The VICE Guide to Right Now

Mulai Banyak Orang Ketagihan Dengerin 'Audio Porn' Sekarang

Rekaman suara cerita erotis dikatakan bisa menenangkan pikiran gelisah. Selain itu, skenarionya lebih menarik.
02 Juni 2020, 10:03am
perempuan mengenakan headset
Foto milik Taylor Harding via Unsplash

Kelamaan swakarantina tampaknya semakin memakmurkan industri pornografi. Para kreator seakan tidak kehabisan akal menciptakan konten dewasa baru. Jenisnya pun tambah beragam, seperti audio porn yang sedang ngetren belakangan ini.

Walaupun sudah ada sejak dulu (dan sempat digandrungi di Tumblr), popularitas audio porn melonjak setelah peraturan di rumah saja berlaku hampir di seluruh dunia. Forbes melansir aplikasi audio porn Dipsea mengalami peningkatan pelanggan sebesar 84 persen sejak Maret lalu. Aplikasi ini menawarkan berbagai pilihan rekaman cerita untuk perempuan.

Kepada Bustle, pendiri Dipsea Gina Gutierrez berpendapat lonjakan ini kemungkinan ada kaitannya dengan keinginan seseorang menenangkan diri ketika cemas atau gelisah. Audio erotis dapat dijadikan sebagai pelarian untuk orang-orang yang muak kelamaan di rumah sendirian.

“[ _Audio porn_] menawarkan pelarian yang sangat efektif dan sensual lewat kehangatan suara, sensasi kedekatan di telinga dan pengarahan memvisualisasikannya ke arah lain,” kata penulis cerita audio porn Devlin Wylde kepada Forbes.

Dikenal memiliki suara yang menenangkan, situs Devlin juga mengalami peningkatan. Jumlah pengunjung situsnya naik 6.000 persen, pelanggan berbayar naik 300 persen, dan pesanan audio khusus naik 200 persen.

Konten suara ini memberikan ruang yang lebih besar untuk berfantasi, dan terbukti inklusif baik untuk semua jenis kelamin maupun penyandang disabilitas. Audio porn menyediakan apa yang tak mampu diberikan lewat video.

Rekaman cerita erotis juga tidak terpaku pada standar kecantikan yang ada. Caroline Spiegel selaku pendiri platform audio porn Quinn memberi tahu Mashable, video dewasa kebanyakan mempertontonkan perempuan cantik dengan bentuk tubuh tidak realistis, sehingga dapat membuat penonton merasa minder atau tidak seksi.

Audio porn kini menyusul tren-tren yang sudah ada sebelumnya, seperti film bokep bertema virus corona, bintang film porno membuat kontennya sendiri di rumah, hingga kampanye social distancing Pornhub.

Artikel ini pertama kali tayang di VICE ASIA