Sepakbola

Tim Sepakbola di Inggris Merilis Kandidat Seragam Klub Terburuk Sepanjang Sejarah

Gara-gara tim itu disponsori pabrik sosis, seragam pemainnya kelihatan mirip hot-dog raksasa. Menghormati sponsor kayaknya ga perlu gitu-gitu amat deh...
31.7.18
Foto seragam klub oleh Gary Morrisroe via Bedale AFC's Facebook.

Saban kali nonton pertandingan sepakbola profesional, kita pasti melihat logo-logo sponsor tercetak di dada dan lengan seragam tiap pemain yang tengah berlaga. Apa mau dikata pemasangan logo tersebut mendatang uang yang tak sedikit bagi tiap manajemen klub. Contohnya nih, Chevrolet rela menggelontorkan dana sebesar £53 juta (setara Rp1 triliun) tiap tahunnya demi bisa memasang logonya di kit Manchester United. Pabrikan mobil itu memastikan skuad Setan Merah kelihatan seperti versi manusia Chevy Malibu.

Sementara itu di Inggris Utara, sebuah klub kecil nonliga juga akan memulai musim kompetisi tahun ini dengan jersey sumbangan sponsor mereka. Bedanya, bila anak-anak Setan Merah kelihatan seperti mobil ukuran sedang buatan Amerika, skuad klub ini bakal beraksi bak sebuah sosis raksasa—dan ini terjadi bukan karena kesalahan desain. Seragam mereka memang dari sononya dibuat dengan konsep yang "jualan" banget demi memuaskan sponsor.

Kit Bedale AFC, nama klub itu, mendapat sponsor dari produsen sosis bernama Heck Foods. Jadi, tak heran bila setiap kaus dan celana pendek yang dipakai Bedale kelihatan seperti potongan hot dog yang diberi saus dan mustard. Satu-satunya anggota tim yang punya seragam berbeda hanyalah si penjaga gawang. Seragamnya akan berbeda dari kawan-kawannya. Tidak seperti hot dog berjalan, penjaga gawang Badale lebih mirip arang yang sedang manyala.

"Beginilah penampilan jersey hot dog kami yang baru. Ini sebenarnya gambar saus di atas roti hot dog, dengan tomat double helix Crick and Watson double helix dan mustard. Oh ya gambarnya nyambung sampai ke celana pemain," ujar ketua klub Martyn Coombs saat diwawancarai BBC. "Di bagian belakang, nomor punggungnya disusun dari gambar sosis. Lalu ada logo baru kami, yakni 'You’ll Never Pork Alone.'" Hahahaha, asyik juga plesetannya. Jangan sampai dibaca suporter Liverpool aja. :P

Percaya atau tidak, ini bukan kali pertama klub Bedale memakai jersey bertema sosis. Seragam mereka sebelumnya—yang juga didesain Hecks—lumayan dapat sorotan publik, untuk ukuran klub sekecil Bedale. Jersey tersebut masuk pemberitaan TV dan media online di beberapa negara di luar Inggris. Bahkan, Bedale pernah ditulis secara khusus oleh majalah “Pig World”. Prestasi paling nampol dari kit itu? Terpilih sebagai seragam sepakbola nomor 7 terburuk sepanjang masa dalam sebuah jajak pendapat online. (“Aslinya, kamu pengin kit hot dog kami jadi salah satu dari tiga jersey dengan desain terburuk,” kata asisten manajer Ian Richardson saat diwawancarai the Northern Echo).


Tonton dokumenter VICE menyorot perjuangan Teuku Muhammad Ichsan dari sekadar amatir di pesisir Aceh menjadi pemain sepakbola yang memenangkan Liga1:


Bedale AFC berharap jersey terbaru mereka punya prestasi yang sama baiknya di luar atau di dalam lapangan, seperti pendahulu. Baru-baru ini, Bedale menjadi kampiun penyelenggaraan pertama North Riding Football League Division One, dan hasil penjualan jersey sosis orisinil menacapai nyaris £145.000 (Sekitar Rp2,7 miliar), yang semuanya disumbangkan kepada dana amal kanker prostat.

"Sebagai sebuah klub amatir, kami bergantung pada kemurahan hati pelaku bisnis lokal untuk mensponsori kami sebab kesehatan dan kebugaran badan itu sangat penting," ujar Coombs. "Sebelumnya kami pernah disponsori restoran Hall’s Fish and Chips of Bedale, R & R Ice Cream of Leeming Bar, dan sekarang Heck Sausages. Jadi, kalian bisa lihat sendiri, badan kami adalah papan iklan berjalan."

Respons yang diterima manajemen soal jersey baru Bedale umumnya positif, tapi satu orang pendukung klub itu kelihatan geram sekali gara-gara melihat desain jersey sosis itu. "Jelek banget lah," kata si suporter lewat Twitter. "Makan hot dog kok pakai saus tomat."

Artikel ini pertama kali tayang di MUNCHIES.