Iklan
malaysia

Partai Oposisi Malaysia Pecah Kongsi Gara-Gara Selena Gomez

Gara-gara konser penyanyi AS itu doang? Engga juga sih. Berikut analisis seriusnya.

oleh VICE Staff
03 Mei 2017, 5:55am

Foto via akun Instagram @selenagomez

Politik Malaysia sejak kemerdekaan didominasi oleh Barisan Nasional (UMNO), partai yang sangat dominan sampai-sampai semua kalangan oposisi bersatu untuk menjungkalkan mereka dari kekuasaan. Tidak heran jika koalisi partai oposisi di Negeri Jiran itu sekilas engga nyambung. Partai progresif yang didukung warga minoritas Tionghoa dan India, Partai Aliansi Demokratik (DAP) bisa bekerja sama dengan Parti Keadilan Rakyat (PKR) yang moderat, serta Parti Islam Se-Malaysia (PAS) yang ideologinya Islamis. Ketiganya—menyebut koalisi itu sebagai Pakatan Rakyat—bersatu karena punya tujuan yang sama: melengserkan Perdana Menteri Najib Razak.

Koalisi yang sudah berjalan lebih dari satu dekade itu sekarang terancam pecah. Banyak pihak memperkirakan Najib akan menggelar pemilu sela pada 2018. Di momen kritis semacam itu, PAS malah memutuskan keluar dari tawaran koalisi bersama Pakatan Harapan, nama baru Pakatan Rakyat. Partai sayap kanan itu menuding rekan-rekan sesama oposisi anti nilai-nilai Islam. PAS kecewa karena DAP tidak mendukung penerapan syariah Islam di Malaysia atau hudud.

Undang-undang hudud yang terus digodok akan membuka ruang bagi pelaksanaan hukuman rajam dan amputasi bagi pemeluk Islam di Negara Bagian Kelantan, basis suara PAS. Walaupun berjanji hanya diterapkan bagi pemeluk Islam, pendukung DAP yang mayoritas warga etnis minoritas khawatir hudud berpeluang menimpa mereka juga di masa mendatang.

Perkara hudud baru satu hal. Namun alasan PAS semakin yakin keluar dari Pakatan Harapan ternyata gara-gara satu nama ini: Selena Gomez.

Ya kalian tidak salah baca. Juru bicara PAS mengecam pemberian izin konser penyanyi asal Amerika Serikat itu di Malaysia tahun lalu. Organisasi sayap pemuda PAS menganggap Gomez selalu berpakaian seronok, sehingga "dapat mempromosikan gaya hidup hedonistik di kalangan anak muda Malaysia."

Konser Gomez itu berjalan sesuai rencana, tanpa ada demonstrasi. Di atas panggung, Gomez bahkan mengenakan baju hitam panjang, bukan kostum ketat seperti biasanya, dengan alasan "menghormati budaya dan agama mayoritas di Malaysia." PAS rupanya tetap tidak terima mantan pacar Justin Bieber itu diizinkan tampil di negaranya.

Setahun berselang, konser itu kembali menjadi alasan bagi PAS menarik diri dari koalisi dengan dua partai yang selama ini bahu membahu bersama mereka menggulingkan UMNO. Aubidullah Fahim Ibrahim, anggota sayap pemuda PAS dari Shah Alam menyatakan DAP dan PKR ternyata tidak menghormati keyakinan ideologis partainya terhadap hal-hal yang menyinggung umat Islam. Karena itu, tidak ada alasan bagi mereka bertahan di Koalisi Pakatan Harapan.

"[Anggota DAP dan PKR] malah bergembira saat Konser Selena Gomez berlangsung. Mereka melecehkan keyakinan PAS, aspirasi umat muslim, serta lembaga-lembaga muslim di negara ini," ujarnya, seperti dikutip The Star. "Konser Gomez adalah bukti nyata bila dua partai tersebut tidak berkomitmen memperkuat penerapan Islam di Malaysia."

Dua partai oposisi lainnya mempersoalkan alasan PAS keluar dari koalisi. PKR menyebut kekecewaan PAS sebagai perkara "remeh". Sementara DAP menduga PAS mulai ingin main mata, lalu beraliansi dengan UMNO menjelang pemilihan umum. "[Kecewa pada konser Gomez] cuma alasan saja, karena mereka selama ini memang selalu ingin dicitrakan partai sayap kanan di hadapan konstituennya," kata Muhammad Shakir Ameer, Sekretaris Jenderal Sayap Pemuda DAP. "Selama masih berada di Pakatan Rakyat, PAS kan memang selalu memprotes semua hal yang dianggap tidak Islami. Lalu kenapa sekarang harus keluar dari koalisi?"

Wakil Presiden PKR, Azmin Ali, bahkan sampai bertanya siapa sebenarnya Selena Gomez yang dipersoalkan oleh PAS itu. "Kawan-kawan dari PAS marah pada saya karena dianggap mendukung konser Selena Gomez," kata Azmin saat diwawancarai media lokal. "Jujur saja, saya malah tidak tahu siapa itu Selena Gomez... Yang saya tahu cuma lagu-lagu Nasyid dan tazkirah. Saya tidak tahu apa-apa soal budaya pop. Kenapa malah marah pada saya."

