Pornografi

Kenyataan Pahit di Balik Daftar 'Year In Review' yang Dibuat Pornhub

Laporan tahunan terbaru Pornhub membeberkan video porno selebritas mana saja yang paling banyak dicari sepanjang 2019. Yang tidak kita ketahui, banyak dari video itu merupakan hasil deepfake.
AN
Diterjemahkan oleh Annisa Nurul Aziza
20 Februari 2020, 5:03am
07_18_2019_DEEP_FAKES_2_CV
Gambar ilustrasi: Cathryn Virginia

Di setiap penghujung tahun, Pornhub merilis laporan tahunan mereka berjudul Year in Review. Laporan ini menjabarkan seberapa banyak dan jenis video apa saja yang ditonton pengguna selama satu tahun terakhir.

Tahun ini, Year in Review mereka menunjukkan “video mesum artis” sebagai salah satu genre paling populer pada 2019. Belle Delphine, Kim Kardashian, dan Lena the Plug menduduki peringkat atas, karena mereka berkaitan dengan pekerja seks atau terkenal gara-gara sex tape mereka bocor.

Masalahnya, daftar tersebut dipenuhi nama artis yang tidak pernah terlibat dalam pornografi. Miley Cyrus, Selena Gomez, Taylor Swift, Zendaya dan Gal Gadot hanyalah beberapa contohnya.

Nama Ariana Grande, misalnya, dicari lebih dari sembilan juta kali di Pornhub pada 2019. Sementara itu, Selena Gomez dicari sebanyak 7,3 juta kali. Dikarenakan situs pornografi terbesar di dunia itu tidak bisa atau bersedia membatasi video porno non-konsensual dari platformnya, mencari nama-nama tersebut dapat membawa pengguna ke video deepfake mereka. Padahal, Pornhub mengklaim video deepfake melanggar kebijakan mereka.

1581718143836-5-pornhub-insights-2019-year-review-celebrity-searches

Video porno palsu para seleb perempuan ini muncul di halaman pertama hasil pencarian. Video-videonya telah ditonton ribuan kali, menurut Pornhub. Ini jelas menguntungkan Pornhub, karena konten deepfake dihosting pakai iklan.

Pada Februari 2018, setelah publik mengetahui bagaimana deepfake akan dimanfaatkan, Pornhub mengikuti jejak Reddit, Discord, dan Twitter dalam melarang konten deepfake di bawah ketentuan “tidak mengizinkan pornografi non-konsensual”. Situs tersebut memblokir istilah “deepfake” dari pencarian dan juga sejumlah kanal khusus deepfake. Apakah berhasil? Tentu tidak. Masih banyak video deepfake di Pornhub, dan seleb perempuan menjadi target utama konten palsu semacam itu.

Statistik dari situs pornografi perlu ditanggapi serius karena kita tidak dapat memverifikasi kebenarannya. Satu-satunya indikasi orang mencari nama seleb di Pornhub jutaan kali yaitu karena situsnya memilih untuk menyoroti ini dalam siaran pers mereka. Namun, keputusan mereka menunjukkan Pornhub secara penuh menyadari apa saja yang dicari pengguna.

Mereka terbukti tidak mampu mengendalikan video deepfake jika melihat betapa konten-konten semacam ini masih ada di situs, padahal pihak perusahaan telah berulang kali mengklaim melarang pornografi non-konsensual. Kalau saya boleh blak-blakan, Pornhub sama sekali tidak peduli dengan itu semua.

Pornhub tidak menanggapi permintaan kami untuk berkomentar.

Artikel ini pertama kali tayang di Motherboard