Coronavirus

Jadilah Seperti Lelaki Australia ini Saat Pandemi: Bagi-Bagi Tisu Toilet Gratis Buat yang Butuh

Di saat yang lain mementingkan diri mereka sendiri karena COVID-19, masih ada orang seperti Rakesh dari Melbourne yang peduli sesama.
17 Maret 2020, 5:46am
Rakesh tengah menanggapi permintaan tisu gratis
Semua foto oleh Robert Pettinau.

Pandemi corona mengekspos sisi terburuk manusia. Tetangga kalian yang baik hati ternyata rakus kalau panik. Lalu, ada juga yang menjual barang timbunannya dengan harga tinggi untuk keuntungan pribadi. Mereka senang di atas kesusahan orang lain, seperti enggak peduli ada banyak orang kurang beruntung di luar sana yang juga membutuhkannya.

Sifat ini mungkin sudah ada sejak dulu, tapi baru kelihatan sekarang. Untung saja, masih banyak orang baik di antara kita.

Lelaki bernama Rakesh di Melbourne memasang iklan di Facebook Marketplace untuk bagi-bagi tisu gratis ke orang membutuhkan. “Jangan berantem dan panik!!” tulisnya. “Tetap saling peduli.”

Rakesh akan memberikan dua tisu gulung kepada siapa saja yang kehabisan stok. Dia memprioritaskan orang tua, sakit, dan sangat membutuhkan. Menurut Rakesh, “Persediaannya enggak langka. Ini ulah orang-orang tolol yang suka bikin susah.”

Iklan Rakesh di Facebook

Kami berkunjung ke rumah Rakesh untuk mendengarkan ceritanya. Kami penasaran apa yang membuatnya bisa sedermawan itu. Kami juga ingin melihat langsung kesibukan dia menanggapi permintaan tisu gratis.

Rakesh mengecek laman iklan tisu gratis dari rumah. Foto oleh Roberto Pettinau.

Lelaki 40 tahun itu merupakan seorang wiraswasta di bidang konstruksi. Dia tinggal bersama “istrinya yang cantik” dan anak-anak. Rakesh enggak mau mukanya kelihatan di foto, jadi kalian semua cuma bisa lihat vas bunga di gambar atas.

“Saat belanja di supermarket, saya melihat orang lansia enggak bisa beli tisu toilet,” terangnya. “Dari situ, saya memutuskan untuk membantu mereka-mereka yang sudah tua, sedang sakit, dan sangat membutuhkan. Saya ingin yang lain terinspirasi membantu orang-orang di sekitarnya. Enggak usah panik, lah. [Menimbun tisu] sangat bodoh dan enggak menggambarkan sifat orang Australia.”

Rakesh telah menerima lebih dari 1.000 pesan di Facebook Messenger. Dia menunjukkan beberapa isinya, dan rasa terima kasih mereka sangat luar biasa. Mereka semua tampak “sangat membutuhkan dan siap beli,” katanya.

“Saya menolaknya. Saya melakukan ini biar orang-orang enggak panik lagi.”

Iklan Rakesh di Facebook Marketplace. Foto oleh Roberto Pettinau.

Ayah Rakesh mengajarkannya untuk selalu “membantu orang kurang beruntung. Saya menginginkan dunia yang semua penghuninya suka menolong dan mau berkontribusi tanpa pamrih.”

“Stok tisu saya sudah menipis,” imbuhnya dengan emoji tersenyum.

Tak lama kemudian, ada iklan tisu gratis lain yang muncul di Facebook. Deskripsinya sama persis dengan iklan Rakesh. Pemasang iklan yang bernama Pushkar mengatakan dia melihat “iklan orang dan merasa terkesan”. Makanya dia meminjam tulisan Rakesh. Dia telah memberikan beberapa tisu gulung untuk perempuan hamil. Seperti Rakesh, akunnya mulai dibanjiri pesan.

Mudah-mudahan semakin banyak orang mengikuti jejak Rakesh dan Pushkar.

Artikel ini pertama kali tayang di VICE Australia