masalah penampilan

Badan Makin Melar Seiring Bertambahnya Usia Rupanya Tak Bisa Dianggap Remeh

Pertambahan berat badan yang tidak stabil, meskipun hanya empat kilo, berbahaya bagi kesehatan dan dapat meningkatkan risiko kematian.
24.7.18
Emojipedia; Sian Kennedy/Getty Images

Siapa di sini yang masih muat pakai celana jeans waktu kuliah? Kalaupun ada, pasti sangat jarang. Banyak dari kita yang berat badannya sering naik. Orang Amerika mengalami pertambahan berat badan sebanyak 0,49 sampai 0,99 kg setahun dari masa awal sampai pertengahan dewasa. Namun, menurut penelitian yang diterbitkan pada 2017 dalam Journal of the American Medical Association (JAMA), orang yang berat badannya mudah naik ternyata lebih berisiko terkena penyakit kronis, mati dini, dan turunnya peluang masa tua sehat dibanding mereka yang mampu menjaga berat badan tetap ideal.

Peneliti dari Harvard T. H. Chan School of Public Health mempelajari data dari 118.140 orang Amerika—92.837 perempuan dan 25.303 laki-laki—yang berpartisipasi dalam Nurses’ Health study dan Health Professionals Follow-Up Study. Mereka melaporkan berat badannya saat berusia 55 dan mengingat berapa berat badannya ketika beranjak dewasa (18 tahun untuk perempuan, 21 tahun untuk laki-laki). Peneliti memantau kesehatan peserta selama 18 tahun, dan mengumpulkan informasi soal penyakit kardiovaskular dan kanker.

Peneliti mempertimbangkan bahwa “masa tua yang sehat” yaitu ketika seseorang tidak mengembangkan salah satu dari 11 penyakit kronis yang diamati, atau gangguan kognitif atau fisik. Ini adalah penelitian pertama yang mempelajari hubungan antara pertambahan berat badan di masa awal dan pertengahan dewasa dengan risiko kesehatannya di kemudian hari.

Iklan

Selang beberapa tahun, rata-rata kenaikan berat badan perempuan mencapai 9,9 kg dan laki-laki 8,6 kg. Akan tetapi, ada 23 persen perempuan dan 13 persen laki-laki yang berat badannya bertambah sekitar 19,9 kg waktu itu. Dibandingkan dengan mereka yang berat badannya tetap stabil (sekitar 2,2 kg dari berat badan awal), risiko terserang penyakit kronis lebih tinggi terjadi pada orang yang berat badannya naik dari masa awal hingga pertengahan dewasa. Efeknya akan semakin buruk seiring dengan bertambahnya berat badan.


Simak artikel VICE yang membahas tentang olahraga dan berat badan

Setiap kenaikan empat kilo dikaitkan dengan peningkatan 30 persen risiko diabetes tipe 2, 14 persen risiko tekanan darah tinggi, enam persen risiko kanker terkait obesitas, dan lima persen risiko mati dini bagi bukan perokok. Tingkat masalahnya lebih tinggi pada orang yang kenaikan berat badannya melebihi 19,9 kg. Orang yang berat badannya naik, walaupun tidak signifikan, pada usia 55 cenderung tidak lolos saat penilaian “masa tua sehat” yang mengukur kesehatan fisik dan kognitifnya.

“Temuan ini menunjukkan bahwa pertambahan berat badan yang sedikit saja bisa berisiko terhadap kesehatan kita,” ujar peneliti senior, Frank Hu, dosen ilmu gizi dan epidemiologi, dan ketua Department of Nutrition Harvard, dalam siaran pers.

Penelitian ini memiliki keterbatasan: peserta harus mengingat berat badannya saat 18 atau 21 tahun, sehingga laporannya belum tentu akurat. Walaupun begitu, pertambahan berat badan yang tidak stabil tetap saja berisiko bagi kesehatan, dan sebaiknya menjaga berat badan karena bermanfaat. Meskipun pertambahan berat badan hanya nol koma sekian kilo setahun tidak begitu kentara dalam jangka pendek (dokter saja bisa kelupaan), kenaikan yang lambat bisa menjadi besar di kemudian hari. Pencegahan obesitas memang lebih digalakkan pada anak-anak dan remaja, tapi tidak ada salahnya bagi orang dewasa (dan dokternya) untuk menjaga berat badannya juga.