YouTuber Ngehe

YouTuber Ngehe Kembali Berulah, Kali Ini Tantang Orang Batalkan Puasa demi Rp10 Juta

YouTuber Indonesia terus-terusan bikin sensasi dengan konten bodoh berlabel 'eksperimen sosial'. Plis, buat yang nonton juga, jangan lah didukung konten nirfaedah kayak gitu.
29 April 2020, 9:51am
YouTuber HasanJr11​ minta maaf bikin konten ajak orang batal puasa dibayar Rp10 Juta
Screenshot dari arsip konten kontroversial YouTuber HasanJr11 yang sudah dihapus

Polanya selalu terulang. YouTuber bikin konten yang enggak dipikir matang, memicu keributan di internet. Selanjutnya si YouTuber minta maaf secara terbuka, menganggap semuanya selesai; terakhir YouTuber mengulang kebodohan serupa dengan konten berbeda, dicerca lagi, kemudian minta maaf lagi.

Pelaku terbarunya adalah akun YouTube dengan username Hasanjr11. Memakai konsep pamer harta dan riya akan perbuatan baik seolah terobsesi menjadi MrBeast, doi bikin konten kontroversial yang kemudian segera dihapus karena panen kecaman.

Dalam video insensitif tersebut, doi membawa koper berisi Rp10 juta dan pizza satu loyang lalu berkeliling di hari pertama bulan Ramadhan, menawari orang-orang yang ia temui membatalkan puasa (dengan memakan pizza yang dibawanya) dengan iming-iming diberi uang Rp10 juta. Enggak usah ditonton sebelum berbuka puasa, tapi kalau emang penasaran dan menganggap ini sebagai tes ketahanan emosi, silakan saja. Video asli di YouTube Hasan udah dihapus, tapi udah diunggah ulang di sini.

Reaksi keras netizen membuat Hasan lantas meminta maaf secara terbuka lewat akun Instagram pribadi-nya. Tapi jelas, kita enggak bisa berharap penyesalan tulus terucap dari mulut YouTuber yang konten prank_-nya, pernah motong-motongin kabel _earphone milik orang yang enggak dia kenal.

Satu yang bikin geram, doi memanfaatkan label "eksperimen sosial" sebagai dalih atas kontennya yang butut. Bahkan doi sampai ngasih judul "eksperimen sosial" terang-terangan di beberapa konten, misalnya ini dan ini. Enggak cuma Hasan. YouTuber Indonesia lain (misalnya ini dan ini) juga kerap memakai frasa tersebut semata buat ngasih validasi atas konten bodoh yang mereka buat.

Ini jadi masalah karena eksperimen sosial berkaitan dengan dunia akademis. Tentu saja, banyak hal yang harus dipenuhi sebelum sebuah aktivitas bisa disebut sebagai eksperimen sosial. Profesor Statistik dan Ekonomi University of Profesor Statistik Arnold Zellner dan Peter E. Rossi pernah menjelaskan ini dalam artikel jurnal berjudul "Evaluating the Methodology of Social Experiments". Setidaknya, menurut mereka berdua, sebuah eksperimen harus memenuhi delapan syarat sebelum menamakan kegiatannya eksperimen sosial.

Pertama, tujuan eksperimen harus secara jelas dirumuskan dari awal. Siapa yang merumuskan? tentu saja peneliti tersebut bersama para ahli di bidang yang akan diuji coba. Kedua, peneliti bersama para ahli wajib mengulas ulang penelitian dan data dari eksperimen serupa yang udah pernah dilakukan sebelumnya. Ketiga, penyusunan metodologi eksperimen harus pula didasarkan dari ulasan data-data tersebut.

Keempat, peneliti harus selalu melibatkan para ahli dalam eksperimen ini. Kelima, penentuan sampel penelitian harus relevan dan mewakili keseluruhan populasi. Ini berarti penentuan siapa dan daerah mana yang akan diuji coba sendiri membutuhkan penelitian tersendiri. Keenam, seluruh tim penelitian wajib mengerti cara-cara melakukan penelitian dan eksperimen sosial. Ketujuh, sebelum memulai, harus ada hipotesis dan prediksi soal hasilnya. Kedelapan, hasil eksperimen harus dilaporkan dengan baik.

Kira-kira, dari delapan syarat ini, para YouTuber goblok itu udah memenuhi syarat yang mana saja? Benar sekali: tidak ada.