Seperti diperkirakan oleh DAP, kemungkinan besar isu Selena Gomez ini hanya pengalihan dari perkara pecahnya koalisi oposisi Malaysia.

Pada 2013, Partai UMNO memenangkan mayoritas suara dalam pemilihan umum, walaupun penuh catatan "kecurangan" oleh pengamat independen. Muncul banyak temuan pemilih palsu, ancaman pada pendukung partai oposisi, serta kampanye sektarian yang bernuansa agama. Laporan mendalam dari The Economist menemukan bukti Barisan Nasional melakukan politik uang serta manipulasi suara. Sehingga walaupun hanya meraih 47 persen suara—terburuk sepanjang sejarah partai penguasa itu—UMNO malah memperoleh 60 persen dari 222 kursi di parlemen.

Pemimpin Oposisi saat itu, Anwar Ibrahim, segera menolak kalah dalam pemilu. Dia menyatakan ada 40 ribu surat suara tidak sah, karena yang mencoblos adalah warga Indonesia, yang dipakai untuk memenangkan UMNO. Dia menuding PM Najib melakukan "kecurangan pemilu paling parah sepanjang sejarah Malaysia." Karena tudingannya itu, Anwar kembali ditangkap polisi, lalu dihukum lima tahun penjara karena dugaan melakukan sodomi terhadap anak buahnya. Ini adalah kali kedua Anwar didakwa melakukan sodomi, kasus yang oleh banyak kalangan sebenarnya dibuat-buat saja, hanya agar tokoh demokratisasi itu dapat dibungkam dan dibui.

Di sisi lain, keberhasilan Najib mempertahankan kekuasaan pada pemilu 2013 memicu retaknya peta kekuasaan di internal Barisan Nasional. Najib kehilangan dukungan dari mentor politiknya, Mahathir Mohammad, setelah terlibat skandal megakorupsi senilai US$680 juta (setara Rp9 triliun). Najib terseret dugaan penggelapan dana investasi BUMN Malaysia 1 Malaysia Development Bank atau 1MDB. Sebagian dana itu kabarnya dipakai Najib untuk membeli suara pada pemilu 2013. Saat diperiksa Kejaksaan Malaysia, Najib berdalih transfer uang dalam jumlah besar ke rekeningnya adalah sumbangan anggota Kerajaan Arab SAudi.

Dua tahun terakhir, rakyat Malaysia rajin turun ke jalan menuntut pengunduran diri Najib. Kasus ini kemungkinan besar akan mengubah persepsi pemilih dalam pemilu sela tahun depan. Dukungan bagi UMNO hampir pasti jauh menyusut, pertama kalinya terjadi sejak pemilu pertama digelar di Malaysia pada 1959.

Mahathir, sebagai sosok yang membawa Najib ke dunia politik, memutuskan keluar dari UMNO. Dia membentuk partai baru yang diberi nama Parti Pribumi Bersatu Malaysia (Bersatu). Setelah Anwar dipenjara, Najib justru memperoleh tantangan baru dari Mahathir, senior yang dihormatinya. Mahathir menggugat Najib atas dugaan penyalahgunaan kekuasaan, walaupun kalah di pengadilan.

Dalam lanskap politik seperti inilah, perebutan suara pada pemilu sela 2018 akan sangat penting. UMNO yang mulai kehilangan banyak dukungan warga kelas menengah perkotaan berharap bisa mengalihkan basis suara ke desa-desa Malaysia. Bersatu yang dipimpin Mahathir optimis Najib akan bisa dikalahkan tahun depan. Namun mengingat partai oposisi masih belum solid, pengamat tidak terlalu yakin akan muncul kejutan dalam pemilu tersebut.

Di sinilah peran PAS jadi sangat penting bagi UMNO. Pemilih di desa-desa Malaysia rata-rata etnis Melayu. Jika tak memilih UMNO, maka mereka akan mengalihkan dukungan ke PAS atau Bersatu pimpinan Mahathir. Apabila PAS resmi bergabung dengan partai penguasa, meninggalkan oposisi, maka kemenangan UMNO akan lebih terjamin dalam pemilu 2018.

PAS berulang kali membantah tudingan jika mereka siap bergabung dengan Barisan Nasional. Di sisi lain, partai Islamis itu menyadari posisinya sebagai penentu dalam percaturan politik Negeri Jiran. Dengan adanya rencana keluar dari oposisi karena kasus Selena Gomez, kecurigaan PAS condong pada koalisi dengan Barisan Nasional semakin menguat. Kalaupun PAS ingin maju sendiri tanpa tergabung pada koalisi oposisi, UMNO juga tetap diuntungkan karena suara PKR, Bersatu, dan DAP akan terpecah-pecah. Keduanya sama-sama skenario yang menguntungkan Najib.

PAS dalam posisi dilematis, membutuhkan alasan untuk pura-pura keluar dari oposisi, lalu mengalihkan dukungan ke partai penguasa tanpa terkesan membebek keinginan UMNO. Sebagai partai dengan ideologi Islam garis keras, petinggi PAS tentu butuh isu yang bisa dipahami basis pemilih mereka. Tak lain dan tak bukan, alasan yang paling tepat ternyata adalah Selena Gomez.

Tagged:
Selena Gomez
Politik
Najib Razak
pas
Skandal Malaysia
Oposisi Malaysia
Pakatan Rakyat
UMNO
Skandal 1MDB