Semua foto oleh Iyas Lawrence.

Kami Menjajal Paket Ransum TNI Supaya Kalian Tak Penasaran Dengan Rasanya

Deretan ransum ini adalah sahabat terbaik saat terjebak di hutan atau medan perang, ya kalau kepepet sih. Sebelum skenario tadi terjadi, kami coba review rasanya buat kalian.

|
Mar 1 2017, 8:36pagi

Semua foto oleh Iyas Lawrence.

Pernak-pernik militer sejak lama mudah kita temukan di supermarket, mulai dari bayonet, atribut, atau replika senjata. Belakangan ada satu aspek dunia kemiliteran yang meraih popularitas tak terduga: ransum tentara.

Angkatan bersenjata di seluruh dunia terbiasa menyantap makanan beku. Agar lebih menambah cita rasa ransum, Tentara Nasional Indonesia meramu bermacam resep lokal. Setidaknya untuk urusan kreasi jenis-jenis rasanya, dibanding militer negara lain paket ransum ini seharusnya membuat pendiri TNI—atau pahlawan nasional Indonesia—tersenyum di surga.

Ransum makanan yang khusus untuk dikonsumsi serdadu di medan perang beberapa tahun terakhir meraih popularitas penjualan di dunia maya. Popularitas ini berasal dari dua aspek penting: ransum adalah sumber gizi dan makanan instan praktis untuk mereka yang sedang kepepet. Di sisi lain, ransum TNI ternyata juga punya peminat khusus, yakni penggemar segala seuatu yang berhubungan tentara dan militer atau mereka yang memutuskan mendekam di basement untuk menghindari kiamat.

Di Indonesia, ransum tak hanya dikonsumsi oleh personel militer. Pemburu makanan murah dan koki-koki malas keluar rumah juga membeli ransum. "Para pendaki gunung, anak kuliahan kere, dan istri yang malas memasak untuk keluarganya" untuk menyebut beberapa jenis, adalah langganan Sutorejo. Dia penjaja ransum tentara di Internet.  

Walau sejak lama mendengar ransum buatan TNI punya citarasa menarik, saya belum pernah mencicipnya langsung. Saya segera menghubungi Sutorejo, membeli tiga macam ransum. Setiap tipe memiliki bungkus dan cara memasaknya sendiri. Saya bertanya pada Sutorejo, apa yang membedakan satu tipe ransum dari yang lain. Ternyata perbedaan antar tipe cuma perkara durasi yang dibutuhkan untuk memasak.

Menurut salah satu penjaja ransum di dunia maya, produk yang mereka jual berasal dari personel aktif TNI yang melego persediaan ransumnya. Hanya personel militer aktif bisa mendapatkan jatah ransum. Alhasil, jika diperhatikan, ransum yang dibeli secara online biasanya tinggal punya waktu beberapa hari sebelum benar-benar kedaluwarsa. Ransum-ransum itu menurut TNI sebetulnya dirancang supaya tahan disimpan hingga satu tahun.

Paket ransum yang saya beli adalah T2P, T2SP, dan T2PJ. Setiap jenis terdiri dari satu makanan berat, makanan ringan, dan satu minuman instan. Saya tak menjumpai daftar kandungan gizi dalam setiap bungkusnya. Tentu saja ada logo TNI di setiap bungkus dan sedikit keterangan yang mengatakan bahwa ransum yang saya beli halal, bebas MSG, dan tidak pakai bahan baku pangan yang dimodifikasi secara genetis alias GMO. Luar biasa, ternyata tentara Indonesia sangat peduli bahan-bahan organik.

