di restoran ini patut diadu. Nayar dan Mohammadbhai menambahkan bubuk coklat pada teh masala mereka. "Setiap masuk ke sana, kita akan langsung disambut aroma chai yang menguar di setiap sudutnya," kata Girish Gupta, pemandu wisata di Ahmedabad. Gupta menganggap New Lucky adalah simbol kota tersebut.

Chai saya datang tak lama setelah memesan. Teh ini dituangkan ke cangkir porselen kecil yang sudah penuh noda kecoklatan. Harus diakui, rasa teh New Lucky memang sangat kaya, ada kombinasi chai khas India, susu, dan coklat. Kombinasi unik yang melengkapi keragaman Ahmedabad: antara yang hidup dan mati; serta yang muslim dan hindu.

1484357802160-New-Lucky-Restaurant-1


Selain membuat bangunan permanen, pemilik New Lucky mendirikan musala dekat restoran. Musala kecil ini hanya didatangi sedikit orang saja, karena memang lokasinya terlalu dekat dari Masjid Jami. Karena saya bukan muslim, salah satu teman mengingatkan agar saya tidak mengintip atau memotret orang yang sedang salat, sebab rasanya agak kurang ajar.

Selain tehnya yang juara, restoran ini menawarkan beragam menu masakan khas India. Kendati begitu, nyaris semua pengunjung datang demi roti dan teh. Setelah saya periksa lagi, rupanya New Lucky sudah masuk Yelp, aplikasi review restoran mirip Zomato. Tapi satu hal bikin saya bingung, di keterangan aplikasi itu tidak ada pengguna yang bercerita jika di dalam restoran terdapat 27 makam bersisian dengan meja pengunjung.

Barangkali yang terheran-heran cuma orang asing seperti saya. Pengunjung lain makan dan minum dengan santainya, tak peduli di sekitar mereka terdapat makam, laiknya sedang berada di kafe-kafe lain di muka bumi.

Manajer New Lucky kini dijabat oleh Ruzak Bhai Mansuri, pria 62 tahun. Dia menyatakan warungnya sangat ramai saban hari. "Kami buka jam 5 pagi sampai tengah malam. Setiap jam ya selalu seramai ini," ujarnya.

1484357831025-New-Lucky-Restaurant-5


Anand Venkatkrishnan, kandidat Ph.D bidang kajian agama di Columbia University ternyata menyimpan ketertarikan terhadap keberadaan restoran New Lucky, yang berdiri di atas pemakaman muslim. Tradisi muslim di India membangun pekuburan berbeda dari kebiasaan warga mayoritas Hindu yang mengkremasi jenazah keluarga. Menurut Anand, setidaknya warga muslim maupun Hindu India punya satu kebiasaan yang mirip terhadap orang mati: menggelar ritual shraddha. Dalam ritual ini, keluarga yang ditinggalkan akan berkumpul di dekat jenazah selama 13 hari.

"Suasananya justru bahagia, sedikit sekali yang berduka pada saat shraddha. Kami berbahagia karena bisa menghabiskan waktu bersama mendiang," kata Anand.

Sedangkan Ahmet Kargi, seorang penjaga kuburan muslim di Kota New York, menyatakan masjid dan kuburan dalam tradisi Islam selalu dibangun berdekatan. Tujuannya agar keluarga bisa beribadah dilanjutkan ziarah. "Selain itu, adanya kuburan di dekat tempat ibadah akan selalu mengingatkan kami agar siap menghadapi kematian."