Peselancar Pro

Beginilah Cara Gila Memotret Ombak Setinggi 21 Meter dari Papan Selancarmu

Peselancar profesional sekaligus fotografer Derek Dunfee tidak pernah menemukan fotografer lain melakukan tindakan senekat dirinya.

oleh Clara Mokri
15 Oktober 2018, 7:31am

Foto oleh Derek Dunfee 

Derek Dunfee mengapung di atas air. Tak lama kemudian, ombak setinggi gedung tingkat tiga datang menyerbu ke arahnya. Bukannya takut, dia malah mendayung ke arah gelombang mahatinggi di laut tadi. Dunfee menghadapi dua kemungkinan. Pertama, dia berselancar menuruni ombak dan melayang di air dengan kecepatan 62 hingga 74 kilometer per jam. Atau, kedua, dia kehilangan keseimbangan, jatuh, dan tersapu ombak besar tersebut. Dunfee melakukannya berulang kali. Selama puncak kariernya pada 2009, peselancar profesional ini mengayuh papannya melalui terjangan ombak terbesar yang pernah ada di dunia.

Belakangan, Dunofee tak cuma berenang ke arah ombak besar dan menungganginya. Dia juga memotretnya. Jika biasanya fotografer mengabadikan ombak di lautan sambil berenang di atas permukaan laut yang tenang dengan menggunakan sirip berenang, Dunfee nekat memotret dari atas papan seluncurnya. Pendekatan yang unik ini memungkinkan Dunfee berada sedekat mungkin dengan obyeknya tanpa harus mengambil risiko tergulung ombak raksasa.

VICE baru-baru ini bertemu dengan Dunfee. Kami ngobrol tentang hobinya menantang maut di lautan untuk memotret ombak berukuran besar.

1533851001582-5
Foto dari arsip pribadi Derek Dunfee

VICE: Halo bung, bagaimana ceritanya dulu kamu mulai menekuni selancar?
Derek Dunfee: Aku tumbuh besar Distrik La Jolla, California dan aku berselancar nyaris seumur hidupku. Aku juga sudah berulang kali diundang menghadiri kompetisi selancar ombak raksasa di seluruh penjuru dunia. Pada 2013, aku mengalami gegar otak setelah mengalami kecelakaan saat berselancar di atas sebuah ombak raksasa. Gara-gara itu, aku merasa pusing selama tiga bulan. Setelah itu, aku lebih memusatkan energiku untuk memotret ombak daripada berselancar.

Sebesar apa sih bahaya berselancar di atas ombak besar? Parah banget ya kecelakaan yang bikin kamu gegar otak?
Bahayanya jelas besar banget. Selain kecelakaan yang bikin aku gegar otak pada 2013, aku masih mengalami dua kecelakaan lagi setelahnya. Yang pertama di Fiji. kakiku sampai patah dan aku harus diterbangkan ke Los Angeles. Aku juga pernah melihat orang yang hanyut karena ombak besar. Pengalaman ini bikin saya traumatis dan membuat saya mikir-mikir lagi buat berselancar.

Tapi kamu masih berselancar di atas ombak besar, apa sih yang bikin kamu kembali melakukannya?
Jelas karena sensasi adrenaline rush-nya di otak. Nagih banget pokoknya.

Kalau sampai tersapu ombak, berapa lama biasanya kamu terperangkap di bawah permukaan air?
Kalau parah banget, kamu bisa terperangkap selama 30 detik sampai satu setengah menit. Untungnya, teknologi untuk berselancar di atas ombak-ombak besar sudah jauh berkembang. Sekarang, para selancar punya jaket pelampung yang bisa mengembang sendiri. Begitu dilumat ombak, mereka tinggal menarik talinya agar jaketnya menggembung.

Selain itu, kebanyakan peselancar ombak besar profesional bisa membayar US$500 sampai US$1.000 (setara Rp7,6juta-Rp15,2 juta-red) pada regu penyelamat profesional yang mengawasi mereka dari sebuah jet ski. Begitu peselancar tersebut terlihat terhempas ombak besar, regu penyelamat ini langsung bergerak menyelamatkannya.

Ombak terbesar yang paling besar yang kamu pernah lihat segede apa sih?
Yang paling besar mungkin ombak yang aku lihat pas sedang memoret di kawasan Mavericks, Half Moon Bay, California musim semi lalu. Tingginya sampai 21 meter. Aku memang sering melihat ombak dengan ketinggian antara 15 - 21 meter, apalagi di musim semi ketika gelombang ombak sedang kuat-kuatnya.

Sebagai peselancar sekaligus fotografer spesialis motret ombak besar, bagaimana caramu membagi waktu antara berselancar dan memotret? Bagaimana caramu menentukan pendekatan memotret yang pas saat gelombak ombak bagus-bagusnya?
Aku berselancar tiap hari, mau ombaknya bagus atau tidak. Jadi, kalau kondisinya sedang bagus, aku bisa mengalihkan perhatianku ke fotografi toh aku biasa berselancar tiap hari. Kecintaanku pada fotografi setara dengan kecintaanku pada selancar. Intinya sih, aku suka berada di air. Jadi enggak masalah.

1533850902084-14_derek_dunfee_shooting_
Dunfee saat memotret di atas papan seluncurnya.

Ceritain dong proses kamu memotret saat berada di dalam air.
Aku memotret dari dalam air. Cuma aku enggak berenang dengan sirip renang. Di kawasan yang memiliki ombak raksasa, gelombang pecahnya juga kuat karena air yang digerakkan oleh gelombang laut jumlahnya sangat banyak. Di Mavericks misalnya, kalau kamu memotret sambil berenang. Sudah pasti kamu akan terhempas ombak ke daerah pantai dan harus segera diselamatkan. Ketika aku memotret dari atas papan selancar, aku dalam kondisi bergerak. Selain itu, karena aku sering berselancar di sana, aku sudah hafal betul bagian ombak yang bisa aku tunggangi. Alhasil, aku bisa memotret dengan aman dengan posisi sedekat mungkin dari ombak. Pendeknya, aku memanfaatkan sudut pandang seorang peselancar.

Kira-kira ada orang lain yang memotret dengan gaya sepertimu?
Aku belum pernah lihat sih, tapi aku yakin pasti ada orang yang menemukan keuntungan memotret dari atas papan selancar seperti yang aku lakukan.


Jika kalian tertarik melihat foto-foto Derek Dunfee lainnya, klik tautan ini.

Follow Clara Mokri di Instagram.

Artikel ini pertama kali tayang di VICE US