Setiap membuka kotak paketnya, yang akan kalian temukan pertama kali adalah perkakas dan makanan ringan. Tenang, berbeda dari furnitur knockdown IKEA, ransum TNI dilengkapi dengan segala perangkat yang kamu perlukan sebelum memasak. Berikut daftar perkakas yang saya peroleh (plus enertab dan minuman siap saji):

Enertab
Sepintas bentuknya mirip Calorie Mate dari Jepang yang dikonsumsi pekerja kesepian terpaksa harus ngelembur semalaman di kantor atau gamer main maraton 24 jam. Enertab di ransum TNI ini rasanya kayak protein shake. Walau tidak menarik, coba deh ditelan dulu. Tekstur tabletnya yang kasar ternyata mengelabui otakmu. Setelah mengunyah tablet yang luar biasa manis dan sekeras bata ini, perut kalian pasti langsung kerasa penuh seharian. Ajaib. Ini nih makanan darurat dalam arti sebenarnya.

Enertab adalah metafora paling pas bagi Tentara Nasional Indonesia: keras, bentuknya tak menarik, tapi efektif dalam bekerja (ya ada masalah di sana-sini, tapi sstt, kita bahas lain kali deh).

Kompor
Biasanya jika kamu ditugaskan ke medan perang, makanan hangat adalah kemewahan tersendiri. Beruntung, TNI sangat memikirkan kehangatan perut semua personelnya. Semua ransum dilengkapi kompor lipat, korek, dan kaleng gas kecil. Pokoknya, semua yang kamu butuhkan supaya kamu bisa bikin makanan hangat di mana saja. Ingat, di mana saja. Mulai dari rawa sampai hutan belantara.

Minuman
Minuman instan yang ditawarkan ransum cukup beragam. Ini mengejutkan menimbang ransum dari awal dirancang untuk kondisi darurat. Ada dua bungkus kopi dalam satu pack, jelas sekali TNI tak ingin personel mereka mengantuk selama bertugas. Sayangnya, cuma minuman sereal yang punya rasa selain manis gula. Kopi yang saya dapat bisa dibilang cuma air hangat doang. Engga ada rasa kopinya sama sekali. Bagaimana dengan jus buahnya? Yang ini sebaiknya kita ganti nama jadi air dingin manis saja. Minuman sereal—yang paling mending dari semua minuman yang tersedia—rasanya enak sih. Tapi serealnya tidak tercampur dengan sempurna.

Spork Buatan TNI Terbaik di Muka Bumi
Barang keren ini sayangnya disepelekan di banyak review online membahas ransum TNI. Seakan ingin menandingi kerennya sekop tentara Cina WJQ-308, desain spork yang saya temui benar-benar mantab jiwa. Spork ini bisa digunakan untuk menusuk dan menyendok semua jenis makanan—keras atau cair—tanpa hambatan.

Oke. Mari kita bedah lebih lanjut sajian masing-masing ransum yang saya dapatkan.

Ransum Tipe T2P

Menu: 
Nasi Ayam Jamur, Nasi Daging Nusantara, Nasi Rendang Ikan

Semua makanan T2P dibungkus kantong plastik hampa, jadi kamu tak bisa memanaskan makanan tanpa melelehkan bungkus plastiknya di atas api kecil kompor rakitan. Karena personel TNI tak mungkin menumis makanannya di atas wajah dengan api sedang, saya juga memasaknya sesuai cara yang dipakai para serdadu.

Kesan Pertama  
Walau belum dihangatkan, semua makanan T2P terasa lumayan lezat. Paket kedap udara adalah teknologi luar biasa agar ransum tentara tahan disimpan berbulan-bulan. Tapi ada dampaknya. Nasi dalam ransum terasa keras. Yah, masih bisa dimaafkan karena semua protein diawetkan dengan minyak. Cukuplah jadi modal mendorong setiap suapnya melewati tenggorokan dan membuat rasanya jadi lebih manusiawi.

Kesimpulan
Baik Nasi Daging Nusantara dan Nasi Rendang Ikan masih punya jejak pengewatan yang kentara dalam bumbunya. Akibatnya, dua menu tadi terasa manis. Ada sedikit aroma cabe dan tomat. Nasi Ayam Jamur punya cita rasa umami yang kerap kamu temukan di masakan peranakan, terutama pada sajian mi ayam pinggir jalan. Dari semua menu tadi, yang paling enak Nasi Daging Nusantara karena tiap gigitannya memberikan kita potongan daging, ikan, dan kadang kentang.

