Semua foto oleh Igor Coko

Mengintip Keseharian Penghuni Penjara Serbia Lewat Jepretan Kamera Igor Coko

"Menjadi tahanan butuh keterampilan tersendiri. Kamu harus bisa bertahan… dan tidak terpengaruh hal buruk."

|
05 Oktober 2018, 10:20am

Semua foto oleh Igor Coko

Seorang pria memegang cermin ketika pria lainnya sedang berpose ala petinju. Di tempat lain, seseorang sedang memandangi jam tangan yang ditempel ke dinding. Ada juga yang memamerkan bekas luka di badannya. Seorang lelaki di sudut lain memeluk hasil USG berukuran A4 di dadanya. Sedangkan pria lainnya asyik mengamati kepulan asap rokoknya.

Bagi sebagian besar orang, berfoto adalah cara untuk mengabadikan momen yang tidak ingin dilupakan. Lain halnya bagi para narapidana. Foto mereka menjadi pengingat momen-momen hidup normal yang hilang setelah masuk penjara.

"Selain untuk arsip pribadi, foto-foto ini adalah kenangan atas segala yang hilang sejak mendekam di bui," kata fotografer Igor Coko. "Kadang tidak hanya sekadar dokumen, foto-foto ini juga menjadi arsip mereka."

Igor adalah fotografer asal Kroasia. Berkat studi Etnologi dan Antropologi yang ditekuni, dia bisa mendalami seni fotografi yang mementingkan sensibilitas manusia dan komunitas yang sudah jarang ditemukan di dunia luar.

Seluruh fotonya di "Living Behind Bars" dilakukan di dalam penjara Belgrade District, fasilitas penjara terbesar di Balkan. Igor adalah satu-satunya fotografer yang diizinkan bertemu para tahanan di Serbia tanpa sensor.

Lewat email, Igor menjelaskan kalau prosesnya tidak mudah. "Kamu tidak bisa asal masuk bawa kamera dan memotret tahanannya. Ada prosedur panjang dan lambat yang harus kamu ikuti kalau ingin diizinkan secara resmi dari otoritas penjara dan para napi."

Saya sudah sering mengunjungi penjara sejak masih 18 tahun. Tahanan selalu dicap buruk oleh media. Semuanya dianggap sebagai terpidana, bukannya orang yang sedang menjalani rehabilitasi. Di ruang jenguk, saya sering mengamati para napi yang berdebat politik, mengajari anaknya menggambar, dan menangis saat mendengar keluarganya sakit keras. Mereka sama-sama manusia seperti kita. Hanya saja mereka ada di tempat berbeda.

Proyek Igor punya simpati yang sama. Dia ingin "menampilkan para tahanan sebagai manusia biasa untuk menghilangkan prasangka buruk dan mematahkan tabu yang ada selama ini."

Menurut Igor, "Semua orang bisa masuk penjara kapan saja karena berbagai alasan. Kita tidak bisa memprediksi hidup. Tidak semua tahanan itu penjahat."

Para tahanan, terutama mereka yang mendekam di penjara dengan tingkat keamanan paling tinggi, akan menguji komitmen Igor sebelum memberinya kepercayaan. "Saya menghabiskan banyak waktu bersama mereka sebelum diizinkan memotret," kata Igor. "Kamu harus berbaur dengan mereka, menghargainya sebagai manusia, dan berempati. Penjara adalah tempat tinggal mereka, dan kamu wajib mematuhi peraturannya."

Sebelum merilis serinya, Igor bekerja sama dengan layanan penanganan penjara Belgrade di program rehabilitasi kreatif selama tiga tahun. Tujuan program seni ini yaitu untuk mendukung kegiatan sosial, intelektual, dan kreatif di antara para tahanan. "Mengubah hidup mereka dengan cara yang positif itu sangat penting, supaya mereka tetap punya tujuan hidup selama di penjara," imbuhnya bangga.


Mayoritas fotonya diambil di blok sel 5-1, tempat beberapa napi paling rentan di Serbia dikurung selama 22 jam sehari. "Pengamanan blok 5-1 sangat ketat. Di sana ada 10 sel yang diisi oleh 120 tahanan," terang Igor. "Proses rehabilitasi melalui seni adalah upaya penting bagi mereka yang ingin dipindahkan ke unit penjara yang lebih baik, karena hanya ada langit di luar penjara."

Saya menanyakan hal terindah yang pernah Igor saksikan di Blok 5-1, dan dia menceritakan soal pertunjukan teater dari novel Notes From The Underground karya Dostoevsky. Pertunjukannya sangat populer sampai-sampai otoritas penjara mengadakan tur pertunjukan di berbagai institusi. "Ada enam tahanan yang ikut teater ini, dan mereka melakukan 17 pertunjukan bagi para napi di Belgrade, beberapa pusat pemasyarakatan dan penjara di seluruh Serbia."

Pertunjukannya sukses berat, dan otoritas penjara mengizinkan mereka untuk memainkan penutupannya di hadapan publik. "Ini pertama kalinya dalam sejarah penjara Belgrade District, tahanan dari blok sel 5-1 diizinkan keluar untuk tampil di pusat Belgrade Youth di hadapan 500 orang. Mereka memainkan drama teater untuk memamerkan keahliannya yang tidak pernah sama sekali terpikir oleh kita,” kata Igor antusias. "Tiba-tiba saja, publik lebih menghargai mereka, tidak peduli apa yang pernah mereka lakukan di masa lalu."

Foto-foto Igor bersifat abadi karena ekspresi karakter dan komposisi latarnya menggambarkan peristiwa pribadi mereka dengan cara yang mudah dipahami. Mereka sedang pakai headphone, berolahraga, membaca surat kabar dan menonton film. Fotografinya memang semacam "pengakuan langsung," tetapi dia bisa menjaga kerahasiaan ceritanya. Itulah alasan mengapa para tahanan bisa memercayainya. "Saya bersedia mendengarkan cerita mereka dan tidak pernah membocorkannya."

Ketika saya meminta satu cerita yang paling bermakna, dia menceritakan singkat bahwa "salah satu dari mereka memberitahunya kalau jadi tahanan itu butuh keterampilan. Kamu harus bisa bertahan, tidak terpengaruh hal buruk, dan menempatkan diri di antara para tahanan dan masyarakat."

Follow Mahmood di Instagram

Artikel ini pertama kali tayang di VICE AU.