Skor 6/10. Jenis ransum ini direkomendasikan buat ibu rumah tangga yang malas masak.

Tipe T2PJ

Menu:
Nasi Kuning Ayam, Nasi Laksa Ikan, Nasi Kebuli Daging, Sup Krim Jagung.

Cuma orang bodoh yang gagal memasak santapan instan karena kuncinya cuma satu: mau menunggu. Asal punya cukup kesabaran manasin air lalu duduk manis 15 menit, kamu pasti bakal diberkahi dengan makanan yang layak santap dari ransum model ini. Di samping bobotnya yang ringan, kemampuannya disimpan lama, dan kemasannya yang irit ruang, paket satu ini punya isi lebih banyak dari paket ransum lainnya.

Kesan Pertama
Berbeda dari T2P, ransum ini tak bisa dimakan tanpa menambahkan air panas. Kamu dipastikan akan menikmati semua menu hangat-hangat. Kemasannya tahan panas, lumayan tebal supaya bisa langsung disiram air panas. Masakan dari ransum T2PJ dijamin memiliki kuah yang berlimpah. Tapi itu harga yang setimpal mengingat hasil akhirnya sangat mirip dengan makanan sejenis yang dimasak dengan cara konvensional.

Kesimpulan
Salah satu cerita yang saya sering dengar selama melakukan riset untuk tulisan ini adalah bahwa betapa T2PJ paling digemari para pendaki gunung. Alasannya, hasil akhirnya mirip makanan asli—bukan yang dijadikan ransum maksudnya—bahkan ketika dimasak dalam kondisi cuaca ekstrem. Yang paling mirip adalah Nasi Kuning Ayam dan Sup Krim Jagung. Makanan instan punya tempat spesial di hati penduduk Indonesia yang bisa lapar di jam-jam yang tak terduga. Saya terharu saat mengetahui TNI berhasil menjaga standar rasa makanan instan Indonesia supaya tetap enak.

Skor 8/10. Direkomendasikan untuk pendaki gunung, anak Mapala, dan mahasiswa kere

Tipe T2SP

Menu:
Nasi Daging Lada Hitam, Nasi Ayam Bumbu Rujak, Nasi Ikan Saus Tomat.

Makanan kaleng biasanya lebay pas diiklankan. Intinya, isi kalengnya pasti jauh dari penampakan asli. Dalam kasus ransum tentara, makanan kaleng mereka bahkan tak punya ilustrasi isinya. Cuma ada lambang TNI di kemasannya. Setidaknya, bungkus logam ini gampang dipanaskan dengan kompor yang sudah disediakan oleh TNI. Nah, yang jadi masalah, kita harus beli panci untuk memasaknya. Duh, jadi kurang praktis deh.

Kesan Pertama
Bikin makanan yang isinya cuma MSG dan pengawet tentu perkara gampang. Masalahnya, TNI ternyata anti bahan pangan GMO. TNI perlu menemukan solusi supaya ideologi mereka tak tergadaikan. Produsen ransum ini akhirnya menambahkan lemak dan mentega supaya makanan tetap awet. Minyak beku mengisi 30 persen dari ruang dalam kaleng. Kalau kamu tak kuat makan mentega mentah, jauhi ransum ini.

Kesimpulan
Ada alasan di balik turunnya popularitas makanan kaleng seiring makin digemarinya mi instan. Makanan yang dikalengkan punya kandungan lemak dan garam di luar kewajaran. Ketika dipanaskan, hasilnya adalah sajian berlendir membuat nafsu makan ciut. Rasanya, hmm, rasanya kayak makan margarin padahal itu nasi. Saran saya: makan ransum ini jika kalian benar-benar terpaksa (kecuali kamu maniak benda daur ulang atau penggemar berat pernak-pernik TNI tak peduli ransum ini ada rasanya atau engga).

Kesimpulan: Oke. Ransum T2SP bukan makanan buat manusia

More VICE
Vice Channels